Saran, Kritik,Usulan dll: [email protected]

Sign Guestbook

View Guestbook

Teknologi-teknologi Kenari T01

 

Teknologi Aerodinamika

Aerodinamika Kenari merupakan penyempurnaan dari aerodinamika Pipit, sebelumnya Pipit hanya mampu mencapai kecepatan hingga mach 3,5 (pada mode jelajahnya) namun Kenari dirancang hingga mencapai mach 7,8 pada mode jelajahnya. Sebenarnya ini disebabkan karena material Kenari, yang kuat menahan panas ekstra tinggi, dan bentuk Kenari yang tidak memiliki air inlet. Kenari tidak memiliki air inlet karena menggunakan mesin Plasma Pinch atau yang resmi disebut Electro Nuclear Engine

Apa itu FSVG (Forward Swept Variable Geometry)?

Salah satu teknologi Kenari dan Pipit yang menentukan peningkatan kecepatan, namun tidak mereduksi kemampuan bermanuver saat dogfight adalah teknologi FSVG-nya. Tapi apa sebenarnya FSVG itu?

FSVG sebenarnya hanya sebuah penyempurnaan teknologi Variable Geometry yang sudah di kenal sejak jaman pesawat Bell X-5 pada dekade 1950-an dulu. Bahkan sejak jaman PD II, seperti pada Messerschmitt P 1101. Dulu Variable Geometry di gunakan pada pesawat-pesawat tempur dekade 1960-an akhir dan 1970-an awal, seperti Sukhoi 24, dll. Tujuannya guna meningkatkan kecepatan, sekaligus mempertahankan agility dari pesawat itu sendiri. Variable Geometry mulai ditinggalkan pada dekade 1980-an saat by pass ratio dari mesin pesawat terbang sudah besar yang nota bene dapat mendongkrak manuver dari pesawat tempur (contoh: General Electric F-404-GE-400). Apalagi setelah teknologi mesin VCE (Variable Cycling Engine) dan mesin-mesin non afterburning yang dapat membuat pesawat mencapai keadaan Super Cruise seperti Pratt & Whitney F119-PW-100, Variable Geometry tinggal kenangan.

Sekarang bagaimana jika perpaduan teknologi FSW (Forward Swept Wing), VCE digabungkan? Diharapkan mendongkrak agility dari pesawat. Namun FSW dan VCE yang non afterburning tidak memiliki kecepatan tinggi, walaupun daya jelajah pesawat dengan mesin VCE jauh lebih baik. Bagaimana menambah kecepatan pesawat agar daya jelajahnya bertambah? Itulah yang FSVG coba atasi. FSVG adalah Variable Geometry yang merupakan kompilasi dari dua jenis pesawat terbang. Yaitu: Foward Swept Wing plane, dan Wing Body plane.

Formasi kedua jenis itu dipakai saat cruising, dan tactical. Pada saat mode taktis, pesawat terbang dalam bentuk FSW, hingga agility pesawat tinggi. Kemudian saat mode jelajah, sayap dari pesawat tersebut terlipat hingga masuk kedalam badan, sehingga badan pesawat yang berbentuk delta berlaku sebagai Wing Body plane. Pipit yang terbang perdana 2019 sebagai demonstratornya.

So, welcome home Variable Geometry!

Kenari, saat mode jelajah di aktifkan. 

 

Teknologi Material 

Tujuh kali kecepatan suara dan Re-Entry kedalam atmosfir bumi, bukan sembarang material yang kuat menahan panas gesekan udara sedemikian tinggi. (k.l. 1000 derajat Celsius) Teknologi luar angkasa sudah menjawab semuanya. Material yang ringan dan tahan terhadap panas pernah dicoba pada X-15. Pesawat yang dapat mencapai 6 kali kecepatan suara itu memakai material logam bernama Inconel X. Material serupa digunakan juga pada RLV (Reusable Launch Vehicle) generasi kedua.

