kupandangi langit
Langit adalah surgawi. Di sana, tinggal dewa-dewi, bidadari, malaikat beserta kroni dan kerabat mereka. Konon Tuhan pun beralamatkan di sana. Tak heran pujian, doa, tangisan, derita, rintihan, permohonan, bahkan makian pun tertuju ke sana. Baik yang terucap maupun tak terucap. Yang tulus maupun jilatan. Bagaikan pita kaset tak kasat mata, langit merekam itu semua.
Selain itu, langit acap menjadi sumber inspirasi. Angan, gagasan, ide bahkan impian kadang seperti buah bergelantungan yang siap dipanen, walau tak jarang terasa seperti nasar yang mengintai untuk hinggap menjadi wahyu.
Cakrawala adalah batas langit di mata kita. Namun di hati yang paling jujur, kita tahu bahwa langit maha tak terbatas.
Memandangi langit adalah melihat hidup itu sendiri dengan apa adanya. Jujur dengan segala sisinya yang seringkali terasa anonim. Menerima anomalitas eksistensi manusia tanpa menjadi manipulatif dan egois.
Memandangi langit adalah merasakan hidup di dalam kehidupan itu sendiri.
semesta raya dan seserpih debu yang bernama manusia
secuil cakrawala yang kupotong dari langit
unsounded heartstrings - not to be anonymous
[Hit Counter]