w w w.kidungpenyair.cjb.n e t

 
Selamat datang di www.kidungpenyair.cjb.net
 

:: Main ::

: Home

: About Us

: Guestbook

: Forum

:: Menu ::


  : Poems / puisi

: Jokes

: Zodiac

: Tips & Trik

: Chat

: Up 2 U




 

Realitas tertinggi

www.kidungpenyair.cjb.net

Dia-lah realitas tertinggi

Kehidupan ada, maka Ia ada...kehidupan tak ada- maka Ia tak ada, walau Ia ada.

Begitulah Ia, Ia ingin dikenal hambanya.

Karena cintanya yang berlebih terhadap sang hamba, maka dari  itu Ia menciptakan kehidupan.

Ia ingin berbagi buah kehidupan , agar dari kehidupan itu- sang hamba bisa melihat Ia melalui mata hatinya.

Ketka Adam dan Hawa berada didalam surga ,

semula mereka tak pernah malu karena "ketelanjangannya",

Tiba saatnya, ketika  iblis menyesatkan keduanya dengan tipuan buah keabadian,

maka saat itu juga  mereka malu akan "ketelanjangannya".

Terusirlah mereka dari dekapan kasih sayang-Nya,

Ditempat pengasingan- Adam dan Hawa merenungi dan meratapi  nasibnya, dalam penyesalan yang teramat sangat ia berujar dalam hati

 

"Oh..seandainya pohon nista itu ditebang dan bibitnya dibakar haingga tak pernah tumbuh !,"

"Kubakar?...darimana kudapatkan  api disurga?...bukankah api telah digunakan-Nya  untuk menciptakan iblis?

"Dan kulihat pula pohon itu tak pernah tumbuh maupun berkembang,

 karena cahaya sebagai syarat tumbuh kembang telah digunakan-Nya untuk menciptakan malaikat !"

"Pohon ajaib apakah itu?!"

"Yang sengaja diletakkan dalam taman abadi-tempat bermain sepasang kepolosan jiwa?"

"Sebuah taman dengan  para penjaga gerbangnya yang begitu gegabah ,sehingga membuat iblis dapat menyusup kedalamnya ?!"

"Dari sekian banyak maksud penciptaan, mungkin hanya satu yang membingungkan akal, kenapa pula pohon itu harus ada?!"

"Dan ternyata pohon itu adalah pohon jiwa!"

"Kunci untuk mengenal hakikat-Nya"

Hartono Beny Hidayat

Kejadian tersebut (masuknya iblis kedalam surga) merupakan metafor, bahwa nafsu dapat menyusup kedalam jiwa, tak ada yang luput dari godaannya, sekalipun jiwa itu dalam keadaan paling putih sekalipun, bukankah para nabi  dan rasul pernah mendapatkan teguran dari-Nya?...bukankah nenek moyangnya juga seorang pelupa?!"

Semoga Allah memberikan bimbingannya kepada kita, sehingga kita tetap berada dijalan-Nya yang lurus, sehingga dapat mengembalikan "ketelanjangan" kita kepada-Nya!

Amien.

 

 


Home

 
Copyright © 2004 www.kidungpenyair.cjb.net
 
Hosted by www.Geocities.ws

1