Lelaki Berjaket Merah
(secret love)
By: Nyayu Khairunnisa Fidyata
“Hoaaaaaaaaaaaaaaaappppppppppppppppppp………………………………………………………………….”
Menguap sambil menatap wajah ku di depan cermin yang mungkin,
telah bosan dengan wajahku.
Wajahku yang kusam serta tubuh yang basah kuyup, membuat ku
tertawa sendiri di depan cermin.
Tak disangka dan tak di duga-duga surga mimpi ku terputus di
tengah jalan,karena ibu yang membangunkan ku dengan air sucinya.
“Byuurrr……..”
begitu lah sebab nya Aku bisa tertawa sendiri
seperti ini. Selagi aku berkaca, ibu masih memanggilku.
“al..solat…”
Aku segera memantapkan langkah ku menuju ke kamar
mandi dan mengambil wudhu.
Kemudian solat berjamaah bersama keluarga ku. Ayah,Ibu,dan mika
adikku yaitu adik terjengkel sedunia.Mungkin solat subuh
berjamaah ini adalah solat berjamaah terakhirku bersama keluarga
ku yang paling Aku cinta ini.Tapi Aku harap ini bukan lah yang
terakhir.Aku tak tahu kapan ini akan terulang lagi.Entah satu
bulan lagi atau satu tahun lagi ataupun tiga tahun lagi.Aku
merasa ini adalah salat subuh jamaah yang terindah yang pernah
aku rasa.Entah mengapa, solat subuh berjamaah kali ini sungguh
mengharukan bagiku.
Sehabis solat subuh Aku langsung mandi dan
siap-siap berkemas,karena pada pukul 2 siang nanti Aku akan
berangkat ke Madrasah Aliyah dimana Aku akan sekolah sekaligus
tinggal disana untuk 3 tahun kedepan.Dapat dibilang,Aku adalah
anak paling pemalas didunia.Disuruh ibu saja,Aku tidak mau
apalagi bersih-bersih rumah,mencuci pakaian,ataupun menyetrika
pakaian ku.Habis nya, setrika yang kami pakai adalah setrika
arang,soak dan tua.idiihhh…ASTAGHFIGHULLAH Al…
Aku menyadari,keluarga ku adalah salah satu
keluarga yang dapat dibilang kurang mampu di kampung ini.Ayah ku,
yang hanya seorang guru ngaji dirumah dan ibu ku seorang tukang
sayur keliling.Setiap subuh pukul 3, ayah selalu membantu ibu
mengambil sayur di pasar retail yang jarak nya 2 km dari
rumahku.Ayah adalah orang yang agama nya kuat.Itulah sebab nya,
Aku dan Mika telah di ajarkan sejak kecil memakai hijab, hingga
sekarang Aku dan Mika masih menggunakan Hijab begitupun Ibu.Aku
sangat bangga kepada Ayah ku.Dan adikku yang terjengkel itu,Mika.
Walaupun begitu,Ia adalah anak terajin di keluaraga ini
dibandingkan Aku.Aku dan Mika seperti Langit dan Bumi,Beda
banget.
Walaupun terlahir dari keluarga yang kurang
mampu,tapi Aku merasa beruntung,mempunyai Ayah dan Ibu seperti
itu.Terimakasih tuhan.Aku juga seneng banget karena Aku dapat
sekolah di Madrasah Aliyah itu. Berkat bantuan seorang dokter
muda cantik yang bekerja di klinik di desa kami, akhirnya Aku
dapat melanjutkan sekolahku ke jenjang berikut nya dan disekolah
yang layak pula.Semua biaya serta pakaian sekolah ku di tanggung
oleh nya,begitupun Mika.Ayah ku dapat mengenal dokter itu karena
anak nya yang belajar mengaji kepada ayahku.
Madrasah Aliyah ini adalah pilihan ayah untukku.
Madrasah Aliyah yang bertaraf Internasional ini jarak nya cukup
jauh dari rumah ku,sekitar 10 km. MA Nurul Shadiqin ini memang
MA yang cukup terkenal di kota ku,dengan sIstem asrama dan
pendidikan agama yang kuat.Dan juga dengan biaya yang
menakjubkan.Dan Alhamdulillah, aku dapat melewati tahap demi
tahap tes yang dilaksanakan disana,dan akhir nya aku dapat
bersekolah disana.
