Kliping Media

Gempa & Tsunami

 

Daftar Alamat

 

Logo Bisnis

 

Pustaka eBook

 

Punya Masalah?

 

Biografi Anda

 

E m a i l

Mailing List

 
 

Kliping Artikel Pilihan Dari Berbagai Media

 

 

Berita - Cerita Menyayat Hati (2)

Gempa & Tsunami: 1| 2| 3       Berita - Cerita: 1| 2| 3

 

Catatan: Jika Anda tak bisa membuka kembali situs ini atau sulit melakukan download, cobalah dalam waktu yang berbeda. Mungkin pengunjung sedang padat. Maklum, ini situs gratisan, bandwidtnya terbatas, sementara yang minat luar biasa banyak. Jadi harus ngantri. Semua eBook yang Anda download langsung dari sini, kami jamin bebas dari virus maupun spyware.


"Saya Kelaparan, Saya Ingin Nasi"

"Saya ingin nasi, saya ingin nasi. Tolong Pak, kasih saya nasi,� teriak seorang ibu ketika pesawat Batavia dari Jakarta yang saya tumpangi mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Kamis (30/12) pukul 05.30 WIB. Ibu tersebut tidak sendirian, sebab ratusan orang lainnya juga berteriak-teriak kelaparan dan kehausan. Mereka menjulurkan tangan dari balik teralis jendela gedung bandara.
PDF. Download!


 

Keindahan Terbesar Hanya Sekejap

Ombak besar itu menyurut, Minggu (26/12) pagi. Pantai Lho Nga Setui, Kecamatan Kota Raja, Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), menampakkan pemandangan yang luar biasa indah. Masyarakat berdecak kagum memandangi keindahan itu. Ikan-ikan berlompatan. Orangtua, gadis remaja, pemuda, anak-anak kecil, tertawa kegirangan, menangkapi ikan. Tetapi, keadaan seperti itu tidak berlangsung lama. Semua orang yang berada di pantai dikejutkan suara debuman dan gemuruh yang dahsyat. Terlihat ombak membubung tinggi, menggulung-gulung begitu kuat. 
PDF. Download!


Banyak yang Mati, tapi Lebih Banyak yang Hidup

Saat mata masih lelap, tiba-tiba tubuh serasa diguncang-guncang. Seseorang membangunkan secara kurang ajar? well, ternyata bukan, karena jelas-jelas gempa. Serba mendadak. Spontan, refleks segera bangun dan membuka pintu keluar. Dan ternyata di balkon lantai dua depan kamar. Tidak aman. Segera turun ke bawah, melalui garasi, mencoba berdiri di halaman depan rumah. Tak kuasa, akhirnya harus tahu diri untuk tidak berdiri. Guncangan terlalu keras, tidak sekedar goyang kiri-kanan atau depan-belakang, tapi juga naik-turun! Gempa apa ini? Seekor naga raksasa sedang mengeliat di dalam perut bumi?
PDF. Download!


U N D A N G A N (2):
Rekan-rekan yang baik, kami mengundang Anda untuk berdiskusi dan bergabung dalam milis Jankomit (Janji dan Komitmen) SBY-JK. Milis ini sifatnya independen, terbuka bagi siapa saja. Hasil diskusi yang menarik akan kami muat dalam buku "Janji dan Komitmen SBY-JK, Menabur Kata-Menanti Bukti" cetakan berikutnya. Silahkan bergabung!

Silahkan Bergabung!
Powered by groups.yahoo.com

Teman-teman "Serambi Indonesia", di Mana Kalian...

Pertama kali menginjak kota Banda Aceh, saya tak tahu harus ke mana. Saya cuma terpana menyaksikan kemegahan Masjid Baiturrahman yang terkenal di jantung kota ini. Karena beberapa hari tidak mandi, saya memutuskan untuk minta izin mandi di masjid tersebut. Penjaga masjid mengizinkan saya mandi di situ meski ada tato salib di lengan saya. Itulah kenangan pertama saya tentang Banda Aceh. 
PDF. Download!


Pencarian Tak Berujung

Rahman duduk di bangku panjang di emperan warung nasi sederhana di Pelabuhan Belawan Medan, Sumatera Utara. Benaknya melayang entah ke mana, raut tak sabar menghiasi wajahnya. Masih tiga jam lagi ia mesti menunggu kapal yang ditumpanginya berlayar menuju Meulaboh, Aceh Barat. Pandangan laki-laki hampir separuh baya itu menatap kesibukan luar biasa kru Kapal Navigasi Arc Turus yang menata ribuan kotak mi instan, air mineral, beras, dan bahan bakar berdesakan di lambung kapal. Kapal milik Departemen Perhubungan Subdinas Perhubungan Laut ini akan mengirimkan semua perbekalan tersebut bagi masyarakat Meulaboh yang sedang dirundung musibah akibat bencana gempa dan tsunami pekan lalu.
PDF. Download!


