Bentuk Pembelaan, Jihad, penyebaran dakwah, solusi dan tidak untuk pembalasdendaman&Kebencian di dalam Al Quran
Beberapa ayat telah disalahgunakan oleh umat umat, Sudah saatnya diralat untuk penjelasan demi kebenaran Islam

Assalamu Alaikum Wr.Wb, Surat 5 Al Maaidah ayat 20 dan 21 dengan Judul "Keengganan bansa Yahudi mentaati perintah Nabi Musa A.S memasuki Palestina dan akibatnya",
-Surat 5 Maaidah 20: Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaukmku, ingatlah ni'mat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi nabi di antaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang orang merdeka, dan diberikanNya kepadamu apa yang belum pernah diberikanNya kepada seorangpun di antara umat umat yang lain.
-Surat 5 Maaidah 21: Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu *409, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang orang yang merugi.
Yang tertulis dalam Surat Al Maaidah 20 ke 21, mengartikan bahwa Umat umat Yahudi selama beriman dan bertakwa padaNya boleh tinggal di tanah suci Palestina. Dalam konflik Israel-Palestina, seharusnya umat umat beriman dapat menahan diri untuk melihat cara cara lebih baik daripada melakukan pertumpahdarahan dan pembalasan. Sesungguhnya selalu ada tempat untuk berdialog, solusi bagi umat umat agar menyelamatkan masyarakat Palestina maupun beriman. Sebab kita sudah melihat sudah berlangsung perang berpuluhan tahun di perbatasan Palestina, tidak membawa manfaat sama sekali.
Maksudnya perlu menggunakan cara cara lebih baik daripada hanya mengandalkan fokus pada perjuangan perperangan pertumpahdarahan. Yaitu berdialog, kerja sama untuk keselamatan masyarakat beriman, kebersamaan, mencari penyelesaian, dan berintropeksi diri sendiri untuk membangun penyebaran dakwah yang benar. Penyebaran dakwah berupa perlunya usaha keras membawa masyarakat kembali ke ketakwaan padaNya untuk membenarkan tindakan tindakan yang baik daripada hal hal buruk/sesat agar tercapai kesadaran atas ketakwaan dan keimanan.
Dalam surat Al-Baqarah, ayat 193,
Artinya Ayat ayat dari 189 ke 195 dalam surat Al Baqarah, sangat melarang umat umat menyerang bila kaum kafir tidak menyerang, terkecuali boleh menyerang selama ada niat umat umat kaifr menyerang. Seterusnya tidak ada tertulis bila dalam keadaan terdesak, diharuskan membunuh banyak orang orang tidak bersalah dgn bom bunuh diri. Melainkan hanya dijelaskan dalam keadaan terdesak yaitu pembelaan diperbolehkan melakukan jihad bom bunuh diri terhadap orang orang yang berniat melawan. Misalnya tidak seharusnya selama ini, mengarah pemboman bunuh diri pada masyarakat Israel tidak bersalah yg tidak ada niat menyerang. Selamanya belum ada tertulis dalam Al quran.
Sejarah Nabi Muhammad dan Al quran menyatakan bahwa Menawan/menahan para lawan untuk diberi ketobatan dan *ketakwaan. Penahanan dapat dimaksud kemiripan dengan Rehabilitasi dan Penjara. Seharusnya Penjara maupun Rehabilitasi memberi penyuluhan kesadaran, keimanan, ketakwaan dan ketobatan demi kebersamaan dan kebaikan kondisi dan masyarakat di dunia ini.
*Ketakwaan adalah mendekati perintahNya dan menjauhi LaranganNya dalam tujuan dunia.
Allah sangat menyukai umat umat lebih mengutamakan perjuangan penyebaran dakwah dan kemenangan tidak harus dengan peperangan pembalasdendaman melainkan juga dengan usaha memerangi dengan dialog, penyebaran dakwah, solusi, kebersamaan. Sangat wajib hukum untuk membantu kesadaran umat umat sesat dalam keimanan dan ketakwaan daripada hanya mengandalkan peperangan
Di mana diajarkan ketabahan, kedisiplinan, pemikiran, perasaan dan kemandirian dalam perjuangan Islam untuk membangun tujuan hidup sesuai dengan ajaranNya. Demi menjaga kelangsungan tujuan hidup peradaban sesuai amanahNya.
May Allah bleesing us all, Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana
Penjelasan termasuk contoh dalam Konflik Palestina-Israel dan Irak,
"Dan perangilah mereka itu terus sehingga tidak terjadi lagi fitnah dan agama itu hanya bagi Allah. Kalau mereka sudah berhenti menjalankan perbuatan itu, maka mereka tidak boleh diserang, kecuali terhadap orang yang zalim."
In the name of Allah, Most Gracious, Most Merciful
Semoga bermanfaaat,
Wassalam Alaikum Wr.Wb,
![]()
Copyright
� 2004 TheIslamTruth. All rights reserved.
Privacy Policy
- Terms of Service
- Guidelines
- Help