|
Aku lahir pada malam
hari, 18 tahun yang lalu di hari kamis, tepatnya tanggal 04 Maret 198.. Dua tahun perjalanan bersama Ayah
Bunda. Belum lagi genap 2 tahun itu aku sudah ditinggal ibu karena kesepakatan orang tua dan kakek
nenekku.
Sejak umur 2 tahun sampai bangku SMP aku ikut bulik,
nenek, dan budhe karena ayah waktu itu bekerja. Semasa ikut keluarga nenek itulah aku merasakan benar kehausan akan kasih sayang orang
tua. Tapi aku berusaha untuk selalu tabah dan tawakal. Semua kulakukan
sendiri, semua kukerjakan sendiri. Kuperoleh segalanya dengan niat aku
bisa.
Dengan teman-temanku sebaya, mungkin aku lebih banyak makan asam garam
kehidupan. Suka, duka, tangis dan derita pernah
kurasakan. Bukan hanya dari diri pribadi, keluarga, sekolah tapi di semua perjalan
hidupku.
Hanya atas Kehendak dan Pertolongan Allah Satulah, hingga kini aku BISA hidup dan meneruskan cerita
hidupku, untuk kemudian berhasil meraih sebagian kecil
cita-citaku. Sujud ... Syukur tak kan pernah lupa kuucap selalu
kepada-Nya.
|
|
Ini adalah kisah prjalanan seorang anak manusia. Dia seorang dari sejuta umat. Dia adalah seorang hamba dari sekian hamba-hamba Tuhan. Dia sebagaimana makhluk Tuhan ada dan hidup, dia memiliki sebuah sejarah dan kisah perjalanan hidupnya, demikian ini ...
Perjalanan dimulai, jejak telapak kaki di awal perjalanan, seorang musafir
Suatu ketika, syahdan... Ayah dan Ibunya, atas qudrat dan iradat Illahi, dipertautkan. Sementara sang ibu telah dalam keadaan sendiri. Dia punya kakak, seorang kakak yang baik.
Tak berapa lama, sang ibu mengandung putra pertama. Dialah seorang hamba kecil 9 bulan 10 hari dalam kandungan. Tepat saat itu pada hari Kamis tanggal 4 bulan Maret tahun 198... dengan Firman Allah dan sabda alam pula iringan derai cahya temaram rembulan. Saat itulah kemudian terdengar curahan tangis bayi kegembiraan dan dengan keterkejutannya melihat dunia yang terang benderang, dunia yang lain dengan dunia yang baru ditinggalkannya. Setelah melakukan janji hati, perjanjian dengan Tuhan untuk kesanggupan hidup di alam dunia yang serba nyata serba maya serba fana. Lahir dan dunia kini semakin sesak oleh munculnya satu makhluk hamba Tuhan, seorang umat manusia.
Itulah awal perjalanannya, satu dua langkah dalam arah ...
Awal kehidupannya memang diliputi oleh sedih dan pedih dan perih segala, walau belum bisa dia rasakan, sebenarnya. Dan sesungguhnya dia mengerti itu adalah sebuah cobaan. Dan takdir Allah telah berjalan demikian atas hidupnya. Setahun dia bahagia bersama ayahanda tercinta dan ibunda terkasih. Tapi sudah nasib kedua orang tua, harus merindu-dendam dalam awal kehidupan keluarga. Pun berawal dari kakek nenek-nya, atau kedua orang tua dari ayah dan ibu mereka. Tahun kedua adalah tahun dimana takdir berjalan atasnya, sesuatu hal yang andai dia tahu, tak ingin berlaku atas hidupnya. Terjadilah apa yang tidak seharusnya terjadi. orang Tua sadar betapa segalanya menentukan masa depan perjalanan sang Anak. Akhirnya demi Sang Anak, kedua ibu bapa ini harus memilih. Saat itu ia berumur 2 tahunan jalan, itulah saat ia harus berpisah dengan Sang Ibunda tercinta, Ibunda tersayang, Ibunda terkasih, ...