Kisah Satu Keluarga yang Selamat

Sudiharto,50 , dan istrinya Rahmadiyah,40, merupakan beberapa penduduk Aceh tepatnya di desa Blower, Banda Aceh yang selamat dari maut. Beserta lima orang anaknya, keluarga Sudiharto berhasil lari dari kejaran air bah gelombang tsunami. Hal yang paling membahagiakan hidupnya saat semua orang kehilangan nyawa seluruh keluarga. Sudiharto juga berhasil menyelamatkan kedua mertuanya yang berusia 80 tahun. Lima menit gempa yang hebat, Rahmadiyah teringat anak-anaknya, padahal saat itu dirinya masih dinas sebagai Pegawai Sipil Polri di NAD. Ia ungsikan anak-anaknya ke desa tempat kakaknya tinggal yang tak terkena musibah. Berlari sekencang mungkin Rahmadiyah membawa anaknya meskipun dalam pikirannya juga berkecamuk bagaimana menyelamatkan orang tuanya yang sudah renta yang masih di dalam rumah.
PDF. Download!


Putri : "Mama Jangan Tinggalin Ade Ya.."

31 Desember 2004 .. suatu siang di tenda penampungan pengungsi di Blang Bintang, Banda Aceh. Seperti hari-hari lalu, banyak orang lalu lalang diantara barisan pengungsi yang tercerai berai dari keluarganya. Ada pejabat-pejabat yang menghibur dan membesarkan hati mereka. Juga relawan yang hilir mudik mengemasi sumbangan para penderma. Diantara kesibukan itu, suara tangis terdengar lamat-lamat. Seorang gadis kecil duduk di pojok tenda, berbaju tidur motif kembang. Wajahnya suram, air matanya mengalir bak sungai kecil. Kepalanya dililit perban, menutupi rambutnya yang pendek. Diantara tangisnya, berulang kali gadis itu menyebut "Papa � Mama" dan air matanya berurai deras lagi setelahnya.
PDF. Download!


Pilih Ibu atau Adik?

Mata Nurtiasah (25) berkaca-kaca. Ia benar-benar kesulitan menceritakan kejadian yang menimpa keluarganya ketika gempa bumi dan gelombang pasang tsunami menerjang Kecamatan Bayou, Aceh Utara, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Minggu (26/12) pagi. Berkali-kali perempuan lajang itu sesenggukan, sambil membetulkan selang oksigen yang terpasang di lubang hidungnya. Gelombang pasang tsunami yang terjadi sekitar pukul 08.30 pagi di Aceh Utara itu sungguh meninggalkan kenangan pahit, mimpi buruk, yang tak akan mudah dilupakan seumur hidup.
PDF. Download!


Wahyuni, Nasibmu...

Tubuh gadis cilik itu tampak tergolek pada sebuah tempat tidur di lorong poliklinik di Kecamatan Lamno, Aceh Jaya. Kelopak matanya terbuka sedikit, tetapi tatapan matanya tampak kosong. Dari mulut gadis berusia 10 tahun itu tak henti-hentinya keluar busa berwarna putih kekuningan. Meski sudah diseka dengan tisu, buih itu muncul lagi. Wajahnya cantik, tubuhnya mungil. Tetapi, di tangan, kaki, dan lehernya tampak beberapa luka terbuka. Kulit tubuhnya mengeriput karena terbakar matahari.
PDF. Download!


"Saya Berkejaran Dengan Air Bah"

Nazar (25)-seorang pemuda yang berasal dari Desa Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, pada hari Minggu (26/12) itu baru saja selesai mandi di rumah salah seorang keluarganya di kawasan Suka Ramai, Kampung Mulia, Banda Aceh. Saat itu jarum jam baru bergerak ke angka 07.10. Seperti biasanya, lajang yang berprofesi sebagai sopir angkutan umum L-300 jurusan Banda Aceh-Bireuen ini, hari itu akan berangkat ke Bireuen.
PDF. Download!


Mereka Menganggap Hari Sudah Kiamat

Muhammad Subandi (36) hanya dapat menangis. Perasaan menyesal menghantuinya. Sesekali handuk kecil yang tersampir di pundaknya diusapkan ke matanya yang mendadak berkaca-kaca. Ia mengaku lelah. Tak pernah terbayangkan bencana alam itu demikian nyata, dahsyat, dan "merampas" keluarganya.
PDF. Download!


Bocah Syahra, 5 Jam Terbenam Lumpur

Ketika Kekuasaan Allah kembali diperlihatkan Syahra, bocah dua tahun yang lahir 24 Desember 2002 masih hidup. Padahal dia selama 5jam terbenam dalam lumpur yang dibawa gelombang Tsunami. Sedangkan hingga kini ibunya belum ditemukan. "Maha Besar Allah,"ucap Indra,31, ayah dari bocah dua tahun ini.
PDF. Download!


