|
Potret
Kemiskinan

Kesamaan
yang dapat terlihat secara nyata, bahwa kedua etnis
ini juga sama-sama miskin. Sama-sama tinggal di
wilayah pedesaan yang ramah banjir, kualitas air yang
buruk dan tidak terlalu beruntung secara ekonomi.
Kondisi
ini diperburuk lagi dengan minimnya sarana pelayanan
publik, seperti sekolah, sarana kesehatan dan sarana
air bersih yang menjadi tanggungjawab pemerintah
daerah.
Sementara
itu, bersebelahan dengan kehidupannya, terlihat suatu
tatanan kehidupan yang lebih bersahaja—sejahtera,
yang dipertontonkan oleh perusahaan perkebunan.
Akumulasi
dari berbagai akar permasalahan ini, muncul berbagai
penyakit social yang seolah-olah sudah kewajaran dan
tidak dapat dirobah lagi.
Kecenderungan
kawin dini bagi remaja yang berpendidikan rendah
secara langsung berpengaruh pada kualitas keturunannya—anak.
Kualitas kesehatan anak yang dapat dilihat dari
tingkat pertumbuhan yang rendah, angka kematian bayi
yang tinggi. Selain, akibat rendahnya tingkat
pengetahuan sang ibu untuk merawat anak juga ditunjang
lemahnya pelayanan kesehatan, jika pun tersedia tetapi
mahal.
BHL,
Tidak harus selalu kalah

Dalam
kompleksitas masalah sedemikian, sangat sulit untuk
mencari solusi.
Mengajak, komunitas yang selalu kalah membutuhkan
suatu upaya yang sangat serius dan berkesinambungan.
Pendekatan
pendidikan non formal dan pengorganisasian menjadi
sangat mendasar, seraya berupaya melibatkan
partisipasi mereka untuk memulai menggapai kemenangan
kecil.
Langkah
pertama, bagaimana mendevaluasi rasa takut kolektif
mereka melalui upaya pembelaan dan pemulihan hak-hak
mereka sebagai manusia yang sangat menghargai
kehidupan. Yang pasti, mereka butuh teman.
Dimulai
dari sebuah tindakan nyata untuk suatu perubahan
sistim perkebunan yang lebih bersahaja, manusia dan
berkeadilan.
Membangun
kesadaran kritis bersama, dalam ikatan solidaritas
sesama untuk menunjukkan bahwa rantai pemiskinan di
perkebunan bisa diakhiri, dengan mendekonstruksi
bangunan sistim feodalisme tanpa kekerasan.
BHL,
bersatulah…
Ditulis
oleh: Poltak Simanjuntak
<<
Sebelumnya

|