Buruan
cium ( maaf , pantat ) gue !
Film
"BCG" ditarik dari peredaran karena dinilai
kontroversial atau berbau pornografi. Terlepas dari siapa yang
benar, marilah kita bercermin pada pantat bangsa sendiri
!
www.kidungpenyair.cjb.net
Alkisah
ada seorang tunawisma sedang tertidur disebuah halte. Dalam
tidurnya itu, ia bermimpi sebagai orang kaya
yang berprofesi sebagai seorang produser sinetron.
Suatu
hari siproduser ingin mencari istri baru, maka dari itu ia
mengcasting beberapa wanita-wanita cantik nan sexy untuk
dijadikan pemeran utama disinetronnya, ehm ...sekaligus
pedekate untuk mendapatkan apa yang dicitakannya.
Setelah
casting selesai, siproduser mencari sutradara dan penulis
skenario yang tak lain adalah kawan dekatnya. "Eh, friend
!.Elo pada bisa gak nyutradarain sinetron gue ?!"..."bisa
!, kenapa nggak !...kita-kita kan jago menghayal!" sambut
temannya yang penggangguran itu dengan antusias.
Yah
udah !...elo syafei, gue kasih duit 100 juta per episode , gue
gak mau tahu pokoknya harus jadi dan kalo bisa ceritanya
dibikin kusut dan panjang , biar kita bisa untung banyak
!" kata si produser.
"Sip!...pokoknya
bos tenang aja !....koleksi vcd bajakan kita banyak , jadi kita
bisa ngambil ide-ide itu trus kita bikin deh sinetron yang bos
mau !"..."Mau sinetron kayak meteor garden,...kita
bisa...mau sinetron kayak Maria mercedes bisa diatur!..asal ada
duitnya , cincay ajaa !"
Pada
hari H-nya dibuatlah sinetron itu..."Gimana pemainnya udah
kumpul belum?!", tanya si produser. "Udah bos , tapi
pemain utamanya lagi main disinetron rumah produksi lain.
paling-paling empat jam lagi dia baru tiba ditempat syuting!"...
"Ah,
gila apa lu semua!....kita kan mesti kejar tayang!",
"Trus elo lagi nyoret-nyoret apaan tuh?" tanya sang
produser ketus.
"Lagi
bikin skenario bos!" jawab si sutradara syafei , "Wah
payah lu...gimana karya kita bisa dipertanggung jawabkan kalau
skenarionya aja bikinnya dadakan!" jawab siproduser.
"Tenang
bos!..lagian selera masyarakat kita rendah ini!....yang penting
pemainnya ganteng dan cantik itu udah beres!"
"Lah
, itu ada yang mukanya gak menarik buat apaan?" tanya
siproduser. "Buat kita tendangin, kita jorokin sampe jatuh
, terus kita ketawain pas adegan perkelahian dan
percintaan , biar lucu bos !".
Trus
rumah gede dan mobil-mobil mewah itu?!" lanjut si produser...."Itu
buat pamer aja sih bos, ....biar sinetron kita terlihat
berkelas...lagian kita udah bosen ngeliat yang miskin-miskin,
gak apa-apa kan jual mimpi dikit !"
"Yah
udah, yang penting ini produksi dapat berjalan!...gak peduli
elo seharian pada kerja, yang penting harus jadi ! " kata
si produser sambil larak-lirik kepemeran figuran.
"Ssst,
sini lu!"....
"Ada
apa bos?!"jawab si syafei
"Siapa
tuh cewek yang bohay itu?!"..."Hehehe , tenang
bos!, bos tertarik?!..nanti saya kasih nomor HP-nya!".
"sip!"
kata si bos bangga.
"Nah!..itu
pemain utama dah datang!"..."pemain ambil posisi!,
ada sedikit arahan dari sutradara" pekik asisten sutradara..
"Saudara-saudara
yang saya cintai, cerita yang kita angkat kali ini adalah
tentang seorang wanita miskin berwajah cantik, trus dia
dicintai seorang pria kaya.. nanti si wanita konfilk sama
mertuanya, pokoknya kita bikin cerita tentang orang
miskin baik hati dan tertindas dan jadi kaya mendadak karena
perkawinan, seru gak tuh!....semoga mereka terhibur dan
melupakan sejenak kemiskinan mereka !".