Sedih Melelahkan di Serambi Mekkah

Goresan-goresan luka di pipi dan sudut alis kirinya mulai mengering akibat terseret gelombang. Tetapi, tak demikian halnya dengan kesedihannya. Sebentar-sebentar dia juga terjaga dari tidurnya ketika bersama Kompas ikut dalam rombongan Ketua DPR Agung Laksono untuk menemui sanak saudaranya di Jakarta. Matanya selalu menerawang dengan tatapan kosong.
PDF. Download!


Rahmatullah, "Masjid Ajaib"

Sebelum Minggu (26/12), Pantai Lampuuk Kec. Lhoknga Kab. Aceh Besar adalah kawasan wisata yang tiap masa liburan selalu padat dikunjungi wisatawan. Tiap akhir pekan, penduduk Banda Aceh dan kota-kota lain yang ada di sekitarnya selalu berkunjung untuk menikmati birunya air laut dengan ombaknya yang tenang dan menghanyutkan perasaan. Tak heran pula jika tiap senja mendekap mentari, sejumlah "kupu-kupu malam" berkeliaran di bawah remang mencari mangsa. Sebelum hari Minggu yang mencekam itu pula, kawasan Pantai Lampuuk menjadi tempat hunian bagi sekira 6.000 orang dengan fasilitas permukiman yang pantas dinikmati kelas menengah atas. Namun, bencana itu datang begitu tiba-tiba. Ketika hari masih pagi dan sebagian penduduknya keluar rumah karena goyangan gempa, malapetaka itu mengubah segalanya.
PDF. Download!


Melahirkan di Tengah Kepanikan

Asmaul Husma (24) mengucapkan rasa syukurnya. Di tengah badai dan gelombang tsunami memorakporandakan permukiman mereka di Kecamatan Krueng Mane, Aceh Utara, Minggu (26/12) lalu, ibu muda dari Desa Dakuta itu melahirkan bayi pertamanya dengan selamat. Ia melahirkan di halaman gedung SD 08, Desa Pintu Makmur, Muara Batu, Aceh Utara, dengan pertolongan bidan desa Wartawati (29), yang tinggal tak jauh dari bangunan SD. Tentu tidak seperti layaknya orang melahirkan pada umumnya. Tetapi, ketika itu, begitulah kondisinya.
PDF. Download!


Harbalak Lagi Cerita Kiamat Pada Anak

Harbalak, 40, dan keluarganya sudah 20 tahun tinggal di Kecamatan Loknga, Banda Aceh bersyukur atas lindungan Allah. Sebab mereka sekeluarga selamat dari musibah gempa dan gelombang Tsunami yang menghantam sebagian Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Mariamah,36, didampingi suaminya Harbalak dan kedua anaknya Supran,9, serta Armayanda menuturkan kisahnya ketika menunggu diberangkatkan dari Bandara Polonia Medan menuju Jakarta. Saat itu, katanya sekitar pukul 09:00, dia lagi memasak nasi didapur untuk sarapan pagi. Sedangkan suami dan kedua anaknya asyik bercerita tentang datangnya hari kiamat.
PDF. Download!


Mencari Orang Hilang, Menghubungi Paranormal

Hingga hari kesebelas (Rabu, 5 Januari) Darmiyah tak juga mendapat kabar anaknya yang sedang menempuh pendidikan di IAIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Nama anak perempuannya itu adalah Yuniar (22), mahasiswi semester VII yang saat tsunami mengamuk pada Minggu (26/12) lalu diduga masih berada di rumah indekosnya di komplek Perumnas Jeulingke, Jalan Rawasakti III/64, Banda Aceh. Setelah datangnya ombak dahsyat yang meluluh lantakkan seluruh komplek Perumnas dan asrama Brimob itu, kabar tentang Yuniar pun raib. Mendatangi langsung Banda Aceh sudah dilakukan Darmiyah, namun dari sekian ribu mayat yang begelimpangan tak satupun yang meyakinkannya bahwa itu adalah putri terkasihnya.
PDF. Download!



Gempa & Tsunami: 1| 2| 3       Berita - Cerita: 1| 2| 3

Cara Download:

Klik kanan teks download di bawah judul eBook yang Anda inginkan. Menu File Download akan ditampilkan. Klik tombol Save Target As. Menu Save As akan muncul. Klik Save. Tunggu beberapa saat, eBook akan tersimpan di hardisk atau disket, tergantung media apa yang Anda gunakan.Tampilan yang muncul bisa berbeda jika Anda menggunakan browser atau software download berbeda. Tapi prinsipnya sama saja. eBook yang Anda download berformat file PDF. Untuk membacanya, klik 2 kali pada nama file. Selamat membaca!

Studio KataKata

 

 

1
Hosted by www.Geocities.ws