Museum Benteng Vredeburg terletak di kawasan titik nol. Benteng Vredeburg memiliki nilai sejarah menarik, karena pernah digunakan oleh tentara Belanda unutk menahan serangan dari Keraton Yogyakarta dan pernah menjadi markas militer Tentara Republik Indonesia. DIbangun pada tahun 1760 oleh pemerintah Belanda, benteng ini semula diberi nama Benteng Rustenburg (benteng peristirahatan). Pada tahun 1867 bangunan benteng direnovasi setelah mengalami kerusakan akibat gempa bumi dan namanya diganti menjadi Bentang Vredeburg (benteng perdamaian).
Bentuk benteng tetap seperti awal mula dibangun, yaitu berbentuk bujur sangkar. Pada keempat sudutnya terdapat ruang penjagaan (seleka/bastion), yaitu Jayawisesa (di sisi barat laut), Jayapurusa (sisi timur laut), Jayaprakosaningprang (sisi barat daya), dan Jayaprajitna (sisi tenggara). Sebagai tempat pertahanan, bangunan dilengkapi dengan pintu gerbang (menghadap ke barat), tembok keliling, parit, dan jembatan angkat.
Museum Benteng Vredeburg juga memiliki beberapa koleksi diorama, mulai dari perang Diponegoro (1825-1830) hingga masuknya tentara Jepang ke Yogyakarta (6 Maret 1942), Agresi Militer Belanda II, serta perjalanan sejarah bangsa Indonesia sejak penandatanganan Perjanjian Renville hingga pengakuan kedaulatan RIS pada tanggal 27 Desember 1949.
Museum Benteng Vredeburg buka setiap Selasa hingga Minggu. Hari Selasa-Kamis museum buka pukul 08.30-13.30 WIB, hari Jumat pukul 08.30-11.00 WIB, hari Sabtu pukul 08.30-12.00 WIB, dan hari Minggu pukul 08.00-13.00 WIB.
Sumber: Dinas Kebudayaan DIY