|
w w
w.kidungpenyair.cjb.n e t
KEJAHATAN
DAN HUKUMAN
www.kidungpenyair.cjb.net
Didalam
diri manusia , �ruh suci� tidak pernah sendiri, karena
didalam dirinya manusia tetaplah masih manusia. Bahkan banyak
diantaranya masih belum bersifat manusia �hanya bayangan
kerdil makhluk tanpa bentuk, mengembara dalam tidur dibalik
kabut mencari kebangkitannya.
Keadilan
tidak serta merta dipisahkan
dari kezaliman , begitu pula kebaikan dan kejahatan. Keduanya
sama-sama bergelar dihadapan wajah matahari , sebagaimana
benang tenun hitam dan putih suci bersama menganyam selembar
kain .
Dan
apabila seseorang hendak menjatuhkan vonis atas nama � hukum�
demi tegaknya keadilan , laksana
�Ia� mengayunkan
kapak ke batang pohon yang dihinggapi
�setan� , hendaklah �dia� melihat dahulu akar
pohon itu-dan disana �ia� akan
mengetahui �akar� yang masih baik, akar yang sudah
buruk, akar yg masih mengandung harapan serta akar kesia-sian
yang hanya mengandung kemandulan jiwa.
Semuanya
teranyam dalam jalinan mesra dipusat bumi yang diam. Dan kalian
wahai hukum 2 yg harus adil , apakah hukuman yang akan kalian
jatuhkan kepada orang-orangyang jujur dijasmani tapi tapi
curang didasar hati ?!�..Putusan apa yg akan kalian timpakan
kepada pembunuh manusia, tapi dirinya telah �tersembelih�
dalam jiwa?!�Dan apa tuntutan kalian bagi para
�pendosa� yang telah tersiksa oleh penyesalan yang
melebihi besarnya tindak pelanggaran ?�..Bukankah rasa sesal
juga bentuk hukuman yg ingin kalian langsung jatuhkan oleh
hukum yang �
sejatinya � ingin kalian tegakkan ?
Bagi
jiwa yg berhasrat untuk memahami keadilan, hampirilah rasa adil
itu dengan benderang cahaya . Hanyalah demikian kalian akan
paham , bahwa �Ia� yang tegak dan �Ia� yang jatuh ,
orang yang sama juga .Ia berdiri diantara keremangan surya ,
antara malam si�makhluk kerdil� dan siang hari si�Jiwa
suci� . Dan nanti akan kalian sadari bahwa batu yang ada ada
dipuncak singgana tidak lebih mulia dari batu landasan yang
paling bawah.
Tentang
Undang-Undang�..
Kalian
membuat Undang-undang laksana anak-anak yang sedang asik dan
serius membuat menara pasir dipantai lalu sambil tertawa
gembira kalian hancurkan sendiri menara-menara itu��
Mereka
melihat kehidupan seperti bongkahan karang dan Undang-undang
sebagai pahatnya, untuk mengukir hiasan �hukum� menurut
selera manusia.
Kalian
jiwa yang terang dapat melihat orang yang berdiri dibawah sinar
matahari tapi dengan �wajah berpaling� dan � punggung
membelakangi��.
Mereka
hanya melihat bayangan sendiri dan bayangan itu mereka jadikan
undang-undang.
Apa
arti�Matahari� bagi mereka, selain merayap tersiksa
menyusuri bayangannya sendiri. Tapi kalian jiwa yang berjalan
menghadapkan �wajah� kearah �Matahari� , adakah
bayangan diatas tanah yang akan menghalangi ?���( Mari
kita renungkan !�����)
Hartono
Beny Hidayat, In Colaboration with KG
1999
Home
|