Saran, Kritik,Usulan dll: [email protected]

Sign Guestbook

View Guestbook

Sejarah Kenari T01

Proyek Kenari sebenarnya merupakan proyek mercu suar yang akhirnya justru menjadi sebuah breaktrough of technology di dunia dan menjadikannya karya monumental bangsa. Kenari adalah sebuah program luar angkasa yang diajukan oleh Kementerian Riset dan Teknologi untuk memperkuat alut sista Indonesia, dan bukan proposal dari TNI. Dapat di katakan ini sebuah proyek untuk unjuk kekuatan teknologi.

Pada awalnya Kenari jelas menjadi pro dan kontra di tubuh Dewan, karena Kenari jelas merupakan proyek yang menghamburkan uang namun kegunaanya belum terlalu dibutuhkan. Dalih pemerintah bahwa pesawat tempur Garuda Paksi sebagai tulang punggung TNI AU sudah harus digantikan jelas-jelas ditentang oleh DPR

Purwarupa Garuda Paksi di IAS 2026

Namun pada tahun 2021 masih dengan kontroversi yang cukup panas, Proyek Kenari mendapat lampu hijau, walaupun akhirnya berlanjut pada penundaan keputusan yang disepakati oleh DPR. DPR menunda pelaksanaan proyek Kenari menjadi mei 2022, setelah berulang kali mengadakan sidang paripurna. 

Kabar Burung mengatakan bahwa Kenari tetap dikerjakan oleh pemerintah (sebelum mei 2022) tetapi rumor tersebut selalu ditampik oleh pemerintah, dalam hal ini Menristek.

Desain air frame Kenari berdasarkan dari Pipit yang terbang perdana tahun 2019, namun dengan material yang berbeda dan dimensi yang lebih besar. (baca page Teknologi). Bisa di analogikan bahwa Pipit adalah P-38M Lightning dan Kenari adalah P-61 Black Widow. Pipit merupakan pesawat demonstrator untuk membuktikan teknologi FSVG, Forward Swept Variable Geometry.

Gambar 2D Pipit

LAPAN-BPIS-BPPT memegang kendali proyek ini. LAPAN selaku badan luar angkasa Indonesia bertanggung jawab pada desain Kenari, adapun IPTN (dulu PT DI, yg setelah tahun 2019 kembali menjadi IPTN) dibawah komando BPIS sebagai perancang bangunnya.

Kenari dibangun di tempat yang dirahasiakan, tidak seperti Garuda Paksi yang dibuat di komplek IPTN Bandung, dan sampai kini hanya para insinyur dan petinggi proyek itu saja yang tahu dimana tempat Kenari dibangun. Nama proyek Kenari  adalah Kenari X-01, X=eXperimental.

Proyek yang dijadwalkan 6 tahun tepat waktu tuntas diserahkan pada TNI AU tahun 2027, walaupun karena melanggar keputusan DPR yang jika dituruti akan mulur 1 tahun (2028).  

Tanggal 5 Oktober  2027, bertepatan dengan hari TNI dua Kenari T-01 (T=Tempur) diserahkan pada TNI AU, dengan kode TS 0001 dan TS 0005. Adapun terbang perdana Kenari X-01 adalah Juli 2027, dan langsung melakukan manuver! Namun sangat dimungkinkan bahwa penerbangan pertama Kenari sesungguhnya dilakukan sebelum itu dengan rahasia, tapi lagi-lagi itu disanggah petinggi proyek. 

Dua hari sebelum penyerahan dua Kenari tersebut sudah menyelesaikan percobaan penerbanagan ke orbit, dan berhasil.

Total Kenari yang di serahkan pada TNI AU hingga kini berjumlah satu skadron (12 pesawat), yang seluruhnya selesai diserahkan tanggal 10 November 2028 ke Skadron 0 Kucing Angkasa, dan sebagai Skadron baru dan elit TNI AU.

Indonesian Elite

Pada Tahun 2029, Basis Skadron 0 dibagi menjadi dua, Lanud Iswahyudi, Madiun dan di Stasiun Ruang Angkasa Terpadu (SRAT). 

TNI sangat terkesan dengan 'hibah' teknologi dari pemerintah (Ristek) dan ada keingininan untuk menambah Kenari T-01 untuk menggantikan Garuda Paksi di tahun 2037 nanti yaitu 6 tahun kedepan dari site ini di buat, saat itu Garuda Paksi telah operasional 17 tahun. Namun seperti biasa keinginan itu harus melalui tahap yang cukup berat, persetujuan DPR. Saat ini proposal untuk pengajuan itu sudah diajukan, tinggal menunggu waktu.

