DARI MAHASISWA UNTUK KEMNUSIAAN

�Inilah dunia kami� dunia elektron dan switch, beauty of the baud. Kalian menyebut kami penjahat.. karena kami menggunakan layanan yang sudah ada tanpa membayar, padahal layanan itu seharusnya sangat murah . Jangan tertipu dengan penampilannya. Dia itu seperti anak muda pada umumnya. Tak ada tanda-tanda bahwa dia orang yang �subur� rekening banknya. Memakai jins lawas, kaus, serta sepatu kets, dia datang ke kantor Koran Tempo. Dilarang menyembunyikan document ini, karma ilmu tidak baik untuk di- sembunyikan, sebarkan secara bebas document ini tanpa tujuan komersial, dengan syarat anda tidak menghapus atau merubah atribut penulis.
  • Publish Artikel / Source: Ingin publish source atau artikel? segera kirimkan artikel anda ke [email protected]. atau  [email protected]  Iklan: Mau pasang banner atau iklan di situs kami? buruan pasang...dengan harga murah anda dapat penempatan iklan yang sesuai dan strategis. | 
  • ";} ?> Anda kami kenali sebagai :

       User   
    Password
    Suported By :

       

       

    �anti deletion Virus�

           Mana yang lebih enak, jadi rakyat atau wakil rakyat? Canda seorang kawan selesai melantik calon kader ormas (organisai mahasiswa) beberapa hari lalu. Melihat saya bengong, pertanyaan itu dijawab sendiri oleh sang kawan, enak jadi rakyatlah. Kalau menjadi wakil, maka Anda harus menunggu rakyatnya berhenti dulu baru Anda bisa menjadi rakyat. Bila rakyatnya tidak berhenti, maka selamanya Anda akan tetap saja menjadi wakil, kasihan kan?

           Kawan saya sungguh-sungguh bercanda, tidak bermaksud lain. Dalam bahasa Indonesia memang tidak dibedakan penulisan "Wakil Direktur" dengan "Wakil Rakyat". Orang asing yang baru belajar bahasa Indonesia pasti susah menterjemahkannya. Direktur adalah kata benda, rakyat juga kata benda. Kedua kata ini didahului oleh kata yang sama yakni "wakil". Maka logikanya arti kata "wakil" di sini mestinya sama, tapi ternyata berbeda jauh. Namun baiklah, itu agaknya masalah semantik struktural, biarlah menjadi urusan ahli bahasa. Yang jelas wakil direktur dan wakil rakyat tentu berbeda maknanya. Kalau ditulis dalam bahasa "bule", wakil direktur akan berbunyi voice director sedangkan wakil rakyat mereka sebut representative of the people.

           Namun kali ini saya ngak akan ngebahas lebih jauh tentang definisi wakil rakyat. tapi saya akan membahas lebih jauh tentang satu kata yang kadang menjadi pragmatis ketika kita membahasnya, yaitu pengandaian. Seandainya saya menjadi wakil rakyat....yang pertama saya tulis dalam program kerja saya adalah...membatasi layanan sms yang sedikit beraroma kapitalisme. contoh nyata:

           Ketik reg spasi nama Ustad dan kirimkan ke bla bla bla untuk mendapatkan kata kata bijak dari sang Ustad, bahkan sampai sampai Kitab Suci umat Islam yang diperdagangkan dengan model perampokan pulsa. Tarif yang diatas normal harusnya membuat kita berfikir dua kali untuk melakukannya.

           Saya bukannya anti dengan metode dakwah yang modern, namun menurut saya adalah lebih baik jika para cendikiawan dan hartawan Muslim bersatu padu untuk memajukan pola pikir umat Islam di negeri ini dengan cara cara yang lebih baik. Misalnya, daripada ceramah atau tips atau nasehat dari para ulama diperdagangkan lewat sms dan umat ini harus BAYAR MAHAL untuk mendapatkannya, tambahan lagi bahwa fasilitas ini hanya bisa dinikmati oleh ponsel ponsel mahal, ponsel butut model simeent s55 saya mana bisa.
         < prev     Next >

    Free Download
  • Power Remover 1.4
  • Key my Computer
  • Recorset
  • Anti Segala macam Virus


  • Special page
  • Hidup adalah berpikir
  • Cascading Style Sheets (CSS)
  • �Hacker� vs �Cracker�
  • Naluriah Hacker
  • Sejarah Dunia Hacker
  • Situs Presiden SBY dibobol


  • Index      |       About us      |       Tutorial      |       E-book      |       Tip's      |      
    Hosted by www.Geocities.ws

    1