|
w w
w.kidungpenyair.cjb.n e t

MASA KECILKU
w w w.kidungpenyair.cjb.n e t
Jiwa
seorang anak tak henti dilanda derita adalah seumpama teratai
putih yang sedang terapung . Menggigil diterpa semilir angin
dan membuka hatinya untuk sang fajar . Lalu melipat daunnya
kembali takkala bayang-bayang malam telah datang. Manakala anak
tersebut tidak punya hiburan atau kawan dalam permainan ,
hidupnya akan menjadi penjara yang sempit , dimana ia tidak
mampu melihat apapun kecuali jaring laba-laba ,tidak mendengar
sesuatupun kecuali suara serangga
Penderitaan
yang menghantui selama masa mudaku bukanlah disebabkan oleh
kurangnya hiburan dan permainan karena pada kenyataannya aku
punya itu semua ....bukan pula teman yang tiada terbilang ,kedukaan
itu lebih dikarenakan oleh penyakit bathin yang membuatku
mencintai kesederhanaan . Ia juga mematikan kecendrunganku pada
permainan dan hiburan.
Ia
pulalah yang mematahkan "kemudaan" dari bahuku dan
membuatku seperti "kanvas" yang memantulkan lukisan
"kegelapan dan warna pelangi".
Konon
kebersahajaan membuat seseorang berada dalam kekosongan . Dan
kekosongan membuatnya riang tiada berpikir sedikitpun . Yang
demikian barangkali benar bagi mereka yang terlahir sebagai
mayat dan hidup bagai seonggok jasad kaku diatas permukaan
tanah . Tapi bagi seorang anak yang peka serta tahu sedikit
saja tentang "sesuatu' , dialah makhluk paling sial
dibawah matahari ini, sebab dia tercabik oleh dua kekuatan,
yang pertama mengangkatnya dan mempertontonkan indahnya semesta
dari balik kabut mimpi-mimpi. Yang kedua memaksanya turun
kebumi dan memenuhi pengelihatannya dengan debu dan menyekapnya
dengan segala kekhawatiran dan lamunan....
Setiap
kali aku pergi keperladangan pengetahuan , aku kembali dengan
kekecewaan tanpa sedikitpun memahami penyebab kekecewaan itu .
Aku laksana seekor elang menderita sendirian dalam sangkarnya
takkala melihat sekawanan burung terbang bebas dilangit yang
luas.
Namun
kesunyian dan kepedihan itulah yang menuntunku melangkah menuju
lorong penderitaan sekaligus teman keagungan spiritual.....
Aku
adalah pemburu yang juga diburu , anak panah yang kulepaskan
telah berbalik kembali , dan bersarang tepat dijantungku
sendiri ,Akulah yang "terbang" sekaligus yang "merayap"
. Ketika sayapku melayang bagai burung yang mengangkasa ,
bayanganku diatas tanah merangkak seperti kura-kura. Aku pergi
bersama angin, tetapi bukan berarti kepergianku tanpa tujuan.
Janganlah
kalian khawatir terhadap aku , karena aku datang dari sumber
kesepian yang agung, disaat kabut hitam yang mengambang telah
hilang , aku akan meninggalkan bekas dalam tetesan embun , lalu
bangkit menyatukan diri diawan dan jatuh kebumi menjadi hujan................
Hartono Beny Hidayat, In
Colaboration with KG
1999
Home
Home
|