Gempa & Tsunami: 1| 2| 3 Berita - Cerita: 1| 2| 3
| Jika Anda tak bisa membuka kembali situs ini atau sulit melakukan download, cobalah dalam waktu yang berbeda. Mungkin pengunjung sedang padat. Maklum, ini situs gratisan, bandwidtnya terbatas, sementara yang minat luar biasa banyak. Jadi harus ngantri. Semua eBook yang Anda download langsung dari sini, kami jamin bebas dari virus maupun spyware.
| | Tangan Tuhan di Serambi Mekkah
Matanya layu. Tubuhnya setengah oleng. Kelelahan dan kesedihan menggurat di wajahnya. "Saya sudah melihat lebih dari 1.000 mayat," tutur Dedy Jufri, 27 tahun. Tubuh tidak bernyawa itu bertebaran di mana-mana. Tergeletak di jalan berdebu, terperangkap di reruntuhan Pasar Aceh, terbaring di Masjid Raya, terapung di Taman Sari, dan hanyut di Krueng Aceh. Di sudut-sudut kota yang luluh lantak, bergelimpangan mayat. Udara seantero Banda Aceh menebarkan bau anyir. PDF. Download!
| | Sekelumit Kenangan Akan Aceh
"Is your family all right ?" ujar Pam Boyle, rekan kerja dari seberang line telpon, yang mengabarkan terjadi gempa bumi dan bencana alam tsunami yang menerjang beberapa kota di Asia termasuk Aceh pada hari Minggu tgl 26 Desember 2004. Pada hari ini sebagian keluarga Inggris masih dalam suasana perayaan Natal yang biasa disebut dengan Boxing Day, kebetulan saya bertugas malam di rumah panti jompo Parsley House, milik Balkerne Garden Trust. PDF. Download!
| | Dua Hari Tiga Malam Menembus Hutan...
"Dua hari tiga malam kami menembus hutan dari Teunom sampai ke Tangse. Semuanya hancur di sana, tidak ada yang tersisa," kata Darma (45), warga Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, ketika bertemu dengan Kompas di kawasan persinggahan di Gunung Seulawah, Saree, Senin (3/1) malam. Dia bersama empat rekannya berhasil keluar dari Teunom dengan menggunakan tiga sepeda motor melalui hutan Bukit Barisan lewat Desa Kuala Batee ke Geumpang sampai menembus ke Tangse di Kabupaten Pidie. PDF. Download!
| | Terkatung-katung Semalam di Tengah Laut
Tubuhnya terkulai lemah di ruang perawatan III B, Rumah Sakit PMI yang terletak di Jalan Samudera, Desa Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Lhok Seumawe, Nanggroe Aceh Darussalam, Jumat (31/12). Jarum infus masih tertancap di tangannya. Hampir di setiap bagian wajahnya yang bulat terdapat goresan luka yang telah mengering. PDF. Download!
| | Tersapu Saat Kebaktian Minggu
Oskar Gulo, 28 tahun, warga Sirombu, 60 kilometer selatan Gunung Sitoli, masih berlindung di pantai barat Kabupaten Kepulauan Nias. Ia belum berani kembali ke rumahnya setelah diguncang gempa dahsyat, Ahad pagi pekan lalu itu. Tiba-tiba ia dikagetkan oleh air laut Samudra Hindia di depannya yang menyusut drastis mencapai 25 meter. PDF. Download!
| | Tiga anak Kapolsek tewas
Air..Air! Dalam waktu sekejap air bah setinggi 5 meter datang menghujam. Blas..Nurmala terlempar. Dua anaknya yang masih kecil-kecil lepas dari tangannya. Ibu ini berjuang mengggapai-gapai buah hatinya. Rupanya arus begitu deras. Kedua anaknya itu lenyap ditelan arus. PDF. Download!
| | Kisah Korban yang Selamat
Pada hari minggu pagi 26 Desb 2004 kira2 pukul 8.00 WIB saya bersama istri berniat belanja makanan kepasar, dalam perjalanan terjadilah gempa yang sangat dasyat (8,9 SK). Saya bersama istri melihat langsung bangunan ruko yang roboh rata dengan tanah, istri saya terjatuh dan muntah2. kira kira 10 menit gempa terjadi banyak penduduk yang keluar rumah dan terjadi kepanikan yang luar biasa. Lalu kami langsung pulang kerumah orang tua saya untuk melihat anak2 yang kami titip sama orang tua dan alhamdulillah kami semua selamat. PDF. Download!
| | Sanan Menjat Pohon Mangga
"Alhamdulillah, Allah Maha Besar," ucap Sanan terbata-bata sambil mengingat peristiwa yang baru dialaminya bersama warga Aceh lainnya. Walau sepeda motornya lenyap, dia selamat setelah memanjat pohon mangga ketika gelombang dahsyat Tsunami menyerang. Pohon mangga tempatnya memanjat, ketika itu nyaris roboh. PDF. Download!
| | Cut dan Nyak Kini Hanya Berbekal Buntelan
Berjalanlah di ruas-ruas jalan kota Banda Aceh, terutama kawasan yang porak-poranda dihantam gempa dan gelombang tsunami. Di situ kita akan berpapasan dengan orang-orang, lelaki, ibu-ibu yang mengendong bayi, atau perempuan yang tertatih-tatih karena kakinya luka membengkak. Wajah mereka tampak kuyu, pucat, dan seperti orang ketakutan. Mereka berjalan hanya dengan kaki telanjang, tanpa sandal. Puing-puing rumah, potongan kayu, ataupun lumpur hitam nan becek, mereka injak begitu saja. PDF. Download!
