|
w w
w.kidungpenyair.cjb.n e t

Negeri
seorang penyair
www.kidungpenyair.cjb.net
Airmataku menitik dari kelopak
jiwa , menetes deras menggenangi tanah kering berduri,
Aku dapati bangsaku tertatih
menahan lapar , dari sebuah negri yang kaya akan madu dan
susu.
Aku saksikan dengan mata rahim
kesedihanku, anak-anak negeri mati ditanahnya -yang penuh
berkah ilahi.
Aku katakan padamu , apa yang
dapat dilakukan- anak terbuang untuk bangsanya yang sekarat ?
Apa gunanya bagi mereka
ratapan tangis seorang penyair yang tidak memiliki tempat untuk
berpijak ?
Aku dengungkan hatimu dengan
suara lirih , "dimana wujud mu berada wahai nurani?!'....'sudah
matikah engkau diistana kehampaanmu ?"....
Ku coba menggetarkan
semangat dari bahumu ,sekedar untuk membangunkan sukma agung-
yang tertidur pulas dikedalaman jiwa setiap mata hati anak
negeri...
Kini kutersadar dari
keprihatinanku yang sia-sia , karena semua takkan
mengenyangkan rasa lapar bangsaku, dan airmataku takkan
menghilangkan dahaga anak-anak negeri...
Aku terjaga dari pembaringanku
yang getir....wahai bumi , air dan benih yang ada digenggamanku....berjanjilah
padaku bahwa engkau senantiasa hidup, dan bersama-sama
tunas-tunas hari depanmu , selamanya bersemi ditanah ....tempat
ari-ariku terkubur.....
Wahai kesegaran pagi yang
menyejukkan, katakan kepada bangsaku, bila benih ini telah
menghasilkan buah kehidupan, kuingin mereka senantiasa
memenuhi genggamannya secara wajar... katakan juga pada
bangsaku, agar saling berbagi benih , menyirami tunas dan
menjaga kesuburan ladang-ladang ilahi dari ketamakan ...
Aku titipkan negeri miskin
ini padamu semesta, dari negeri ku yang kaya raya....negeri
seorang penyair.
Hartono Beny
Hidayat, In Colaboration with KG
1999
Home
|