Image
. Blog
  •  

  • Kran air adalah alat yang digunakan untuk menutup dan membuka katup saluran air sesuai dengan kebutuhan kita. Kran air yang paling sering kita temui di kehidupan sehari-hari kebanyakan adalah kran air konvensional yang masih menggunakan metode manual yang melibatkan tangan di dalam pengoperasiannya.

  • Penggunaan kran air jenis konvensional ini menjadi tidak praktis karena fungsi yang dijalankan memiliki kelemahan terhadap sistem yang digunakan. Contoh simpelnya yakni membersihkan tangan dan menggosok gigi. Kedua kegiatan ini melibatkan tangan yang mana juga digunakan dalam pengoperasian instrumen. Adanya kelemahan dalam sistem tersebut, membuat pengguna cenderung malas untuk mengoperasikan alat ini (terutama menutup kran) sehingga kran akan dibiarkan terbuka selagi pengguna melakukan kegiatannya seperti menggosok gigi. Hal ini mengakibatkan pemborosan air yang berkelanjutan. Data menyebutkan bahwa membiarkan kran air terbuka selama satu menit sama dengan membuang air sebanyak delapan liter (Yodiman, 2011). Jika angka tersebut dikalikan dengan jumlah pengguna alat ini dan pengoperasian perharinya dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat ini menyumbang andil yang besar dalam pemborosan air di biosfer yang mana telah menjadi masalah dunia ditengah krisis air bersih yang disebabkan perubahan iklim yang berhubungan langsung dengan terhambatnya siklus hidrologi.

  • Selain masalah pemborosan air, efisiensi alat konvensional ini juga masih dipertanyakan. Hal ini dapat dilihat dari penggunaannya untuk membersihkan tangan pengguna. Ketika hendak membuka kran air, tangan pengguna yang tadinya kotor akan bersentuhan langsung dengan kepala penggerak katup kran air. Hal tersebut menyebabkan bakteri dan kotoran pasti akan menempel pada penggerak katup tersebut. Setelah bersih, tangan pengguna akan kembali mengadakan kontak dengan dengan penggerak katup yang menyebabkan bakteri dan kotoran akan menempel kembali pada tangan yang tadinya telah dibersihkan sehingga proses pembersihan tangan dengan alat konvensional ini dapat dikatakan tidak sempurna. Menurut Direktur Klinik Mikrobiologi dan Imunologi Universitas Langone New York, Philip Tierno, Ph.D., kran air merupakan tempat yang berada pada urutan pertama penyebaran bakteri terutama bakteri E. coli (Amanda, 2012) yang dapat menimbulkan penyakit pencernaan. Karena masalah tersebut, dibutuhkan kran air yang dapat membuka dan menutup dengan otomatis sehingga tangan tidak perlu lagi mengadakan kontak dengan pemutar katup keran.

  • Sebenarnya kran air otomatis jenis ini sudah dibuat sebelumnya. Tetapi, kran air tersebut dirancang dengan menggunakan kendali mikrokontroller AT89S51 dan sensor jenis IR (Beriyanto, 2011) dan laser yang sangat rumit dan mahal, sehingga hanya dinikmati oleh masyarakat menengah ke atas saja. Oleh karena itu, peneliti ingin merancang ulang kran air otomatis menjadi lebih sederhana dan terjangkau oleh masyarakat dengan hanya memanfaatkan energi potensial dari kaki pengguna pada saat berdiri di depan kran air. Walaupun begitu, kran ini dapat menghasilkan tingkat efisiensi dan efektifitas yang tidak kalah dengan kran air berteknologi tinggi. Penggunaan energi potensial dari tumpuan kaki (tanpa keterlibatan tangan) pada sistem akan mempermudah pengguna mengoperasikan kran air sehingga dampak negatif yang telah disebutkan di atas dapat dihindari. Selain itu alat ini tidak menggunakan listrik di dalam sistemnya (berbeda dengan kran air dengan mikrokontroler dan sensor), sehingga pemborosan energi listrik yang berdampak pada membengkaknya biaya tagihan dapat dikurangi. Ditambah lagi dengan prinsip kerja mekanika yang diterapkan, peneliti yakin bahwa sistem ini akan mudah diaplikasikan di semua lingkup golongan masyarakat. Sebuah alat yang berasal dari ide sederhana tetapi memiliki manfaat yang tidak disadari sebelumnya, The Automatic Water Taps Feet Pressed System adalah sebuah inovasi terobosan terbaru water taps masa depan (HR).

Domo-kun Waving His Hands