 

Kronologis Proyek Kenari:

Merah: Kronologis Politik, Biru: Kronologis Teknis

2019

6 Juni Terbang perdana Pipit, pesawat demonstrator teknologi FSVG
31 Juli Proposal Proyek Kenari, dibawah Program Kemajuan Luar Angkasa Indonesia baru di ajukan pada Presiden.
7 Desember Presiden mengumumkan secara tertutup tambahan proyek di bawah Progaram Kemajuan Luar Angkasa Indonesia di depan DPR sewaktu mereka bersidang tahunan, dan menimbulkan kontroversi yang cukup panjang hingga 2022.
2020 5 Februari LAPAN-BPIS-BPPT, direncanakan untuk menjadi konsorsium sementara untuk Proyek Kenari
28 Februari LAPAN membeli Pipit dari TNI-AU guna meneliti penyempurnaan air frame untuk Kenari, namun TNI-AU hanya mengetahui untuk riset biasa, bukan untuk Kenari.
11 Maret Paripurna tertutup DPR, guna membahas dana tambahan Proyek Kenari
30 Maret Sidang menemui dead lock, Proyek Kenari belum di beri Ijin.
15 Mei BATAN menggodog riset  senjata laser baru rahasia.
2021 11 Januari Sidang Tahunan DPR menggolkan Proyek Kenari
18 Januari Konsorsium LAPAN-BPIS-BPPT resmi di buat, Proyek Kenari di mulai, semua lapisannya mulai mengerjakan tahap pengembangan Kenari (Research and Development/R&D) 
19 Januari  LAPAN mendesain air frame Kenari, BATAN mengetes Chemical Oxygen Iodine Laser dan memesan selubung optik untuk teknologi array pada PT (Persero) Nanotek Indonesia
20 Januari DPR secara tiba-tiba mengadakan sidang paripurna dan menghasilkan putusan pembekuan Proyek Kenari hingga waktu yang di tentukan, dan segera pemerintah (Ristek) membekukan Proyek mahal tersebut
22 Januari PT Nanotek Indonesia, menghentikan pembuatan selubung optik untuk BATAN
12 Februari Presiden tetap memerintahkan pada Menristek agar Proyek Kenari dijalankan tanpa sepengetahuan DPR.
19 Februari Selubung Optik senjata laser PT Nanotek di buat kembali, LAPAN menyelesaikan desain airframe, yang selanjutnya mulai dirancang bangun oleh IPTN.
4 Maret PT (Persero) Garuda Engine Power, memulai rancang bangun mesin plasma pinch Kenari, Terhitung hari ini semua Aktivitas Proyek tertutup dan bertempat di tempat yang dirahasiakan.
8 Maret DPR menetapkan untuk terakhir kalinya Proyek Kenari akan di mulai Mei 2022, pemerintah 'mengiyakan'
14 Mei Model Skala kecil Kenari menjalani test wind tunnel capai mach 7, jika mode jelajah FSVG di aktifkan.
2022 1 April Tahap Development Kenari di mulai, setelah riset dengan skala kecil tuntas.
Pertengahan Mei Proyek Kenari baru mendapat ijin resmi dari DPR, setelah tahap R&D-nya sudah mencapai Development
16 September Pesawat kuno Hawk Mk 53 di konversi menjadi GAIMA Hawk, yaitu riset untuk membuktikan Genetic Artificial Intelligent Maneuver Assist., GAIMA dikembangkan oleh LEN
2023-2026 2023 Rancang Bangun dan Experimental Kenari X-01, sebagai Demonstrator Kenari T-01
November 2024 Uji coba gliding airframe Kenari dari orbit bumi, juga uji coba re-entry pertama.
April 2026 Pencangkokan sistem GAIMA pada Kenari X-01
Oktober 2026 Wind Tunnel Test Kenari dalam skala penuh dan bobot asli, dapat capai mach 7 dengan FSVG aktif.
2027 8 Mei Kenari menjalankan uji coba suhu beku. 
9 Mei Kenari di perkenalkan pada TNI AU
5 Juli First Flight Kenari X-01
12 Agustus Kenari X-01 mulai dikonversi menjadi Kenari T-01 untuk diserahkan pertama pada TNI AU tanggal 5 Oktober 2027, dan 10 Kenari T-01 lain mulai dibuat untuk dioperasikan 10 November 2028 (Tahap Engineering Manufacture Development-EMD Kenari)
3 Oktober Percobaan mengorbit pertama pesawat Kenari T-01
5 Oktober Penyerahan pertama Kenari T-01 pada TNI AU, kedalam skadron 0
2028 10 November Penyerahan penuh Kenari T-01
 
Hosted by www.Geocities.ws

1