Home
Profil
U Ought Ta Know!!!
Ruang Pamer
Show Film Comment HI-Tech Contact Astromirror Guest Book

 

siapapun yang tidak mau berfikir bahagia, maka selama itu pula ia tidak akan merasa bahagia

 

 

 

 

 

 

 

'GARASI' Kisah Anak Band Yang Mencari Jati Diri

Semua tokoh utama film ini adalah remaja yang haus akan musik. Salah satunya Gaia (Ayu Ratna), seorang vokalis muda yang keras hati namun belum juga menemukan band yang cocok. Ia juga memiliki rahasia pribadi yang membebaninya berkaitan dengan kehidupan masa lalu ibunya, Kinar (Syaharani).Ada pula Aga (Fedi Nuril), seorang komposer muda berbakat yang tak sepaham dengan visi musik kakaknya ingin membentuk sebuah band seperti cita-citanya selama ini. Tak ketinggalan juga, Awan (Aries Budiman), sahabat Aga dari kecil, yang pernah meninggalkan Aga ke Jepang sebelum akhirnya kembali ke lagi Bandung untuk mengejar mimpi mereka yang tertunda.Dua sobat musisi "siap pakai" itu pun mencari vokalis untuk band baru mereka. Secara kebetulan Aga berhasil merayu Gaia untuk menjajal kebolehan permainan vokalnya, gara-gara berebut album grup lama Guruh Soekarno Putra, The Gypsy. Gayung bersambut, Gaia, Aga dan Awan ternyata langsung kompak karena kesamaan visi: hidup dari bermain musik.Lalu mereka pun membentuk band bernama "Garasi" dengan dukungan dari toko musik D'Lawas tempat berkumpulnya para pecinta musik sejati, yang dikelola Revi (Desta), Bison (Ari Dagienkz), dan Deden (David Tarigan). Keunikan mereka mendapat sambutan hangat.Popularitas Garasi tak lantas membuat segalanya jadi mudah. Perasaan cinta yang muncul harus dipendam karena keinginan mereka untuk mendahulukan musik; persahabatan mereka diwarnai kesalah-pahaman; pertentangan

 dengan keluarga kerap memperuncing masalah; dan pada puncaknya, terpaan gosip dan tuduhan dari masyarakat sekitar yang menyudutkan mereka menjadi sebuah pengalaman berharga yang takkan pernah terlupakan.Debut sutradara Agung Sentausa ini diklaim sebagai film bertema anak band pertama di Indonesia. Ide ceritanya sendiri berdasarkan kekaguman Mira Lesmana akan semangat bermusik anak muda sekarang. Ide itu lalu dituangkan dalam bentuk script oleh Prima Rusdi.Konon, penggarapan film ini menghabiskan biaya hingga Rp 5 miliar. Adapun proses casting-nya sendiri memakan waktu hingga 4 bulan dan berhasil menjaring lebih dari 200 orang peserta audisi, mulai dari Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Dalam film ini, grup band Garasi berhasil juga menelurkan enam lagu bercorak indie.Hal lain yang menjadikan film ini unik adalah pemilihan lokasi syuting di Bandung, tempat lahirnya banyak musisi berbakat. Tak ketinggalan pula, penampilan para musisi papan atas seperti Kikan-Ernest Coklat, Andi /rif, Iwa K dan Sita RSD yang membuat film GARASI makin bertambah semarak.

