w w w.kidungpenyair.cjb.n e t

 
Selamat datang di www.kidungpenyair.cjb.net
 

:: Main ::

: Home

: About Us

: Guestbook

: Forum

:: Menu ::


  : Poems / puisi

: Jokes

: Zodiac

: Tips & Trik

: Chat

: Up 2 U




 
 

Aku bukan plagiator  

www.kidungpenyair.cjb.net

Biarlah ku menjadi wadah bagi segala warna bunga, biarlah aku menjadi gelas bagi air-air kehidupan.

Lalu aku mendapati diriku laksana seorang nelayan dilaut lepas yang sedang memancing hikmat pengetahuan dilautan ilmu yang tak berbatas.

Kujaring hikmah-hikmah itu , kubawa menuju "pulau ketidaktahuan" kemudian kucoba untuk merangkainya dengan pemikiranku melalui simbol-simbol dan ukiran yang sebisa mungkin terbebas dari ruang dan waktu.

Aku tidak setuju bila aku dianggap peniru atau plagiator, bagiku diriku laksana penyelam yang mengembara dalam derasnya ombak lautan, kucoba meraih apa saja yang kiranya bisa kupelajari,dan kuangkat untuk kurenungi dalam dimensi alam bawah sadarku.

Semua itu kulakukan agar hikmat-hikmat tersebut tidak tercerai berai ataupun terkurung sepi dikedalaman jiwa, kurangkul mutiara-mutiara tersebut dan kurangkai dengan mutiaraku hingga menjelma menjadi sebuah kerajaan mutiara yang bersinar abadi dikedalaman samudera.

Aku mencoba untuk melepaskan sebuah ikatan historis dari sebuah untaian kata agar tidak terperangkap oleh konflik dan kekacauan linguistik dari kefanaan penciptanya

kemudian aku menyajikannya dalam bentuk yang baru walaupun hasil akhirnya adalah sama; yaitu kesamaan visi didalam mencari suatu nilai kebenaran .

Aku berusaha sekuat tenaga untuk tidak terjebak didalam pemakaian hikmat-hikmat bebas tersebut didalam proses penciptaan karya-karyaku….tetapi apalah dayaku, merekalah yang menarikku , membaringkan tubuhnya kepundakku, kemudian mengajakku untuk meminang dirinya dengan untaian jiwaku , hingga memungkinkan sebuah bintang, menjadi kumpulan bintang ,lalu menjelma menjadi sebuah matahari.

Kuyakin kebenaran ada disemua jalan, dan akupun tak ragu-ragu didalam mengikuti kemanapun jejak kebenaran itu melangkah…

Kuketuk pintu-pintu rumah yang didiami Muhammad, Sidartha Gautama, Isa , Ibrahim, Daud, Musa , Rumi , Gibran, lao tze dsb….dan mereka menerima kedatanganku bak seorang musafir yang terdampar dipadang harapan, lalu dengan senang hati mereka membuka hati dan jiwanya untuk menerima jiwaku yang sedang ‘kehausan”..

Dengan kerendahan hati mereka mengulurkan tangan kasihnya, merangkul dan menuntunku menuju cahaya keabadian…karena aku kamu ,kalian dan mereka…adalah sama, yaitu senantiasa mencari apa itu kebenaran ,ibarat seorang bayi yang merangkak butuh sebuah proses agar dapat tegak berjalan,….. dan dulunya; kita dalam keadaan yang nyaris serupa ; yaitu menderita tuli dan buta, karena bimbingan-Nya lah kita diberi-Nya cahaya petunjuk….. dan ketika kebenaran itu hanya sebagian atau seluruhnya ditemukan, hati kita senatiasa ingin membaginya terhadap sesama .  

Hartono Beny Hidayat

2002


Home

 
Copyright © 2004 www.kidungpenyair.cjb.net
 
Hosted by www.Geocities.ws

1