HOME  ABOUT    ARTICLES     CONTACT

 

 

                                    

 

Powered by Calendar Labs

                                                                       

Articles

1.Camp

2. PTL

  3.Sejarah 

     4. Bedegung

    5. Dongeng

 

 

 

 

 

Asal mula desa Perapau ( Cerita Rakyat Muara Enim)

 

    Desa Perapau adalah sebuah desa kecil yang terletak di kecamatan Semende Darat Laut, kira-kira 120 km dari kota Muara Enim. Letaknya di daerah yang terpencil sehingga membuat desa ini tidak dikenal banyak orang. Bahkan disana tidak ada signal hand phone,  jadi mereka sangat susah untuk berkomunikasi dengan kerabat yang ada di tempat yang jauh. Di desa itu orang-orangnya masih sangat tradisional dan masih mengandalkan alam untuk mencari makan. Biasanya mata pencahariannya adalah berkebun, sawah, dan ladang. Ada sebuah sungai yang mengalir di dekat desa itu sehingga menjadi tempat pemandian oleh masyarakatnya.  Mereka masih sangat menjunjung tinggi adat yang ada. Misalnya pada saat pernikahan, kelahiran anak atau pun dalam pewarisan harta. Di desa ini terdapat sebuah cerita rakyat yang konon katanya berasal dari kisah nyata yang merupakan asal mula terbentuknya desa Perapau ini. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang ceritanya, silahkan baca kisahnya di bawah ini.

    Ceritanya berawal saat sekelompok orang datang dari Banten yang kemudian berlayar dengan menggunakan kapal dengan tujuannya yaitu pulau Sumatera. Setelah sampai di Sumatera mereka memulai perjalanan untuk menjelajahi pulau Sumatera. Setelah berbulan-bulan melewati perjalanan yang sangat panjang, sampailah mereka di Sumatera Selatan dan kemudian menemukan daerah Pasemah (sekarang Pagar Alam). Mereka hanya singgah beberapa saat untuk sekedar istirahat, kemudian mereka melanjutkan perjalanan hingga sampai di sebuah daerah yang belum ada penghuni. Mereka memutuskan untuk singgah dan setelah tinggal beberapa lama mereka merasa nyaman dan memutuskan untuk tinggal menetap disana. Mereka kemudian memilih salah satu dari kelompok itu untuk menjadi pemimpinnya. Pada waktu itu pemimpin yang terpilih bernama Ibrahim (yang kemudian di sebut sebagai Puyang Tuan oleh masyarakat setempat).

    Suatu hari Ibrahim pergi ke sebuah sungai di pinggiran pemukiman. Setelah sampai dia melihat suatu hal yang menakjubkan baginya. Dia melihat ada sebuah pohon besar yang terletak di atas sungai yang sedang berbuah lebat. Pohon itu bernama pohon Perapau. Diperhatikannya lah pohon itu hingga Ia melihat ada segerombolan burung yang memakan buah itu dan saat buah itu jatuh ke sungai, ada banyak ikan yang memakannya. Ibrahim berfikir betapa bermanfaatnya pohon itu. Dia teringat bahwa pemukiman tempatnya tinggal belum diberi nama, dan kemudian dia menamai pemukiman itu sebagai desa Perapau. Di tengah sungai dia melihat ada sesuatu yang berbentuk seperti batu, dia kemudian berjalan ketempat benda tersebut dan duduk diatasnya. Saat dia beranjak dari tempatnya dia menyadari bahwa benda itu adalah seekor kura-kura yang telah menjadi batu akibatnya.

~~

    Sekarang masyarakat disana masih sangat menghormati si Puyang Tuan dan makamnya selalu dirawat dengan baik. Dan untuk patung kura-kura tersebut sekarang terletak di salah satu rumah warga. Ini menunjukkan betapa mereka menghargai peninggalan yang telah diwariskan. Seharusnya semua orang juga melakukan hal tersebut untuk melestarikan budaya yang ada.

 

 

 

 

 

                                              

                                              

                                            

 Flag Counter