|
Disamping itu ada
persoalan krusial dihadapi
Kadis
Pendidikan Nasional
Sumbar
khususnya kurikulum dan profesionalisme guru, pendidikan murah, anak didik,
sekolah
yang roboh, dalam mengimplementasikan program kerjanya, yakni soal
minimnya anggaran.
Wajar bila kalangan DPRD Prov
Sumbar memperhatikan
serta memberikan dukungan bila alokasi anggaran untuk Kadis Pendidikan Nasional Prov Sumbar
ditingkatkan. Lalu bagaimana
kebijaksanaan
dan implementasi program Kadis Pendidikan Nasional Prov Sumbar. Berikut petikan
wawancara tertulis Abdul Gafar wartawan Obyektif dengan Drs. Batius
Kadis Pendidikan Nasional Prov Sumbar.
Apa
yang menjadi tugas pokok dan fungsi Kadis Pendidikan
Nasional dengan segudang
persoalan yang kini kian
buruk?
Tugas
pokok dan fungsi Dinas Pendidikan provinsi Sumatera Barat adalah melaksanakan sebagian tugas pemerintah daerah di bidang
pembiaan, pengelolaan
dan pembangunan pendidikan dalam berbagai kondisi.
Faktor-faktor
apa saja menurut
anda yang dapat menjadi kunci keberhasilan
dalam
mengangkat citra pendidikan?
Ada
tiga faktor utama agar mutu pendidikan meningkat yaitu terwujud kerjasama
yang sinergi,
seimbang, akuntable antara pemerintah, masyarakat dan swasta dalam
membangun pendidikan. Sebenarnya pendidikan di Provinsi Sumatera Barat
dibandingkan dengan Provinsi
lain
sepanjang ada yang bisa dibandingkan tidak tertinggal seperti APK
danAPM SD, SMP dan Sekolah Menengah, prestasi
kita sudah di atas rata-rata Nasional dan hasil UAN dan berbagai lomba
juga tidak tertinggal dibandingkan dengan
Provinsi
lain.
Tugas
Dinas Pendidikan di Sumatera
Burat dipantau cukup
berat di dalam meningkatkan
citra pendidikan komentar
anda?
Agar
mutuUNAS 2005 lebih baik berbagai aktifitas sudah kita lakukan
terutama rapat-rapat antara Dinas Pendidikan Provinsi dengan Dinas
Pendidikan Kab/Kota
guna menetapkan
persiapan UNAS tersebut yakni bulan September 2004
tentang Kalender Pendidikan
termasuk Ujian Semester dan Unas, tanggal 15 Januari2005 tanggal 19
Februari 2005 dan tanggal 31 Maret 2005. Pelaksanaan UNAS 2005 sebagai
pedoman yaitu Permen Diknas No. I tahun 2005 tanggal 19 Januari 2005 kemudian dilengkapi
dengan hasil rapat koordinasi (Rakor) antar Departemen Pendidikan
Nasional
dengan
Kepala Dinas seluruh Indonesia pada tanggal 28 Maret 2005 bertempat di
Jakarta sedangkan UNAS batas kelulusan tahun 2005 > 4,25.
Disinggung
tentang kecilnya prosentasi anggaran pendidikan Sumatera Barat dapat kita maklumi
|
yaitu keterbatasan PAD,
namun demikian dari tahun ketahun pemerintah daerah selalu meningkatkan
prosentasenya sampai tahun 2009 dapat terpenuhi sesuai dengan
Amandemen UUD 1945 yaitu 20%.
Upaya apa yang dicanangkan dalam pemerataan
atau
perluasan memperoleh kesempatan
pendidikan?
Berbagai
upaya pada perluasan dan pemerataan pendidikan sudah kita lakukan
yaitu di mulai tahun 1984 penuntasan wajib belajar 6 tahun (Sekolah
Dasar) kemudian tahun 1994 dicanangkan pula penuntasan
wajar
9 tahun. Kemudian ada tiga kegiatan yang kita lakukan diantaranya
perluasan daya tampung yaitu dengan membangun USB, RKB dan Rehab Ruang Kelas yang tidak layak,
menekan
angka drop out dengan memberi Beasiswa kepada anak yang kurang mampu dan
beruntung
dan melakukan sosialisasi wajar agar berbagai pihak memahami arti dan
penting nya pendidikan.
Kebijakan serta strategi apa yang ditempuh Kadis
Pendidikan Nasional Prov
Sumbar
dalam program peningkatan
pendidikan ke
depan?
Ada 3 kebijakan strategis di
bidang pendidikan antara lain perluasan kesempatan belajar dalam
rangka menuntaskan wajib belajar 9 tahun yang bermutu,
peningkatan mutu dan relevansi pendidikan dan penataan manajemen pendidikan
yaitu
manajemen berbasis sekolah dan manajemen berbasis masyarakat agar terjadi perubahan
sistem sentralistik menjadi desentralisasi.
Apakah
program sistem pendidikan nasional masih dipegang pulsat apa saja programnya
Dinas
Pendidikan prov. Sumbar?
Sistim Pendidikan Nasional
pada
era otonomi sudah bergeser dari sentralistik ke desentralisasi.
Sungguhpun demikian kebijakan yang dilaksanakan tetap
mengacu kebijakan pusat, seperti perluasan kesempatan belajar,
peningkatan mutu dan dan relevansi pendidikan serta penata manajemen,
sedangkan yang dipegang propinsi Sumbar adalah sebagai pemegang azaz demokrasi
yaitu melaksanakan kebijakan pusat mengkoordinasikan dan
mernfasilitasi kebijakan lintas Kab/kota.
Munginkah
Sumbar jadi barometer
pendidikan nasional?
Kemungkinan
pendidikan Sumatera Barat menjadi barometer pendidikan nasional
mungkin saja sepanjang bisa ditingkatkan kerjasama antara 3 pihak
tersebut diatas yaitu : Meningkatnya komitmen pemerintah, Meningkatkan
partisipasi masyarakat baik moral maupun materil melebihi propinsi
lain, Meningkatkan paitisipasi swasta baik yang ada di Sumatera
Barat maupun di perantauan untuk membangun pendidikan, (Oby.21) |