Amillinnium - Alkitabiah?
Ishak Natan
Nov 2023
Perang Antara Israel dan Hamas Tidak
Seperti Perang Lainnya
Mereka yang tidak mempercayai janji-janji Tuhan kepada
Israel mungkin berpikir bahwa konflik yang meluas di Timur Tengah sama
seperti perang lainnya, seperti yang terjadi di Ukraina.
Alkitab memberi tahu bahwa ini hanyalah awal dari perjuangan
Israel untuk bertahan hidup, yang kemungkinan akan berlangsung hingga
dimulainya tujuh tahun 'Masa Kesengsaraan Yakub' dan kemudian berkobar
lagi di
titik tengahnya ketika Setan memperbaharui kebenciannya terhadap
orang-orang Yahudi dengan kemarahan yang mematikan oleh Antikristus.
Setan mengilhami serangan biadab pada tanggal 7 Oktober 2023, sebagai
bagian dari agendanya untuk mencegah Yesus kembali ke Israel yang
bertobat pada Kedatangan Kedua-Nya. Yesus bersabda bahwa komunitas Yahudi di
Yerusalem kelak akan menyambut Dia dengan kata-kata, “Berbahagialah dia
yang datang dalam nama Tuhan” (Mat 23:39). Tentu saja, iblis akan
gagal dalam upayanya menghentikan penggenapan firman Tuhan ini.
Walaupun demikian
hal itu tidak akan menghentikan upayanya untuk menghentikan
pemerintahan milenial Tuhan Yesus sebagai rajanya atas umat Israel yang akan digenapinya. Tentang kerajaan seribu tahun klik disini.
Apa yang terjadi saat ini di sekitar Israel mempunyai relevansi yang
besar bagi orang-orang kudus Perjanjian Baru.
Banyak orang-orang kudus yang tidak siap menghadapi apa yang mungkin terjadi
selanjutnya. Mereka tidak pernah mendengar bagaimana tanda-tanda akan
datangnya 'Kesengsaraan Yakub' menandakan dekatnya kedatangan Yesus bagi tubuh Nya demi membawa mereka yang telah ditebusNya pulang menuju kemuliaan (1 Cor
15:47-54, Phi 3:20-21; Col 3:4).
Meminimalkan signifikansi Israel
Amilenialisme sering kali memandang bangsa Israel hanya sebagai catatan
kaki sejarah, dan bukan sebagai bagian penting dari rencana Tuhan di
masa depan. Hal ini dapat menyebabkan kurangnya dukungan terhadap
orang-orang Yahudi dan berkurangnya pemahaman akan janji-janji
perjanjian Allah kepada Israel.
Terlalu menekankan masa kini
Amilenialisme dapat menyebabkan penekanan berlebihan pada masa kini dan
pengabaian masa depan. Sehingga hal ini mengakibatkan kurangnya fokus pada
persoalan kekal dan pengabaian terhadap pentingnya menjalani kehidupan
yang berkenan kepada Tuhan.
Mengabaikan pentingnya penginjilan
Amilenialisme
dapat menyebabkan pengabaian terhadap pentingnya
penginjilan bagi orang Yahudi dan kurangnya urgensi memberitakan dan
membagikan Injil kepada bangsa-bangsa non Yahudi. Hal ini berdampak
kurangnya pertumbuhan dan kedewasaan
dalam Gereja dan kegagalan dalam memenuhi Amanat Agung.
Orang Yahudi Adalah Umat Pilihan Tuhan
John 15:18-19 Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia
telah lebih dahulu membenci Aku [Yesus] dari pada kamu. Sekiranya kamu dari
dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena
kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia,
sebab itulah dunia membenci kamu.
Penganut aliran Amilenialis menegaskan bahwa keturunan Yakub bukan lagi
umat pilihan Tuhan. Mereka mengklaim bahwa gereja kini adalah kerajaan
Tuhan di bumi dan penerima janji-janji-Nya kepada Israel, meskipun
dalam arti rohani. Pengajaran seperti itu, seiring berjalannya waktu, melahirkan
anti-Semitisme atau, setidaknya, ambivalensi terhadap nasib orang-orang
Yahudi.
Tokoh bapak gereja Agustinus, teolog yang
mempopulerkan penolakan terhadap
kerajaan masa depan bagi umat Israel, ditipu oleh iblis dengan ketidak sukaannya terhadap orang
Yahudi. Sikap dengki yang sama ini membuat tokoh protestan Martin Luther dan tokoh reformasi Johannes Calvin gagal paham
menerapkan prinsip penafsiran literal Kitab Suci terhadap nubuatan yang
belum digenapi. Akibatnya, sejarah gereja penuh dengan contoh-contoh tragis
tentang bagaimana paham amilenialisme mengobarkan semangat kebencian yang mematikan
terhadap orang-orang Yahudi umat Israel.
