SEBAGAI PUSAT SENI, KERAJINAN, DAN MAKANAN TRADISIONAL


Kotagede merupakan pusat kerajinan tradisional Jawa, makanan tradisional Jawa dan seni tradisional Jawa.

Kerajinan emas dan perak telah dikonsumsi kraton pada masa lampu dan sekarang kerajinan-kerajnan itu dibeli wisatawan serta menjadi komoditas besar dan berkembang. Makanan tradisional Jawa terkenal kelezatannya. Seni tradisional Jawa khususnya seni kampung bukan merupakan seni bangsawan. Kerajinan tradisional, seni kampung dan makanan merupakan identitas Kotagede sebagai kota Jawa.

Kotagede dibangun berdasarkan pemahaman kosmologis Jawa yang menunjukkan kesesuaian, keserasian dan keseimbangan antara  mikrokosmos dalam lingkungan buatan dan makrokosmos  sebagai alam semesta. Orang Jawa selalu berusaha untuk menciptakan keseimbangan mikrokosmos dan makrokosmos dalam seluruh kehidupan mereka termasuk perencanaan kota, arsitektur, dan kehidupan yang mendukung.

Raja dan kraton merupakan pusat dari lingkaran konsentris memiliki kekuasaan untuk menyatukan mikrokosmos dan makrokosmos. Oleh karena itu kraton menjadi contoh model aktifitas manusia dan menjadi orientasi/pemusatan lengkap dari keputusan tindakan-tindakan manusia. Tentu saja Kotagede memiliki banyak problem yang disebabkan oleh perubahan sosial.

Faktor sosial budaya dari perubahan nilai menunjukkan bahwa lebih banyak orang muda yang tidak suka tinggal di Kotagede karena Kotagede dianggap tidak sanggup memenuhi tuntutan ruang untuk orang muda saat ini. Lebih jauh lagi hal tersebut disebabkan oleh berkurangnya generasi baru untuk melanjutkan industri kerajinan rakyat tradisional sebagai identitas Kotagede.

Perubahan sistem nilai tidak hanya terlihat pada keputusan konkret untuk merubah peninggalan arkeologis kraton menjadi tempat tinggal yang padat, juga merubah arsitektur tradisional menjadi modern, merubah fungsi ruang interior rumah dan perencanaan kota. Pemasaran kerajinan rakyat bukan merupakan pemasaran ala �kraton tetapi pasar tradisonal.

***

AS THE CENTRE OF TRADITIONALLY JAVANESE CRAFTS. FOODS AND ARTS

Kotagede is the centre of Javanese traditional craft, traditional foods, and traditional art. The palace consumed gold and silver crafts in the past and now the crafts is consumed by tourist and has become grown and developed commodity. The Javanese traditional foods in Kotagede is delicious. The Javanese traditional art, is especially people or kampung art and it�s not high or nobles art. The traditional craft or kampung art and food are the identity of Kotagede as a Javanese city.

Kotagede was built in the basis of Javanese cosmogical idea. The Javanese cosmological ideas refer to the adjustment, harmony and equilibrium between microcosms in the artificial environment and macrocosms as universe. Javanese people always strive to create conformity between microcosms and macrocosms in all their lives, including in the city planning, architecture, and all supported life. King and Palace are the centre of concentric circle having power to unite microcisms and macrocosms. Therefore the palace becomes a model of all human actifity and becomes a complete orientation of the decision of human act.

Of course, Kotagede has many problems caused by social changing. Social/culture factors of the changing values shows that more and more young people do not like to live in Kotagede any longers as Kotagede does not fullfill the demand of space for the youth at this time. Furthermore it causes lack of cadres to continue the traditional folk craft industry as the identitiy of Kotagede
back
next
home
Hosted by www.Geocities.ws

1