Gempa & Tsunami: 1| 2| 3 Berita - Cerita: 1| 2| 3
| BERITA-CERITA berikut ini kami pilihkan dari berbagai sumber. Bukan untuk mengajak Anda menangis, tapi setidaknya agar Anda bisa lebih membayangkan bagaimana keadaan, perjuangan, penderitaan, dan ketabahan saudara-saudara kita di Nanggroe Aceh Darusslam dan Sumatera Utara sebelum, ketika, dan sesudah Gempa & Tsunami 26 Desember 2004 melanda mereka. Anda bisa mendownloadnya GRATIS. Tapi... pesan kami, jangan membacanya jika hati Anda tak kuat, Anda akan ikut menangis seperti kami, seperti mereka, dan seperti...... | | Jika Anda tak bisa membuka kembali situs ini atau sulit melakukan download, cobalah dalam waktu yang berbeda. Mungkin pengunjung sedang padat. Maklum, ini situs gratisan, bandwidtnya terbatas, sementara yang minat luar biasa banyak. Jadi harus ngantri. Semua eBook yang Anda download langsung dari sini, kami jamin bebas dari virus maupun spyware.
| | Agi Dimana Kau Nak...
Saat tsunami datang, Inoy bersama suami dan anak-anaknya berlarian di tengah hiruk pikuk ribuan orang lainnya memenuhi jalanan di Lamjamee - Lampodaya, Banda Aceh. Mereka terus berlari sekuat tenaga yang ada padanya, sampai pada satu saat Inoy kehabisan tenaga dan tidak lagi sanggup berlari. "Pergilah, bawa anak-anak. Biarkan Inoy di sini," ucapnya kepada sang suami dengan pasrah. PDF. Download!
| | Jueni Tak Berani Bercerita
Jueni (4) hingga saat ini masih tak mau bercerita tentang dahsyatnya gelombang air yang tiba-tiba menenggelamkan tanah kelahirannya, Banda Aceh. Meski ia bersama seluruh keluarga besarnya berhasil selamat, tetapi ketakutan karena melihat air menggulung ratusan manusia dan menghalau pepohonan, membuatnya tidak berani berkisah tentang apa yang telah dilihatnya. PDF. Download!
| | Mengungsi Tanpa Melihat Jasad Terakhir
Helaan napas selalu terdengar. Tidak mampu menerima keadaan. Itulah yang sedang terjadi. Marlina (30) hanya dapat membayangkan saat-saat terakhir bersama orang yang dicintainya, Briptu Dedi (35). Anggota Brimob Polda Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), suami Marlina, itu akhirnya pergi untuk selamanya, menghadap Yang Maha Esa. PDF. Download!
| |
BEST
SELLLER!! Buku "Janji-janji dan Komitmen
SBY-JK, Menabur Kata-Menanti Bukti" Oleh Rudy S.Pontoh.
Berisi Kumpulan janji dan Komitmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dilengkapi dengan data dan fakta terbaru. Diterbitkan oleh Penerbit Media Pressindo. Harga Rp 30 ribu. Tebal 178 halaman. Dapat diperoleh di seluruh toko buku besar di Indonesia. Buruan sebelum kehabisan!
| | Anak-anak Aceh Itu Menjadi Yatim Piatu Hanya dalam Sekejap
Tubuh mungilnya terbaring berselimutkan kain putih. Beberapa perban putih tampak menutup luka di kepalanya. Di tengah lelapnya, Desy Chaerani (1 tahun 6 bulan) tidak tahu bahwa jalan hidupnya berubah total. Dia terbaring sendirian di ranjang rumah sakit. Sedangkan kedua orangtuanya hilang saat gelombang tsunami menggulung rumahnya. PDF. Download!
| | U N D A N G A N (1): Setelah sukses dengan penerbitan buku "Janji-janji & Komitmen
SBY-JK" yang penjualannya menduduki tangga teratas di hampir semua toko buku di Indonesia, kami berniat menerbitkan buku terbaru tentang Gempa dan Tsunami, khususnya yang baru saja terjadi di Aceh dan Sumut. Buku tersebut akan kami jadikan buku informasi dan pegangan hingga anak cucu kita kelak. Kami mengundang Anda untuk berdiskusi, berbagi informasi dan pendapat dalam milis Tsunamiinfo. Diskusi, informasi, pendapat yang kami anggap bermanfaat akan kami masukkan dalam buku tersebut. Tentu saja dengan mencantumkan nama Anda sebagai kontributor. Silahkan bergabung dalam sebuah catatan sejarah!
| | Kusnadi Kecil Tak Bisa Menangis Lagi
Bayi yang bernama Muhammad Kusnadi itu sudah sekitar 10 hari berada di tenda pengungsian bersama ibunya, Jamalia (39). Sekujur tubuhnya berwarna kemerah-merahan dan terdapat benjolan-benjolan kecil sisa gigitan nyamuk. Yang membuat ia bingung, sejak berada di pengungsian, tangis sang bayi yang setiap hari didengarnya kini tak terdengar lagi. Padahal, selama di tenda pengungsian, selain kedinginan pada malam hari, hujan, panas, angin, debu, dan serangan nyamuk juga hampir tak pernah berhenti. PDF. Download!