Tambahan pula gereja-gereja denominasi utama dinegara-negara berbasiskan nilai-nilai
'Kristendom' telah lama menganut berbagai bentuk
amilenialisme. Mereka kini bersatu untuk mendukung perjuangan Palestina sambil
mengabaikan barbarisme Hamas. Mereka 'dibutakan' fakta bahwa mereka
yang menyerang Israel tidak menginginkan perdamaian melainkan
pemusnahan umat pilihan Tuhan.
https://www.youtube.com/watch?v=T8SsHlDVc58
https://www.youtube.com/watch?v=whApL3QzYE0
https://www.youtube.com/watch?v=4ekA74X8nQY
Tanah Palesina Itu Milik Bangsa Israel
Alkitab mengatakan bahwa janji Tuhan tentang Tanah Palestina kepada Abraham,
Ishak, dan Yakub adalah “perjanjian abadi” (1 Chr 16:14-18; Psa
105:7-11). Jika kata “kekal” memiliki batas waktu yang terbatas maka kata tersebut kini telah habis masa berlakunya; Lalu apa
implikasinya bagi kita orang percaya yang mempercayai janji Allah mengenai “kehidupan
kekal”?
Terlebih lagi, janji awal Tanah itu kepada Abram sepenuhnya tanpa syarat; Hanya Tuhan
yang berjanji untuk menggenapi perjanjian ini ketika Abram sedang
tidur (Gen 15:12-21). Dipihak lain keberlanjutan kenikmatan Israel bermukim diatas Tanah Palestina selalu
bersyarat, bukan hak mereka atas tanah tersebut kalau mereka tidak taat kepada firman Nya,
yang dijamin oleh Tuhan sendiri (De30:17-20).
Jika dilihat sekilas, pesan para nabi Perjanjian Lama sudah jelas:
Tanah itu masih milik Israel, dan negara-negara yang berupaya
membaginya akan sangat menderita akibat murka Allah (Joel3:2).
Kata-kata dalam Kitab Suci memberikan
konteks nubuatan atas apa yang terjadi di Israel
Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah
memiliki implikasi yang bersifat ramalan di masa depan.
Tuhan pasti akan melindungi umat pilihan-Nya,
namun jalan antara saat ini dan pemulihan kerajaan bagi mereka akan
menjadi jalan yang penuh penderitaan.
Meskipun pesan ini semakin tidak populer di kalangan gereja yang percaya pada Alkitab, 'Masa Kesengsaraan Yakub' sedang
mendekat. Baik para nabi zaman dahulu maupun Rasul Yohanes dengan jelas
mengungkapkan bahwa suatu hari Tuhan akan secara langsung campur tangan
dalam sejarah manusia untuk menghakimi kejahatan, pelanggaran hukum,
kebrutalan, dan kekerasan diplanit bumi ini.
Para pemimpin gereja masa
kini mempunyai
tanggung jawab yang sungguh-sungguh untuk membekali orang-orang kudus
dengan pemahaman tentang bagaimana sikon dunia saat ini amat
berhubungan dengan
akhir zaman serta menyemangati mereka dengan kemuliaan yang menanti
pada saat kedatangan Yesus bertemu dengan tunangan Nya
(2Cor11:2).
Apa lagi, sebelum murka Allah menimpa
bangsa-bangsa, Yesus akan muncul, memberikan tubuh yang tidak fana
kepada semua orang-orang kudus Perjanjian Baru, dan membawa ke rumah
Bapa-Nya dalam kemuliaan (Joh 14:1-3; 1 Cor 15:47-55, Col
3: 4; 1 Thes 4:13;5:11).
Keyakinan akan pengharapan yang mulia inilah datang dari percaya akan
kata-kata yang diilhami Roh Kudus oleh Rasul Paulus
mengenai Pengangkatan.
Pengangkatan pasti akan
terjadi ketika Yesus membawa kita ke rumah Bapa-Nya dalam tubuh
kemuliaan.
Maranatha!
Datanglah segera,Tuhan Yesus!
___________________________
https://en.wikipedia.org/wiki/Amillennialism
https://digitalcommons.liberty.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1053&context=pretrib_arch
https://www.raptureready.com/2023/10/25/words-that-give-us-hope-for-such-a-time-as-this-by-jonathan-brentner/
https://www.spiritandtruth.org/teaching/reviews/tony_garland/review_of_millennial_debate.pdf?x=x