Salah Jurusan

REZA ERVANI

 

O .. oooo .. oo .. o

Ku salah naik jurusan

 

(/rif)

 

Tersebutlah seorang pesilat tangguh yang digdaya. Tak ada yang mampu menandingi. Tapi akhirnya sang pesilat terpaksa harus menelan kekalahan karena dalam sebuah pertempuran, dia salah memilih jurus yang digunakan.

 

Remeh memang, tapi berakibat fatal ......

 

Ketika berangkat, tentulah tidak ada orang yang berniat untuk salah jurusan. Tapi yang terjadi di jalan, akibat perencanaan yang tidak matang, pedoman yang samar dan ilmu yang kurang mapan, salah jurusan adalah suatu yang besar kemungkinannya.

 

Sungguh tidak enak salah jurusan .....

Tubuh menjadi lelah, ongkos terkuras, waktu terbuang, dan teman menunggu jadi berang.

 

Begitulah jika kita salah jurusan di dunia.

 

Sama halnya dengan saat kita terlahir,....

 

Orang tua berharap kita menjadi anak yang sholeh. Berharap menjadi penjemput mereka nanti di pintu syurga. Tapi nyatanya ......

 

Kita juga pastilah mengharap menjadi ahli syurga dari awalnya. Tidak ada yang berniat masuk neraka.

 

Tapi di dalam perjalanan, karena pedoman tidak dipegang, ilmu kurang, wawasan centang perenang, jadilah kita orang yang salah jurusan.

 

 

“ Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan”

(QS.Al Balad : 10)

 

Lelah tentunya,

Sehari-hari mengejar dunia, yang bukannya semakin dekat tapi semakin lari menjauh.

 

Tak ada jalan lain kecuali mempelajari petunjuk jalan dengan baik agar tak tersasar, agar tak sesat, agar tak salah jurusan.

 

Alangkah nikmat perjalanan bila tak salah jurusan.

 

Alangkah bahagia saat sampai di tujuan, bila tak salah jurusan.

 

Semoga kita bukan orang – orang yang salah jurusan ....

 

 

HOME

INDEX

<< SEBELUMNYA

SELANJUTNYA >>

Sampaikan pada teman artikel ini
Namanya:
emailnya
Nama anda:
email anda

© Lentera hati 2003.
Hak Cipta Terpelihara. Semua materi dapat disalin, dicetak dan disebarkan dengan mencantumkan sumber situs web ini
mailto:[email protected]
Hosted by www.Geocities.ws

1