 

'MEMOIRS OF A GEISHA' Ketika Kecantikan Hati Bicara

"My World is as Forbidden as it is Fragile;

Without is Mysteries, it Cannot Survive"

Film ini menceritakan tentang sebuah dunia yang eksotik dan misterius di Jepang pada awal tahun 1930-an. Kisahnya berlatar pada era sebelum Perang Dunia II berkecamuk. Saat itu, seorang gadis kecil bernama Chiyo (Suzuka Ohgo) dan kakak perempuannya dibawa ke kota Kyoto untuk bekerja sebagai pelayan di sebuah rumah geisha. Selama bekerja disana, Chiyo diperlakukan dengan kasar, bahkan kerap dipukuli. Karena tak tahan lagi, ia dan sang kakak pun berencana untuk kabur. Namun sayang, mereka gagal bertemu kembali di tempat tujuan yang sudah ditentukan, karena Chiyo berhasil tertangkap dan segera dikembalikan ke rumah geisha itu. Kini, ia harus menjalani kehidupan yang berat dibawah tekanan sang pemilik rumah geisha, O-Kami, karena terancam menjadi pelayan seumur hidup. Ia pun dipaksa menjadi pembantu seorang geisha yang paling terkenal di seantero Kyoto, Hatsumomo (Gong Li). Meski sengsara, namun Chiyo tak sendirian. Ia masih punya teman curhat bernama Pumpkin (Youki Kudoh), seorang pelayan yang juga sebaya dengannya. Suatu ketika, Chiyo mengalami kecelakaan karena terjatuh dari atap rumah. Ia pun diselamatkan oleh Iwamura Ken (Ken Wantanabe). Tak hanya itu, Ken pun menghiburnya dengan membelikan es krim dan menghadiahkan saputangan miliknya. Lantaran sikap Ken yang ramah itu, rupanya Chiyo mulai jatuh hati dan berharap suatu hari nanti bisa menjadi geisha-nya. Waktu pun berlalu, dan impian Chiyo menjadi kenyataan saat saingan Hatsumomo, bernama Mameha (Michelle Yeoh) datang dan mengajarinya semua teknik yang diperlukan untuk menjadi seorang geisha sejati. Mulai dari menari tarian tradisional (tachikata), bernyanyi (jikata), memainkan shamisen (kecapi khas jepang), merangkai bunga, mengenakan kimono, mengerti tata cara seremonial minum teh secara formal, serta melayani tamu dengan cara-cara yang sangat sopan dan beretiket. Tak hanya itu, Mameha pun mengganti nama Chiyo yang sudah cukup dewasa (diperankan Zhang Ziyi) menjadi Sayuri. Tak lama berselang, Sayuri pun tumbuh menjadi seorang geisha yang sangat sukses hingga membuat geisha lain, termasuk Hatsumomo, dengki dan iri hati. Meski segala tipu muslihat sudah mereka tempuh, namun tetap saja tak berhasil menjatuhkannya. Sampai pada suatu saat, Sayuri berjumpa kembali dengan Iwamura Ken dan ia pun ditaksir oleh para kolega dekatnya. Namun Perang Dunia II meletus dan rumah-rumah geisha terpaksa ditutup. Kini, Sayuri harus hidup ala kadarnya dengan sedikit uang dan makanan. Ia pun harus memulai lagi hidupnya dari awal untuk menemukan kembali kebebasan yang selama ini dicarinya. Meski jalan cerita film ini mungkin terlihat sedikit berlebihan, namun penggambaran detail lokasi, waktu dan kebudayaan Jepang pada saat itu mampu memberi makna yang mendalam tentang pencarian identitas diri, cinta, kerinduan serta peran seorang wanita dalam kehidupan. Lewat film ini pula, sutradara Rob Marshall ingin memberitahukan pada kita semua bahwa geisha bukanlah pelacur, karena profesi itu tidak identik dengan seks. Justru dalam tradisi Jepang, geisha adalah status sosial yang sangat dihormati dan disegani.

 

 

 

 

 

   

REALITA, CINTA DAN ROCK n’ ROLL

Di peran kan oleh :

Herjunot Ali sebagai Nugi

Vino G Bastian sebagai Ipang

Putri Indonesia 2005 Nadine Chandrawinata sebagai Sandra.

Akan tampil pada bioskop-bioskop 21 terdekat pada tanggal 2 February 2006

 

 

   
           
     
         
   
         

 

COPYRIGHT © FR15K@ ~JOSLANDFREE

2006

Hosted by www.Geocities.ws

1