| | Sehabis Selamatkan Anak-Istri, Bripka Dedi Tewas Bencana Alam berupa gempa dan gelombang Tsunami di Aceh telah meluluhlatakkan bumi Serambi Mekah dan menelan puluhan ribu jiwa. Mayat bergelimpangan tak terhitung jumlahnya. Satu diantaranya ada Bripka Dedi Purnama, anggota Brimob Polda Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Ny Marlina,27, tak bisa melupakan nasib yang dialami suaminya itu. Warga yang tinggal di Kompleks Asrama Brimob Desa Lingke Banda Aceh tidak pernah bermimpi akan datangnya musibah yang menimpa keluarganya dan rakyat Aceh umumnya. PDF. Download!
| | Bocah Jerry Itu...
Jerry Darni (6), nama bocah laki-laki itu. Hari Minggu (2/1) pagi pukul 09.30 dia duduk di atas tempat tidur. Sudut kamar perawatan Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien, Meulaboh, Aceh Barat, adalah tempatnya. Dia duduk sambil memegang pagar pembatas tempat tidur dengan kakak perempuan, Amelia (11), yang duduk di belakangnya. PDF. Download!
| | Air Hanya Berputar di Sekitar Makam
Di antara serangkaian cerita tragis, ada juga cerita-cerita heroik dari korban selamat. Perjuangan mereka melawan gelombang tsunami sungguh luar biasa dan menyadarkan semua orang betapa berharganya nyawa yang hanya seutas. Ada juga korban yang memilih pasrah kepada Allah karena tidak ada kesempatan lagi menyelamatkan karena gelombang setinggi atap rumah, berwarna hitam dengan buih-buih putih di atasnya, sudah di depan mata. PDF. Download!
| | Tak Dapat Ibu Kandung, Fahmi Ikut Ibu Guru
Marliani tidak bisa menolak, apalagi orang tua Fahmi tidak kunjung datang. Fahmi merupakan salah seorang bacah yang selamat dalam gelombang dahsyat tsunami yang meratakan sejumlah Kota Banda Aceh. Ia kemudian dibawa ke Mapolsek setempat dan menginap di sana bersama korban bencana yang selamat lainnya. PDF. Download!
| | Dua Bocah Lolos dari Amukan
Pagi baru saja menyapa, Minggu (26/12). Dua bocah perempuan sedang bermain di halam sebuah rumah di Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Muara Batu Aceh Utara. Fitri (11) dan Atun (8), nama kedua bocah perempuan kakak-beradik itu. Mereka bermain di depan rumah seorang temannya, sembari menanti sang kawan menyudahi sarapan. Sang ibui, Wahyuni, datang, menyuruh keduanya pulang ke rumah untuk makan pagi. "Namun mereka tidak juga pulang," kisah Suriani, saksi mata, kepada acehkita. PDF. Download!
| | Saya Terlanjur Cinta Aceh
Abdi Purmono, 32 tahun, memutuskan ikut menjadi relawan saat menyaksikan siaran bencana alam itu di televisi. Niatnya itu didukung istrinya tercinta. Ia berniat mengevakuasi dan menyelamatkan para korban. Dengan bekal seadanya dan atas biaya pribadi, lelaki yang biasa dipanggil Abel ini berangkat menuju Banda Aceh. Niat yang tulus itu ternyata menghadapi berbagai rintangan. Ia nyaris terlunta-lunta di Jakarta dan Medan karena susahnya mendapatkan tiket penerbangan dan kendaraan yang akan membawanya ke sana. Untuk mendapatkan tiket, ia harus mencari ke berbagai agen perjalanan dan maskapai penerbangan. PDF. Download!
| | Masjid Selamatkan Wartawan 'Media'
Diantar oleh seorang kerabatnya, wartawan Media yang selama ini bertugas di Banda Aceh, Hendra Syahputra, 28, kemarin siang tiba di kantor Media Indonesia/Metro TV Biro Medan di Jalan M Yamin. Keletihan jelas terpancar dari wajahnya. Wajar saja, sebab selama lima hari, dia bersama istrinya berpindah-pindah tempat mencari daerah yang aman. Mereka berjalan kaki, tanpa membawa harta benda. Pakaian yang mereka kenakan merupakan satu-satunya harta berharga yang mereka miliki. Mereka menginap dari satu tempat pengungsian ke tempat pengungsian lain, sebelum akhirnya mereka mengungsi ke Medan, Sumatra Utara (Sumut). "Saya masih trauma. Kadang-kadang masih merasakan seolah-olah ada gempa," ujar Hendra ketika mengawali cerita pahit kepada rekannya di Biro Medan. PDF. Download!
|
| Gempa & Tsunami: 1| 2| 3 Berita - Cerita: 1| 2| 3
Klik kanan teks download di bawah judul eBook yang Anda inginkan. Menu File Download akan ditampilkan. Klik tombol Save Target As. Menu Save As akan muncul. Klik Save. Tunggu beberapa saat, eBook akan tersimpan di hardisk atau disket, tergantung media apa yang Anda gunakan.Tampilan yang muncul bisa berbeda jika Anda menggunakan browser atau software download berbeda. Tapi prinsipnya sama saja. eBook yang Anda download berformat file PDF. Untuk membacanya, klik 2 kali pada nama file. Selamat membaca! |
Studio KataKata |
| |