Pengertian Bersuci
Tahukah kamu, bersuci dalam bahasa Arabnya disebut dengan thaharah (الطهارة). Istilah thaharah dari segi Bahasa berarti membersihkan diri , pakaian, temat dan benda-benda lain dari najis dan hadast dengan tata cara yang ditentukan oleh syariat Islam. Bersuci menempati kedudukan yang penting dalam ibadah. Setia orang yang akan mengerjakan shalat dan tawaf diwajibkan terlebih dahulu berthaharah, seperti berwudhu, tayamum atau mandi.
2. Perbedaan Bersuci dan Membersihkan
Bisa kah kita membedakan dua istilah berikut? Istilah yang pertama adalah bersuci dan istilah yang kedua yaitu membersihkan diri. Ayo kita cermati tabel berikut ini!
Unsur-unsurnya
Bersuci
Membersihkan Diri
Menyertakan niat
ü
-
Bertujuan untuk membersihkan
ü
ü
Tata cara diatur oleh syariat Islam melalui ketentuan fikih
ü
-
Mengikuti pola hidup sehat
ü
ü
Semua perbuatan membersihkan di atas bukanlah bersuci dalam pengertian fikih.
Dilihat dari sifat dan pembagiannya bersuci dapat dibedakan menjadi dua bagian :
1. Bersuci Lahiriyah
Bersuci lahiriyah (hissiyah) yaitu meliputi kegiatan bersuci dari najis dan hadats.
Contoh: membersihkan badan, tempat tinggal, dan lingkungan dari segala bentuk kotoran atau najis. Bersuci lahiriah ada dua yaitu
a. Bersuci dari najis adalah berusaha untuk membersihkan segala bentuk kotoran yang melekat pada badan atau yang ditempati. Cara membersihkan sesuai dengan bentuk dan jenis kotoran yang dihilangkan, seerti dibasuh sampai hilang rasa, bau dan warnanya.
b. Bersuci dari hadats adalah menghilangkan atau membersihkan hadats dengan cara berwudhu atau mandi. Cara menyucikannya disesuaikan dengan jenis hadats yang akan dibersihkan.
2. Bersuci Batiniah
Bersuci batiniah adalah membersihkan jiwa dari kotoran batin berupa dosa dan perbuatan maksiat, seperti syirik, takabur, hasud, dendam, nifak, dan ria’. Cara membersihkan sifat atau perilaku tercela ini, adalah dengan bertobat kepada Allah Swt., berjanji tidak mengulangi perbuatan tersebut, serta mengikutinya dengan perilaku terpuji.
Kesimpulannya adalah, ”bersuci sudah pasti menyertakan perbuatan membersihkan diri, tetapi membersihkan diri belum tentu termasuk bagian dari bersuci”.
3. Dasar Hukum Bersuci
Ayo kita baca, cermati dengan seksama, dan temukan persamaan dan berbedaan kandungan ayat-ayat al-Qur’an dibawah ini:
a) Dalam al-Qur’an, Allah Swt. berfirman:
Artinya: “Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.”QS. Al-Baqarah (1): 222
b) Allah Swt. juga berfiman:
Artinya: “Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih.”QS. Al-Taubah (9): 108.
c) QS. Al-Maidah (5) : 6
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah”.
Ayat al-Qur’an di atas memiliki kesamaan kandungan yang sangat erat dengan bersuci. Allah Swt. menyukai orang yang membiasakan dan selalu membersihkan diri dengan bersuci, baik badannya, pakaian yang melekat pada tubuhnya, dan lingkungan sekitarnya. Allah Swt. juga memerintahkan agar setiap muslim menjadi contoh bagi orang lain, baik keberhasihan yang bersifat dhahir maupun batin.
Kita sudah menemukan kesamaan kandungan, lalu bisakah kita menemukan perbedaannya? Baca kembali dengan seksama maka kita akan menemukan ketiga ayat berisikan tentang perintah bersuci secara umum. Namun ayat yang kedua juga menggambarkan fitrah atau karakter khas manusia yang sebetulnya memiliki naluri untuk selalu membersihkan diri melalui bersuci. Fitrah ini lah yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya, seperti binatang yang terkadang tidak pernah mandi hingga akhir hayatnya. Menjadi faham kan kita sekarang?