Singkat
cerita, setelah sinetron selesai dibuat, pada suatu hari
sinetron tersebut ditayangkan pada sebuah stasiun
televisi bermaskot kuntil anak.
Si
Syafei sang sutradara dadakan ini, mengabarkan prestasi
gemilangnya pada ketetangga sebelahnya; " keluarga
Asep situkang abu gosok", "si kardi keluarga pemulung"
dan "janda inah yang berprofesi sbg tukang cuci".
Mereka empat keluarga rame-rame nonton sinetron syafei
digubuknya yang kumuh.
Pada
saat pemain utamanya menghajar pemain berwajah jelek ...si
ujang kecil tepuk tangan kegirangan!...Hebaat,trus gebukin
terus biar sijelek tahu diri!", jawab siujang polos.
Disaat adegan pemeran cewek dan cowok pacaran di sebuah mall,
anak perempuan pak asep yang ABG ngomong kebapaknya, "pak
beliin baju kayak gitu dong!....bunga kan pengen gaya, biar
kalau mejeng gak malu-maluin !"
Pak
Asep hanya geleng-geleng kepala pada anaknya, ia terlihat
memberi pengertian ke anaknya bahwa baju-baju itu mahal
harganya, dan dia tak sanggup untuk membelinya.
"Bapak
payah!...nyesel punya bapak kerjaannya jadi tukang abu gosok!"
wajah kecewa tampak menghias hati sibunga ..kemudian ia
meninggalkan ruang petak itu dengan perasaan kecil hati.
Pak
asep menegur ke Syafei, "Fei..elo gimana sih!....bikin
sinetron yang membumi dikit kek!....gak tahu apa, anak gue
keracunan tontonan lo tuh, sekarang gimana tanggung jawab moral
lu?!.
"Yah,
namanya juga orang nyari duit bang!"..."Yang laku
cerita gaya gitu gimana dong?!" , jawab Syafei sambil
melebarkan tangannya tanda menyerah.
Tiga
hari kemudian pak Asep mendatangi si Syafei dengan wajah sedih
dan menangis sesegukan.
"Ada
apa pak Asep?" tanya syafei heran.
Dengan
terbata-bata Pak Asep bercerita , "Tadi siang sewaktu gue
jualan keliling, gue lihat anak perempuan gue ...sibunga mau
aja diangkut om-om hidung belang bermobil sedan!"....gue
nyesel gak bisa beliin dia baju!".."elo tahu Syafei
akibat dari ini semua!, elo melacurin diri lo ke produser...produser
melacurin diri pada selera masyarakat, masyarakat melacur
kemasyarakat...kita semua udah jadi pelacur fei!"...
Setelah
cekcok mulut, akhirnya Pak Syafei dan pak Asep terlihat baku
hantam, mereka saling colek-colekan golok mengakibatkan
keduanya luka parah dan mati. Kesokan harinya peristiwa
tersebut masuk Buser, dampakya sianak jadi putus sekolah,
menyebabkan pikirannya gak bisa berkembang, udah gitu
tontonannya hantu melulu.
Tiba-tiba
si tuna wisma terjaga dari tidurnya..."Ternyata mimpi gak
selamanya indah, biar indah sepertinya perlu dikasih sentuhan
akal kali ya!"
Tema
yang coba diangkat dari ilustrasi ini adalah
Agar
semua komponen bangsa senantiasa mengingat dan memiliki
kesadaran nurani , tentang pentingnya membangun peradaban luhur
yang memiliki jati diri, dengan menampilkan tayangan yang
cerdas dan edukatif, serta bukan hanya sekedar meraih
keuntungan semata.
Semua
hal ini bisa terwujud apabila ada kesamaan visi -antara
pelaku seni dan media pendukungnya.
Dirgahayu
Indonesiaku !
Hartono Beny
Hidayat
Home
|