Keramik, bahan yang juga tahan panas ekstra tinggi digunakan pada RLV generasi pertama (Columbia dan saudara-saudaranya) juga baik untuk digunakan. Kenari adalah pesawat tempur, secara taktis maupun strategis Kenari haruslah dapat membuat penetrasi kedalam wilayah musuh. Bahan dasar keramik baik untuk mereduksi efek pemantulan gelombang radar, karena keramik lebih menyerap gelombang dibandingkan dengan logam. Tapi, bahan keramik lebih cepat aus dan habis ketika bergesekan dengan udara panas, sehingga usianya hanya seumur jagung dan mahal.

Campuran logam dan keramik, itulah solusinya. Mass media menyebut Poly Ceramica untuk material Kenari. Sebenarnya itu tidak sepenuhnya benar, keramik pada Kenari adalah sebagai campuran dari bahan komposit Kenari yang sesungguhnya bernama MMC (Metal Matrix Composites). Campuran dari material Kenari adalah keramik SiC (Karbon Silikon?) yang dibentuk melalui kombinasi CVI (Chemical Vapor Infiltration) dan Preceramics Polymer. Yang kemudian di-compose dengan logam-logam seperti Magnesium, Aluminum, dan Tembaga. Air frame Kenari menggunakan campuran ini.

 

Teknologi Propulsi

Berangkat dari pengurangan coefficient drag agar dapat mencapai kecepatan yang tinggi, mesin yang digunakan Kenari di ganti dengan tidak menggunakan turbofan. Biasanya mesin untuk pesawat berkecepatan tinggi memakai Ramjet, Scramjet, atau Air Breathing Rocket. Namun Kenari tidak menggunakan segala macam mesin seperti ini. Mengapa? karena mesin seperi ini memerlukan mesin tambahan untuk lepas landas, atau lintasan rel maglev. Hal seperti itu tidak efektif dan efisien jika harus diterapkan pada sebuah pesawat tempur. Lalu sebagai gantinya, Kenari menggunakan mesin yang dinamakan Plasma Pinch atau yang resmi disebut Electro Nuclear.

Plasma Pinch yang berarti Cubitan Plasma, sebenarnya merupakan reaksi fusi nuklir yang diakibatkan karena proses ionisasi gas hydrogen yang mengakibatkan atom hydrogen tersebut bergerak semakin cepat akibat daya tolak menolak muatan (+) atom. 

H2 » H+ + H+ + 2e-

Gerakan yang sangat cepat itu memgakibatkan gas hydrogen yang panas semakin panas hingga menjadi plasma. Kemudian plasma hydrogen tersebut disemburkan melalui exhaust dengan gaya tolakan yang dihasilkan oleh magnet.

Masalahnya, bagaimana menyimpan plasma yang panasnya bisa mencapai 6000º C, itu? Penyimpanan plasma tidak masalah, penyimpanan itu seperti pada reaktor fusi tokamak, yaitu di bungkus oleh toroid yang dialiri magnet. Lalu bagaimana dengan exhaust? pada exhaust Kenari dilengkapi oleh pendingin nitrogen cair, hai ini agar panas yang diakibatkan radiasi plasma dapat tereduksi agar tidak tertangkap sensor panas musuh.

Untuk lepas landas teknologi elektro nuklir lebih dapat di pakai dibandingkan dengan Ramjet, karena pada prinsipnya mesin ini mempunyai kesamaan dengan mesin roket, tapi pada roket, thrust dari semburannya sulit diatur, besar kecilnya., berbeda dengan pengaturan pada plasma pinch, yang dapat diatur dengan mengatur pasokan hydrogen dan tingkat ionisasinya. Namun untuk keadaan taxiway? Mustahil untuk digunakan mesin tsb. Tidak seperti mesin pancargas yang dapat dipakai saat taxiway, plasma pinch tidak dapat dipergunakan untuk daya dorong sekecil itu.

Solusi untuk itu, pada rear landing gear Kenari memakai motor listrik yang dibangkitkan oleh mesin fuel cell yang dipergunakan pada mobil-mobil awal abad 21, yang nota bene juga berbahan bakar hydrogen.

 

Teknologi Elektronika

Selain sensor-sensor yang biasa di gunakan oleh layaknya pesawat tempur, Kenari memiliki sistem elektronika yang khusus. Kekhususan ini karena sistem elektronika ini dipakai untuk menambah manuver yang dimiliki oleh pesawat.

