|
|
|
|
|
|
|
KUMPULAN
ARTIKEL |
|
|
|
|
| PENDIDIKAN |
|
Hindari
Proyek Pendangkalan Aqidah, Dukunglah Penggodogan RUU
Pendidikan Nasional!
Publikasi
24/03/2003 17:11 WIB |
| eramuslim
- Proses penggodogan RUU Pendidikan Nasional menjadi
Undang-undang, mau tidak mau, memang menyentuh aspek
sentimen keagamaan. Beberapa pasal yang dianggap krusial
dan ditanggapi oleh banyak kalangan, tidak lain
pasal-pasal yang menyangkut pendidikan keagamaan di
sekolah. Sejumlah organisasi agama dan sekolah non
Muslim di Manado, beberapa hari lalu melakukan aksi
unjuk rasa besar memprotes beberapa pasal yang
terkandung dalam RUU tersebut. Mereka, seperti disiarkan
oleh radio Republik Indonesia, antara lain memprotes
adanya pasal yang mengatur keharusan adanya tempat
ibadah di setiap sekolah, untuk para murid, meski
jumlahnya kecil. Mereka juga memprotes soal keharusan
lembaga pendidikan memberi pengajaran agama sesuai
dengan agama anak didiknya. |
|
|
|
| TEKNOLOGI |
Mengendarai
Kuantum Menuju Komputer Fotonik
|
| Suatu ketika Hamlet berkata pada Horotio :
masih lebih banyak lagi sesuatu di sorga dan di
bumi dari pada apa yang dimimpikan dalam filsafatmu,
Horotio. Kalimat tersebut barangkali tepat pula bila
ditujukan kepada para fisikawan di akhir abad ke-19.
Memasuki permulaan abad ke-19, perkembangan dalam
penelitian fisika klasik dapat dikatakan tidak mengalami
kemajuan yang berarti. Pada saat itu, hampir semua
bidang studi yang berhubungan dengan fisika, seperti
mekanika, gelombang, bunyi, optik, listrik, magnet dan
sebagainya telah dikuasai semuanya. Menjelang akhir abad
ke-19, sebagian besar fisikawan merasa puas dengan
pengetahuan yang mereka kuasai. Mereka mengira bahwa
setiap hal penting dalam fisika sudah diketahui, dan
merasa tidak akan ada lagi penemuan-penemuan besar untuk
menjelaskan fenomena alam. Persoalan-persoalan yang
masih ada dalam fisika diyakini akan dapat dipecahkan
menggunakan kerangka teori yang suatu ketika dapat
ditemukan. |
|
|
|
| BUDAYA |
|
|
|
|