w w w.kidungpenyair.cjb.n e t

 
Selamat datang di www.kidungpenyair.cjb.net
 

:: Main ::

: Home

: About Us

: Guestbook

: Forum

:: Menu ::


  : Poems / puisi

: Jokes

: Zodiac

: Tips & Trik

: Chat

: Up 2 U




 
 

Kisah si Gila

www.kidungpenyair.cjb.net

Syahdan suatu ketika seorang gila/Bahlul sedang mericau kepada sekelilingnya...ia mentertawakan orang-orang yang sedang mentertawakannya, dalam kegaduhan itu ......seakan-akan sulit dibedakan manusia mana yang sebenarnya  gila......kemudian datanglah seorang sufi, lalu menghampiri orang malang  itu.....ia menyimak secara seksama  kata-katanya , lalu si bahlul bertutur padanya:

" Siapakah aku dalam realitas ini ?!

Terbebaskah aku dari segala atribut ?!

Dalam kegilaan -pengembaraan spiritualku,

 baru kali ini aku memasuki wilayah yang seakan tak bertuan, 

ku telah terjatuh dari puncak keego-an diri dan terkapar dan terbaring diatas tanah ketiadaan ,

Keberadaan hanya milik Dia, sedang eksistensiku tidak ada.

Seakan  jiwa  sedang mengembalikan ruh ketelanjangannya -yang dipinjam dari Pemilik Abadi !.

Dalam ketermenungan mata ketiga ,aku berseru kepada Sang Khalik :

"Ya, Allah apakah ini semata tipu daya setan yang menyelubungi mata hatiku?"....

"Ataukah ini semata sebagai tanda kasih sayang-Mu padaku ?!"

"Bimbinglah aku ya Allah,  sesungguhnya aku makhluk yang lemah dan hina !"...

"Tanpa Cahaya-Mu aku akan tergelincir, tanpa bimbingan-Mu aku tersesat !", 

"Beri aku tanda ya Rabb ....bahwa aku berjalan di jalan yang Engkau Ridhai !"

"Berilah aku mata, yang dengan-Nya .....aku melihat tanda-tanda kebesaran-Mu !"

"Berilah aku pendengaran ,yang dengan-Nya ...aku mendengar seruan-Mu !"

"Berilah aku lisan , yang dengan-Nya...aku memuji kebesaran-Mu !"

"Berilah aku tanda Ya Rabb, bahwa bayangan-bayangan ganjil ini -bukan sugesti ataupun tipu daya iblis yang laknat !"

"Wahai sahabat-sahabat  penghuni rumah kegilaan dunia,...

Dalam perantaraan kalam Ia meminjamkan mata-Nya padaku.... ku merekam dan menyimpannya dalam hati,

Laksana mesin waktu yang menggulung kedepan ataupun kebelakang...

.......Atas ijin-Nya....bayangan-bayangan itu terwujud benar adanya !"....

"Ternyata Ia telah 'berbicara' padaku !"

"Subhanallah !"

Andai Rumi masih hidup secara ragawi....aku akan berbisik padanya:

"Ia dekat Rumi !"......."bahkan lebih dekat dari sisi sehelai rambut sekalipun !"

"Dalam keadaan ekstase , aku saksikan Ia tersenyum dalam keindahan putik-putik bunga, Ia berbisik melalui desiran angin , Ia berbicara padaku dalam kelebutan gemuruh yang membahana dalam kesucian langit,   Ia menangis...... dan dari rintiknya Ia menciptakan kehidupan, yang dicipta oleh-Nya dari  yang mati, ataupun yang telah dihidupkan darinya!"

"Aku menyaksikan bahwa alam merupakan kitab suci, bagi mereka (badui) yang tak memiliki kitab !"

"Dan kubersaksi bahwa wali-wali , nabi-nabi  dan para Rasul terpilih , diutus untuk mempersatukan keberadaan  jiwa-jiwa kami yang terpisah dari Wujud-Nya  -agar dengan ilmunya itu;  ia mengajarkan inti Cinta kepada setiap jiwa , menurut tingkatan evolusi spiritualnya...."

Dalam keadaan sekarat, dengan nafas yang tersengal dan suara yang nyaris tak terdengar,  ia berujar lirih ....

Oh jiwa-jiwa yang malang,  sekalipun seluruh makhluk beribadah seribu tahun lamanya - andaikan jiwa ini dihidupkan dan atau dimatikan-Nya kembali,  niscaya karunia-Nya takkan pernah terbalaskan !"

"Dalam kegetiran ini aku menyaksikan jiwaku dan jiwa-jiwa lainnya,  sekarat melawan selubung ke-egoan diri -yang menutup matahatinya dari Yang Maha Wujud !"...

"Oh Kekasih hati..... kini aku telah letih , maka bebaskanlah jiwa ini ....leburkan dan satukanlah aku dalam keindahan wujud-Mu !"

Tampak si Gila...memegang dadanya,  tidak ada tanda-tanda kesakitan muncul diwajahnya... tak berlangsung lama ,..... perlahan  ia tersenyum penuh mistis kepada mata-mata yang melihatnya -lalu mati,

Kerumunan  yang tadinya mencela menjadi iba padanya...tak ada derai tawa, tinggalah titik airmata, keheningan bathin mendadak meliputi sekeliling jenazah....lalu seseorang dari kerumunan itu  berkata;

"Malang betul hidupnya...Seandainya saja  ia bukan orang gila!... kan kuberi baju atas ketelanjangannya , namun   .....pikirkanlah sejenak wahai saudaraku.... bukankah "ketelanjangan" merupakan  rahasia inti dari  hakikat yaang bernama 'kehidupan'  ?! ".....

Hartono Beny Hidayat


Home

 
Copyright © 2004 www.kidungpenyair.cjb.net
 
Hosted by www.Geocities.ws

1