|
Perestroika
Glasnost yang berarti keterbukaan atau membuka diri dari
ketertutupan, dan Perestroika yang berarti menyusun kembali atau
merestrukturisasi, merupakan jargon politik yang digunakan oleh
mantan pemimpin eks negara Uni Soviet yang terakhir, Michael
Gorbachev. Kedua jargon ini menandai awal terjadinya perubahan
mendasar dan besar-besaran pada tatanan geopolitik di Eropa Timur
dan bahkan dunia. Negara-negara Eropa Timur menjadi merdeka dan
mengalami perubahan sistem politik, sosial dan ekonomi yang terjadi
begitu cepat.
Namun
apa hubungannya Perestroika dengan ManDiri? Jika digali secara lebih
mendalam, PERESTROIKA berarti menata kembali sistem atau suatu
organisasi, yang dalam bahasa Inggris lebih tepat dipadankan dengan
istilah REINVENTING yang sulit saya cari padanan kata yang tepat dalam
bahasa Indonesia-nya. Namun esensinya adalah bahwa Perestroika atau
Reinventing perlu dilakukan oleh seseorang agar dia dapat menentukan
serta mengendalikan arah kehidupannya.
Seperti
halnya dalam manajemen korporasi atau manajemen organisasi dikenal
istilah manajemen strategis maupun perencanaan strategis, demikian pula
halnya dalam manajemen diri perlu dikembangkan suatu manajemen strategis
dalam rangka perestroika atau reinventing kehidupan seseorang.
Secara sederhana perencanaan strategis berarti suatu proses dalam
menentukan apa yang diinginkan oleh suatu organisasi (atau dalam hal
ManDiri adalah berarti apa yang diinginkan seseorang) di masa mendatang
dan bagaimana cara mencapainya.
Manajemen Diri Strategis berarti bagaimana seseorang mampu mengendalikan
dan mengelola masa depan dengan menentukan seperti apa masa depan yang
terbaik bagi dirinya dan langkah-langkah terbaik untuk mencapai tujuan
tersebut. Proses ini melibatkan berbagai pilihan mendasar tentang masa
depan kehidupan kita, yaitu pilihan-pilihan yang berkaitan dengan: misi
atau tujuan yang ingin kita capai dalam hidup ini, upaya atau tindakan
apa yang harus kita lakukan untuk mencapai tujuan hidup kita tersebut,
dan bagaimana kita memanfaatkan kekuatan dan kelemahan yang ada pada
diri kita (Strengths and Weaknesses) maupun berbagai peluang dan ancaman
(Opportunities and Threats) yang kita hadapi.
Manajemen Strategis dapat pula diartikan sebagai proses membangun visi
bagi masa depan kehidupan kita. Sehingga kalau ada pendapat yang
mengatakan WYSIWYG (What You See Is What You Get apa yang anda lihat
itulah yang anda dapatkan), maka hal in berarti bahwa jika gambaran kita
tentang masa depan telah sangat jelas, berarti kita ikut mengambil
bagian dalam proses mewujudkan masa depan kita menjadi kenyataan.
Dalam
proses membangun visi, paling tidak ada tiga kekuatan yang harus
diperhatikan, yaitu: misi hidup kita, kekuatan dan kelemahan kita, serta
berbagai peluang maupun ancaman yang kita hadapi. Manajemen Strategis
adalah proses menemukan kesesuaian ketiga kekuatan atau daya tersebut.
Seringkali saya mendengar pendapat bahwa hidup itu harus mengalir
seperti air atau sungai tidak perlu dirancang atau dikendalikan, karena
takdir dan nasib kita telah ditentukan. Kemudian saya teringat sebuah
cerita menarik yang diceritakan oleh Zig Ziglar dalam bukunya SEE YOU AT
THE TOP. Kedua tim bola basket sudah melakukan tembakan pemanasan dan
secara fisik sudah siap untuk bertanding. Adrenalin mengalir deras dan
jelas sekali para pemain merasakan ketegangan yang menyertai
pertandingan kejuaraan tersebut. Mereka kembali ke kamar ganti pakaian
untuk persiapan terakhir, dan sang pelatih memberi mereka suntikan
semangat sebelum aksi dimulai. Sekaranglah waktunya atau tidak sama
sekali. Kita menang atau kalah segala-galanya malam ini. Ingat tidak
seorangpun yang akan mengingat siapa yang akan menjadi juara kedua. Kita
menjadi pemenang atau pecundang.