| | Tak Henti Mencari Keluarga yang Hilang
Matanya yang memerah tampak membengkak. Sedikit perih, sebetulnya, tetapi Hj Yusriyah (49) tak melepaskan pandangannya ke keramaian. Ia mencari-cari dan terus mencari-cari, tetapi tidak ada keluarga yang dilihatnya. Di tengah-tengah kepedihan membayangkan keselamatan orang-orang yang dicintainya, ia terus berupaya. Ditahannya langkahnya untuk tetap berada di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar. Ia terus memandang kerumunan. Ia menghempaskan tubuhnya jika merasa lelah, menyelonjorkan kakinya. PDF. Download!
| | Maharani Nyangkut di Tangga Mesjid
Maharani, gadis kecil berusia 2 tahun 3 bulan pagi itu baru saja lepas dari gendongan ibunya, Ny G.Pratiwi. Ia lalu bermain dengan pengasuhnya. Tertawa sambil berlari-lari dihalaman rumah. Namun keceriaannya pada Minggu pagi itu mendadak sirna. Tubuh kecil itu mendadak digulung ombak ketika bencana Tsunami menerjang kawasan Banda Aceh. Ayahnya Erwin dan ibunya yang tengah berada didalam rumah tentu saja terkejut. Sambil mencoba menyelamatkan diri, keduanya pun lantas berteriak memanggil-manggil Maharani. Dari kejauhan mereka melihat bagaimana sang ayah beserta pengasuhnya digulung ombak besar.Tubuhnya timbul tenggelam. PDF. Download!
| | Mukjizat Tuhan Mempersatukan Kami
Ozia terbaring lemas di bahu Santi. Dari mulutnya yang mungil terdengar seruan perlahan, "Nda (kakak) pulang saja," katanya. Kakaknya, Santi, hanya bisa membelainya dan berjanji akan segera membawanya pulang. Janji yang disadari Santi sulit ditepati. Sebab, rumah mereka di Lampojambe, Banda Aceh, telah lenyap ditelan gempa dan tsunami yang terjadi 26 Desember lalu. Tidak hanya itu, ibu mereka pun hingga kini tidak diketahui keberadaannya. PDF. Download!
| | Kesaksian di Menit-menit Awal
Situasi di kawasan Pusong, Lhokseumawe, sesaat setelah gempa hari Minggu (26/12) pagi masih berlangsung normal. Masyarakat masih melakukan kegiatan sehari-hari. Warga di pasar ikan dan warung kopi masih menumpuk dengan aktivitas masing-masing. Bahkan di bibir pantai masih terlihat nelayan yang baru turun dari laut. Di samping masjid Pusong, dua orang anak yang ditanyai acehkita tentang lokasi rumah ambruk mengaku tidak tahu. "Kami baru turun dari laut," kata dua remaja tanggung berkulit gelap tersebut. PDF. Download!
| | Anak Saya Teriak Abi ? Abi, Air Sudah Datang Seperti biasa hari Minggu, saya di rumah. Tiba-tiba terjadi gempa dan saya sempat azan, namun gempa juga belum selesai. Anak-anak sempat mau buang air, lalu saya bawa ke mesjid, karena tidak berani ke rumah takut roboh. Mesjid letaknya 100 meter dari rumah. Tiba-tiba datang gempa susulan. Bersama itu ada yang teriak banjir. Istri saya lari dengan kedua anak saya yang lain. Kedua anak yang saya bawa ini ada ditangan saya. Air membawa saya ke atas loteng.anak saya yang satu dibawa loteng. Anak saya berteriak abi ? abi. Namun air sudah diatas kami. Kami tenggelam waktu itu. Tiba-tiba ada yang menarik kami, tidak tau siapa. Kami akhirnya berada di lantai dua, sebuah bangunan yang baru dibangun didekat rumah saya. PDF. Download!
| | Sebotol Sirup untuk Hidup
Air bah tiba-tiba menyerbu warung milik keluarga Acin setelah menjebol pintu besi yang berdiri kokoh di depan. "Tidak sempat kami berpikir, seluruh isi warung porak poranda dalam hitungan detik. Saya selamat karena saat itu berada di loteng," ungkap Acin, perempuan paruh baya asal Peunayong, Banda Aceh. PDF. Download!
| | Minta Air. Air Sedikit Saja Cukuplah. Saya Tak Tahan Lagi...
Ketika gelombang tsunami mengempaskan wilayah itu Minggu (26/12) pagi, Fuadi (28) masih sempat menyelamatkan diri. Ia mendaki puncak bukit di pulau kecil yang ada di sekitar itu bersama istri, saudara, bibi, dan anaknya yang masih bayi, baru berumur 13 hari. Setelah badai reda, ia turun dari bukit dan mendapati perkampungan di pulau tersebut sudah rata tanah. Tidak ada bekal buat hari-hari mendatang yang masih bisa diselamatkan, cukuplah nyawa masih di badan. PDF. Download!
|
| Gempa & Tsunami: 1| 2| 3 Berita - Cerita: 1| 2| 3
Klik kanan teks download di bawah judul eBook yang Anda inginkan. Menu File Download akan ditampilkan. Klik tombol Save Target As. Menu Save As akan muncul. Klik Save. Tunggu beberapa saat, eBook akan tersimpan di hardisk atau disket, tergantung media apa yang Anda gunakan.Tampilan yang muncul bisa berbeda jika Anda menggunakan browser atau software download berbeda. Tapi prinsipnya sama saja. eBook yang Anda download berformat file PDF. Untuk membacanya, klik 2 kali pada nama file. Selamat membaca! 
|
Studio KataKata |
| |