Olimpiade
Jagorawi
www.kidungpenyair.cjb.net
Motto
: “Mengolahragakan asap, mengasapkan olahraga.”
Yunani,
ditahun 6778 Sm…..
Ext:
Ruang sekolah
“Muridku,
didalam badan yg sehat terdapatlah jiwa yang sehat!” ujar
plato pada muridnya ariestermales.
“Tapi
Guru……….bukankah kebanyakan maling, badannya tampak
sehat2 semua!”.
“Kamu
ini, dikasih tahu ngebantah mulu”….”Coba liat maling ayam…mana
ada sih, didunia ini yang badanya gemuk!”
(tiba2
saja , diluar terjadi keributan, suasana ilmiah berubah menjadi
meriah)
Seorang
murid tampak berlari memasuki kelas dgn tergesa-gesa.
“ada
asap guru, diluar banyak asap!” teriak sang murid dgn nada
tinggi dan gugup
“kompor
siapa yg meledak muridku?!”
(Dgn
perasaan gugup, sang murid berusaha utk melanjutkan pembicaraan…)
“Anu-anu
ru ru rumah bapak …rumah bapak yg diatas bukit baru saja
kebakar pak!”
“apa
kebakar ?!..anak2 proses mengajar kita pending dahulu!”
(Sang
bapak guru panik, ia segera mencari air disumur untuk
memadamkan api yg membakari rumahnya, tapi memang dasar nasib.
Ketika sedang menimba air disumur, tiba2 saja sebuah pesawat
Airbus A300 nyungsep kedalam sumur tsb. Tentu saja pak guru
harus rela dan pasrah bermandikan asap dilubang sumur seorang
diri)
Dimusim
kemarau ini Kota Yunani begitu gersang dan pekat oleh asap,
disana-sini api……konon saking panasnya udara diangkasa kota
Yunani membuat
pakaian2 di jemuran lekas kering. Namun semua fasilitras itu
seakan percuma adanya, karena nggak ada satupun ibu2 yg nyuci
pakaian karena langkanya persediaan air……sayang memang!)
Asap
yg ditimbulkan oleh kebakaran hutan udah kelewatan banget,
lebih item dari asap metromini. Jangankan orang buta, yg sehat
aja bingung mau lewat mana, bahkan sang asap terus menyebar
luas hingga kebukit olimpiakos tempat bersemayamnya para dewa
Yunani………Dewapun murka!
Diatas
bukit dewa bersabda:
“Dasar
manusia!, udah dikaasihhutan hijau eh malah dibakarin,……kalau
mau buka lahan baru, pohon2nya ditebang kek, udah tau musim
kemarau!….kalian smua perusak!, untuk mengobati luka hatiku,
kuperintahkan kalian mengadakan Olimpiade agar kalian berjiwa
sportif!”
Karena
takut murka sang dewa, pada saat itu juga mulailah acara
olimpiade itu dilakukan secara berkala………tradisi
olimpiade terus berkembang dahulu kala masih ditingkat desa,
kecamatan terus berkembang sampai ketingkat dunia…….
Hadiahnyapun
lebih bervariasi, dulu olimpiade pertama sang juara dikasih
daun sirih yg diletakkan dikepalanya plus sayur bening buat
keluarga si atlet. Olimpiade kedua dikasih kerupuk, ketiga
dikasih buku tulis…hingga berkembang jadi hadiah berbentuk
deposito…..
Masih
dahulu kala…olimpiade I, benar2 kejam lho!….dulu wasit
belum ada,..jadi sah2 aja bila ada atlet saingan dari kota lain
yg sedang berlari tiba2 saja hilang dalam perjalanan atau mati
terkena anak panah. Mereka rela mati demi kota yg dibelanya,
itulah resikonya mjadi atlet Yunani.
Makanya
banyak atlet yg memillih rute puncak-Yunani PP untuk menghindri
persaingan yg kurang sehat itu…sang atlet terus berlari dan
berlari, dan sudah tak heran lagi bila sang atlet mencapai
garis finish pada olimpiade berikutnya! (ini atlet apa musafir?!”
Cabang
olahraga yg paling digemari dijaman itu adalah gulat,olahraga
ini muncul konon waktu dulu banyak suami yg meninggalkan
istrinya, dgn alasan pergi berperang .Padahal suami2 itu sedang
sibuk bergulat dgn istri2 muda mereka….timbulah ide dari
seputar isu rumah tangga tsb; para lelaki yg selingkuh diadu
dgn sesama peselingkuh. Yg kalah dilempar kekandang singa.
Menjadikan gulat olahraga yg melegenda.
“Anggar”…dahulu
kala legenda pahlawan zoro begitu terkenal, banyak anak2 kecil
yg mengikuti adegan kekerasan dan berbahaya dari sang idola,
sehingga banyak diantara anak2 itu yg mengalami kebutaan akibat
tertusuk garpu maupun bambu.Karena hal itu terciptalah olahraga
anggar utk manyalurkan bakat dan hoby mereka…
“Bulu
tangkis” dului maling ayam yg kena gep dihukum kurungan
bareng ayam-ayam. Untuk menghiolangi kejenuhan maling2 itu
menciptakan olahraga ini untuk mengisi hari2 mereka…….
Begitulah
asal-muasal kegiatan olimpiade itu dilaksanakan. Kesmuanya
untuk mengagungkan para dewa……….
Hartono Beny
Hidayat
1998
Home
|