|
O .. oooo .. oo .. o
Ku salah naik jurusan
(/rif)
|

|
Tersebutlah
seorang pesilat tangguh yang digdaya. Tak ada yang mampu menandingi.
Tapi akhirnya sang pesilat terpaksa harus menelan kekalahan karena
dalam sebuah pertempuran, dia salah memilih jurus yang digunakan.
Remeh
memang, tapi
berakibat fatal ......
Ketika
berangkat, tentulah tidak ada orang yang berniat untuk salah jurusan.
Tapi yang terjadi di jalan, akibat perencanaan yang tidak matang,
pedoman yang samar dan ilmu yang kurang mapan, salah jurusan adalah
suatu yang besar kemungkinannya.
|
Sungguh tidak enak salah
jurusan .....
Tubuh menjadi lelah,
ongkos terkuras, waktu terbuang, dan teman menunggu jadi berang.
Begitulah jika kita salah
jurusan di dunia.
Sama halnya dengan saat
kita terlahir,....
Orang tua berharap kita
menjadi anak yang sholeh. Berharap menjadi penjemput mereka nanti di
pintu syurga. Tapi nyatanya ......
Kita juga pastilah
mengharap menjadi ahli syurga dari awalnya. Tidak ada yang berniat
masuk neraka.
Tapi di dalam perjalanan,
karena pedoman tidak dipegang, ilmu kurang, wawasan centang perenang,
jadilah kita orang yang salah jurusan.
“
Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan”
(QS.Al Balad : 10)
Lelah
tentunya,
Sehari-hari mengejar dunia, yang bukannya semakin dekat
tapi semakin lari menjauh.
Tak ada jalan lain kecuali mempelajari petunjuk jalan dengan baik agar
tak tersasar, agar tak sesat, agar tak salah jurusan.
Alangkah
nikmat perjalanan bila tak salah jurusan.
Alangkah
bahagia saat sampai di tujuan, bila tak salah jurusan.
Semoga kita bukan orang
– orang yang salah jurusan ....
|