Pada waktu terbang rendah, pesawat tempur biasa relatif terbang dengan kecepatan rendah, karena informasi yang diterima otak manusia di dapat di proses dengan cepat untuk menjadi proses gerak. Sebagai contoh sederhana adalah seperti pada saat kita mengerem mobil kita, tenggang waktu untuk melihat, menerjemahkan, hingga menginjak rem, dibutuhkan waktu hingga k.l. satu detik.

Kenari menggunakan teknologi GAIMA (Genetic Artificial Intelligence Maneuver Assist.) untuk menjawab masalah itu, didasari oleh kemampuan terbang malam kelelawar yang baik, GAIMA menerjemahkan kemampuan itu.

Komputer DNA yang sudah dikenal teorinya pada akhir dekade 1990-an, adalah komputer dengan kemampuan menyimpan data hingga bertepa-tepa byte. Sebagai asumsi seperlima sendok teh DNA, bisa menyimpan data bermiliyar-milyar CD. Kemampuan ini dipergunakan untuk membuat logika Artificial intelligent yang lebih cepat dibanding super komputer awal abad 21 sekalipun.

Digabungkan dengan radar doppler yang dianggap sama dengan sifat sonar pada kelelawar, Kenari dibuat agar bersifat kelelawar, yaitu dengan radar doppler yang dapat memplot permukaan tanah/laut kemudian digunakan sebagai input GAIMA yang selanjutnya menjadi output sebagai gerak flap, aileron, dan rudder pesawat. GAIMA dapat dinonaktifkan tergantung dengan keinginan sang pilot atau perintah misi.

Dengan demikian pesawat ini dengan GAIMA-nya merupakan semacam tiruan dari kelelawar, ...tapi mengapa kok namanya Kenari, ya?

 

Teknologi Persenjataan

Persenjataan Kenari sederhana, hanya satu jenis, yaitu Senjata Energi Terarah, selanjutnya disebut Enerrah. Enerrah yang sebenarnya senjata Chemical Oxygen Iodine Laser, atau yang juga merupakan gelombang partikel ini, sebenarnya hal yang biasa. Namun yang digunakan oleh Kenari adalah bukan Laser Canon, tapi merupakan Laser Array. Berbeda dengan canon/meriam yang hanya bisa menembakkan satu arah, teknologi array (lebih tepat lagi disebut polar array) ini bisa menembakkan laser kesegala arah. Sebetulnya dengan menggunakan turret-pun senjata ini bisa menembakan kesegala arah tapi turret akan menimbulkan tempat yang banyak dan merusak aerodimamika.

Sinar laser dipergunakan pertama kali pada pesawat adalah pada program ABL (Air Borne Laser) pada tahun 2001. namun laser ini tidak digunakan pada pesawat tempur tapi digunakan untuk menangkal serangan rudal balastik. adapun pesawat yang digunakan waktu itu adalah konversi dari pesawat kargo, yakni Boeing 747-400F karena itu untuk meletakan turret pada pesawat sebesar itu tidak masalah. Bisa dikatakan enerrah yang ada pada Kenari merupakan versi portable-nya.

Array yang merupakan selubung optik berupa semacam gel yang di selimuti oleh semacam kaca yang diletakan pada kanan dan kiri, di atas dan bawah badan Kenari, selain juga pada ekor Kenari. Selubung optik ini dapat membelokan sinar laser kemana saja tergantung arah yang akan disasarkan. Pilot dengan teknologi HMD (Helmet Mounted Display) yang sudah dikenal sejak pesawat generasi IV tinggal mengarahkan sasaran dengan tolehan kepala. Sedangkan kemampuan selubung optik untuk menuruti kemauan si pilot untuk mengikuti arah yang disasarkan, disebabkan karena teknologi nano teknologi yang dapat merubah geometri atau bentuk dari selubung optik sehingga bisa mempengaruhi pembelokan sinar enerrah tersebut ke sasaran yang di tuju.

 

Kinerja Kenari

 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1