|
Malam
menanti fajar
www.kidungpenyair.cjb.net
Wahai
malam,
Dikesunyian
dan heningnya aku terjaga
Setelah
kau selimuti aku, kau tenggelamkan aku di lautan inspirasi yang
tak berdasar.
Suaramu
menggelegar, nafasmu memburu laksana gulungan ombak , kau
bangkitkan ruhku untuk melukis warna pelangi.
Wahai
penguasa kegelapan,
Kau
pembuka tabir pelangi jiwaku,
Kau
membuatku menangis, tertawa,
merenung , dan tertegun .
Kau
membawa jiwaku melayang kecakrawala- alam ganjil-alam dimensi
yang tak pernah kukunjungi sebelumnya ,
Dipadang
manakah; kau tinggalkan aku wahai malam ?!
Sendiri
aku disana ....
Kucoba
membangunkan yang lainnya, tetapi kenapa mereka tidur ketika
berjalan ?
Sedangkan
aku- kau buat “berjalan dalam tidur”,
tidak
kah cukup bagimu ,mengganggu
diriku ketika bercumbu dengan bunga tidurku?!
Tapi
kau tak perlu cemburu bulanku, karena kau adalah matahari
“pekatku” ,
Dewi
bagi keindahan malamku!.
Kau
jelmaan seorang Ibunda bumi- yang dengan kasihnya menyapih dan
mendongengkan kebijaksanaan untukku.
Wahai
dewi malamku,
Aku
mencintai kegelapan, sebagaimana aku mencintai terang.
Bagiku
gelap adalah fajar yang tertutup selubung misteri yang bernama
keabadian.
Tetaplah
disini Dewiku , berikan kerlip dan senyuman termanis untukku,
sebelum
kita berpisah untuk bertemu kembali.
Ulurkan
tangan lembutmu, belailah aku ,dongengkan aku dan perlihatkan
cahaya matamu yang teduh itu kepadaku,
sehingga
aku dapat tertidur kembali.
Hartono Beny
Hidayat
2003
Home
|