|
|
|
|
|
Cahaya Hati ! Cahaya Hati ! Dimanakah Cahaya hati ........ ? Bersembunyi Ia dulu ada disini Masuk dan mengunci rapat pintunya dari dalam Sahabat yang sendiri Alangkah Cinta-Nya Tiada selain Allah Sang Kasih Mari, ambil kembali.......... Wahai Sang Pencinta tanpa keraguan Sehingga selain dari Allah, pergilah semua !!! Hanya hamba dan Allah saja Dua manusia satu Allah Allah saja selamanya....... Dan para malaikatpun menangis ketika sayap-sayao jibril mengepak ke angkasa biru Demi lautan Cinta-Nya Tak mungkin ada yang membekukan hati Demi lautan Cinta-Nya Jangan sirami aku air ! Tapi buatkan aku api..... Untuk kehangatan, jadilah Angin Sehingga terbakar segala materi........... Tapi tidak pula untuk pemakamanku Bergembira, bersorak dan bertepuklah Adakan tari-tarian rimba Untuk srigala malam dan panggilan kerinduannya Tertawalah, nyanyikan lagu kemenangan kita Yang dinanti-nanti sudah tiba !!! Jangan bersedih Sahabat hati........ Air mata tak disini lagi tempatnya Tak tersisa lagi, tak ada siksa Lantas, apa kata hati Yang membuat Allah-ku mencinta ? Lalu menjadikan diantara kita, manusia yang mulia? Apa bisik-Nya kedalam sanubari ? Yang tak henti merindu Oh bukan sekedar mimpi, bila suatu saat menjadi nyata Demi Cahaya Pagi ... !! Bila kau tatap Sang mentari Katakanlah " ketika mimpiku telah tercipta, tanyakanlah kemana jalan menuju surga.....!!! Maulana Jallaludin Rumi Diwan Syams at-Thabrizi - Syair Matahari terbit - abad 13 Masehi terjemah dan kompilasi dari berbagai sumber oleh Syahidanz Musa
|
|
wind and fire, Republik Of Dreams, |
|
presented by JVM -prokeys |