Perjalanan tidak hanya sampai di sini ... dan waktu terus berjalan ...
Kehidupan masa kecil yang sangat berbeda dengan teman-teman sebayanya, segala perih dan derita pernah dia alami, segala garam asam kehidupan pernah dia rasakan, dan dia tumbuh tidak sebagaimana teman sebaya, melainkan menjadi manusia yang lain .. seorang anak yang memiliki kedewasaan lebih, sehingga teman-temannya tahu dimana mereka harus bertanya dalam suatu masalah, dan tahu dimana mereka bisa bertemu teman untuk di ajak bermain.
Kehidupan dalam himpitan aturan orang tua dan famili, penuh dengan keteraturan, dia jalani dengan sabar, walau dengan rasa sedih, dia tahu bahwa itu cobaan, dan dia tahu bahwa itu adalah demi kedewasaan dirinya, dan dia tahu bagaimana bersikap dan bertingkah yang lebih baik daripada sebuah pertentangan terhadap keluarga. Sebuah sikap yang bijaksana ...
Kehidupan masa remaja dan masa-masa sekolah, sungguh menyenangkan baginya. Dia dapat berteman dengan siapa saja, sifatnya yang supel dan enak untuk diajak ngobrol, membuat teman-temannya banyak yang ingin bertemu dan berbagi cerita, atau sekedar memecahkan masalah kecil. Tidak jarang teman-temannya berurai cerita untuk memecahkan masalah bersama, saling mencari jalan keluar, dan saling memberi nasihat sillaturahmi.
Prestasi di sekolah juga tidak buruk. 3 tahun masa pendidikan lanjutan adalah masa terbaik dalam perkembangan ilmunya, tidak pernah dalam rapot dia memperoleh peringkat di bawah angka 1. 3 tahun pendidikan masa remajanya pun tidak buruk, di SMK, tidak jarang pula memperoleh peringkat 5 besar. Kerendahan diri dan sifat jujur dan baik tidak pernah membuat sombong terhadap teman-teman dan lingkungannya.
Masa di sekolah juga sebuah masa yang indah menurutnya. Dimana dia telah memperoleh kedewasaan diri yang lebih. Di mana dia memperoleh sebuah pelajaran hidup mengenai persahabatan dan cinta. Dia belajar dan akhirnya tahu akan suatu hal terbesar yang ada dalam dunia ini. Kehidupan yang lain dari alam persahabatan. Untuk kemudian dia tahu arti apa sebenarnya sebuah persahabatan dan cinta kasih sesama ...
Sementara detik dan waktu kian berjalan tanpa lelah dan tanpa mengeluh .. demikian pula dengan perjalanan hidupnya ...........
Hidup ini dia jalani dengan senyum dan kejujuran. Alhamdulillah, peristiwa demi peristiwa serba kebetulan berlaku atas hidupnya. Bagaimana dia menuntut ilmu, bagaimana dia mendapat dan menjalani karir pekerjaannya. Demikian lancar tanpa hambatan berarti. Walaupun sampe sekarang ini apa yang dia hasilkan dari pekerjaannya belum seperti yang dia inginkan, dia sadar .. karir adalah sebuah perjalanan hidup yang memiliki tahap dan tahap. Orang untuk berhasil adalah dimulai dari bawah untuk kemudian di atas. Dia pernah merasakan itu .. Dia tahu bahwa sekarang ini dia masih ada di posisi terbawah karirnya .. dan dia sadar bahwa perjalanan karirnya masih begitu panjang dan berliku ... Aku Harus Terus Bangkit dan Berjalan ... Berlari .. bahkan andaikan bisa Terbang .. Cinta-Cita .. akau akan menggapaimu ... Tunggu Saat aku bertemu denganmu ...
Dan masih betapa panjang padang kehidupan menanti di masa depan
Sementara waktu kian berjalan tiada mengenal lelah dan tak kan pernah berhenti sevelum saatnya berhenti ...
Bagaimana akhirnya nanti .. Kun Fayakun ... Wallahu A'lam ...
|