|
|
Sejarah Kenari T01 Proyek Kenari sebenarnya merupakan proyek mercu suar yang akhirnya justru menjadi sebuah breaktrough of technology di dunia dan menjadikannya karya monumental bangsa. Kenari adalah sebuah program luar angkasa yang diajukan oleh Kementerian Riset dan Teknologi untuk memperkuat alut sista Indonesia, dan bukan proposal dari TNI. Dapat di katakan ini sebuah proyek untuk unjuk kekuatan teknologi. Pada awalnya Kenari jelas menjadi pro dan kontra di tubuh Dewan, karena Kenari jelas merupakan proyek yang menghamburkan uang namun kegunaanya belum terlalu dibutuhkan. Dalih pemerintah bahwa pesawat tempur Garuda Paksi sebagai tulang punggung TNI AU sudah harus digantikan jelas-jelas ditentang oleh DPR.
Namun pada tahun 2021 masih dengan kontroversi yang cukup panas, Proyek Kenari mendapat lampu hijau, walaupun akhirnya berlanjut pada penundaan keputusan yang disepakati oleh DPR. DPR menunda pelaksanaan proyek Kenari menjadi mei 2022, setelah berulang kali mengadakan sidang paripurna. Kabar Burung mengatakan bahwa Kenari tetap dikerjakan oleh pemerintah (sebelum mei 2022) tetapi rumor tersebut selalu ditampik oleh pemerintah, dalam hal ini Menristek. Desain air frame Kenari berdasarkan dari Pipit yang terbang perdana tahun 2019, namun dengan material yang berbeda dan dimensi yang lebih besar. (baca page Teknologi). Bisa di analogikan bahwa Pipit adalah P-38M Lightning dan Kenari adalah P-61 Black Widow. Pipit merupakan pesawat demonstrator untuk membuktikan teknologi FSVG, Forward Swept Variable Geometry. Gambar 2D Pipit LAPAN-BPIS-BPPT memegang kendali proyek ini. LAPAN selaku badan luar angkasa Indonesia bertanggung jawab pada desain Kenari, adapun IPTN (dulu PT DI, yg setelah tahun 2019 kembali menjadi IPTN) dibawah komando BPIS sebagai perancang bangunnya. Kenari dibangun di tempat yang dirahasiakan, tidak seperti Garuda Paksi yang dibuat di komplek IPTN Bandung, dan sampai kini hanya para insinyur dan petinggi proyek itu saja yang tahu dimana tempat Kenari dibangun. Nama proyek Kenari adalah Kenari X-01, X=eXperimental. Proyek yang dijadwalkan 6 tahun tepat waktu tuntas diserahkan pada TNI AU tahun 2027, walaupun karena melanggar keputusan DPR yang jika dituruti akan mulur 1 tahun (2028). Tanggal 5 Oktober 2027, bertepatan dengan hari TNI dua Kenari T-01 (T=Tempur) diserahkan pada TNI AU, dengan kode TS 0001 dan TS 0005. Adapun terbang perdana Kenari X-01 adalah Juli 2027, dan langsung melakukan manuver! Namun sangat dimungkinkan bahwa penerbangan pertama Kenari sesungguhnya dilakukan sebelum itu dengan rahasia, tapi lagi-lagi itu disanggah petinggi proyek. Dua hari sebelum penyerahan dua Kenari tersebut sudah menyelesaikan percobaan penerbanagan ke orbit, dan berhasil. Total Kenari yang di serahkan pada TNI AU hingga kini berjumlah satu skadron (12 pesawat), yang seluruhnya selesai diserahkan tanggal 10 November 2028 ke Skadron 0 Kucing Angkasa, dan sebagai Skadron baru dan elit TNI AU.
Pada Tahun 2029, Basis Skadron 0 dibagi menjadi dua, Lanud Iswahyudi, Madiun dan di Stasiun Ruang Angkasa Terpadu (SRAT). TNI sangat terkesan dengan 'hibah' teknologi dari pemerintah (Ristek) dan ada keingininan untuk menambah Kenari T-01 untuk menggantikan Garuda Paksi di tahun 2037 nanti yaitu 6 tahun kedepan dari site ini di buat, saat itu Garuda Paksi telah operasional 17 tahun. Namun seperti biasa keinginan itu harus melalui tahap yang cukup berat, persetujuan DPR. Saat ini proposal untuk pengajuan itu sudah diajukan, tinggal menunggu waktu.
Kronologis Proyek Kenari: Merah: Kronologis Politik, Biru: Kronologis Teknis
|