Para
pemain menanggapi. Mereka begitu bersemangat, sehingga mereka hampir
menjebol pintu ketika menghambur keluar kembali ke lapangan. Setelah
sampai di lapangan, mereka berhenti seketika, dan dalam kekalutan
sepenuhnya yang menimbulkan frustrasi dan kemarahan. Mereka menunjukkan
bahwa keranjang sasaran telah disingkirkan. Dengan marah mereka bertanya
bagaimana mereka akan memainkan pertandingan tanpa gol. Gol bagi pemain
bola basket, seperti halnya permainan sejenis lainnya adalah hal yang
penting sekali. Bagaimana anda bermain tanpa ada gol? Bagaimana dengan
diri kita? Apakah kita akan tetap mencoba melakukan permainan kehidupan
tanpa ada tujuan? Kalau memang demikian, bagaimana nilainya?
Seseorang yang hidup tanpa tujuan adalah seperti kapal tanpa kemudi. Dia
akan terkatung-katung dan tidak menuju ke suatu tempat. Dia akhirnya
akan terdampar di pantai keputusasaan, kekalahan dan kesedihan.
Seperti
dalam cerita anak-anak ALICE IN THE WONDERLAND, yaitu ketika Alice tidak
tahu harus ke mana dan dia bertanya pada seekor kucing ajaib. Namun
jawaban yang diterimanya adalah If you dont know where you are going,
any roads will lead you there. Jika anda tidak tahu ke mana anda pergi,
semua arah yang anda pilih sama saja, karena akan membawa anda ke suatu
tempat yang tidak anda tahu.
Jadi
sesungguhnya manajemen strategis adalah upaya kita secara terus menerus
untuk mewujudkan visi dan misi hidup kita melalui serangkaian aksi atau
tindakan yang sesuai dengan kekuatan dan kelemahan kita maupun yang
sesuai dengan berbagai peluang dan ancaman yang senantiasa kita hadapi.
Visi yang kita rancang dan kita bangun harus senantiasa kita
visualisasikan dalam pikiran kita. Ingatlah bahwa pikiran bawah sadar
kita adalah lahan yang subur, dan pikiran sadar kita adalah petaninya.
Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Sehingga lama kelamaan
gambaran yang jelas tersebut tertanam dengan kuat serta tumbuh subur
dalam pikiran bawah sadar kita, yang pada gilirannya akan mewujud
menjadi realitas.
Jadi Manajemen Diri Strategis tidak hanya sekedar membangun visi. Proses
ini lebih merupakan proses menciptakan realitas yang kita inginkan dalam
kehidupan ini. Sehingga benar apa yang dikatakan orang bahwa hidup
adalah serangkaian pilihan. Pilihan masa depan seperti apa yang kita
inginkan.
Sebagai penutup, dalam mengembangkan Perestroika atau Reinventing
kehidupan kita, ada tujuh hal pokok yang perlu kita perhatikan, yaitu:
1.
Menetapkan secara jelas Misi hidup kita.
2.
Mengenali kekuatan dan kelemahan kita, maupun berbagai peluang dan
ancaman yang kita hadapi.
3.
Menenetapkan perencanaan stratetis tentang apa yang kita inginkan dan
bagaimana mencapainya. Penting dalam proses ini untuk membuat gambaran
atau visualisasi secara jelas dalam pikiran kita.
4.
Menetapkan tujuan atau sasaran berdasarkan jangka waktu tertentu.
5.
Membangun kerjasama tim dalam jaringan kehidupan kita (keluarga, teman,
rekan sekerja, dll) untuk membantu pencapaian misi dan tujuan hidup kita.
6.
Senantiasa fokus terhadap arah dan sasaran kita.
Senantiasa bekerja dengan cerdas (work smart) dalam upaya pencapaian
tujuan hidup kita.
#
Kembali Ke atas | Download Materi |
Halaman Download #

|