Tak terasa sudah 2 jam aku berkemas. Jam dinding
yang terpampang dirumah ku telah menunjukkan pukul 8.Sekarang
saat nya bagiku untuk pergi ke SMP ku untuk mengambil surat
ijazahku. Dengan diantar ayah menggunakan ontel,akhirnya akupun
tiba di SMP ku.Ternyata, di Smp ku itu telah banyak
teman-temanku yang juga sedangmenunggu ijazah nya.Satu persatu
nama siswa di panggil dan dibagikan.Akhirnya tibalah giliranku
dan akupun mendapat ijazahku.
Sehabis pembagian ijazah, Aku berbincang-bincang dengan
teman-teman terdekat ku sekalian mengucapkan selamat tinggal
kepada mereka,Tia,sike,dan meta.Setelah beberapa lama bebincang
akhirnya akupun mengucap selamat tinggal kepada teman-temanku
itu.Tetesan air mata jatuh mengalir diantara kami.Sekarang telah
menunjukkan pukul 10.30, Aku pun bergegas pulang ke rumah dengan
berjalan kaki.Aku berjalan secepat mungkin,Karena Aku tak mau
menghabiskan waktuku dijalan.Aku ingin hari-hari terakhirku
dirumah Aku habiskan bersama Ibuku. Beruntung nya hari ini Ibu
tidak berdagang sayur keliling.Dan Ibu rela tidak mendapat uang
makan hari ini karena Aku.Dan Ibu bilang,Ibu masih punya
tabungan nak.Aku sangat sayang kepada Ibu.
Akhirnya Aku tiba juga dirumah.Aku pun langsung
melepas sepatuku dan bergegas masuk kerumah.Menghabiskan
waktuku bersama Ibu dan ayah serta adikku.Sampai saat nya jam
berdetak menunjukan pukul 1.Aku langsung
bersiap-siap,mengumpulkan tas-tas ku yang akan dibawa dan segera
aku mangganti pakaian ku.
“Ayo yah,bu,sdah pukul 13.15 nih,nanti Aku telat
lagi,”
Dengan menyewa sebuah angkot kami pun pergi ke
Madrasah Aliyah itu. Sekitar 30 menit, akhirnya Aku dan keluarga
ku tiba di sana.Aku mencium Ibu dan ayah ku dan berpamitan minta
restu untuk bersekolah,semoga aku diberi kemudahan daalm segala
hal.amin.Tak lupa juga bercengkrama kepada adikku yang
menjengkelkan itu.
Setelah berpamitan akupun masuk kedalam asrama
disekolah itu dengan muka yang memelas karena keberatan membawa
tas yang aku bawa.Tibalah Aku dikamar ku 113.Telah terpampang
namaku didepan pintu itu, SYAZA KHALISYA ALIFAH. Disaat Aku
mulai membuka pintu dan masuk ke kamar ternyata dikamar itu
telah ada 2 orang siswa.Dengan wajah tersenyum semringah, Aku
pun menyapa mereka dan berkenalan.Mereka adalah kakak-kakak
kelas ku , yang satu bernama Gita dan yang satunya lagi bernama
Fira.Kak Gita sekarang menduduki bangku 12 sedangkan kak Fira
menduduki bangku 11.Didalam sekamar memang hanya ada 3
orang.Satu kelas 10,satu kelas 11,dan satu lagi kelas 12.
Kemudian Aku mulai membereskan tas ku dan
merapikan pakaian ku lalu meletakkan nya ke dalam lemari yang
telah disediakan oleh sekolah.Keesokan hari nya Aku memulai
hariku untuk sekolah. Hari pertama sekolah adalah hari yang ku
tunggu-tunggu, tapi sayang nya aku telat.Bangun tidur aja pukul
setengah tujuh, belum mandi berpakaian seragam,terus sarapan ke
kantin dan akhirnya aku mulai berangkat kesekolah pukul 07.15.
“telat 15 menit nih,” ujar ku
Akhirnya tibalah Aku didepan kelas ku, kelas 10
mawar.Untung nya, saat Aku masuk kelas belum ada guru di dalam
kelas ku.Aku pun merasa sedikit lega.Lalu Aku mulai mencari
tempat duduk,mungkin tempat dudukku itu adalah tempat duduk
sisa.Aku mendapati tempat duduk paling ujung dan sial nya yang
duduk di sebelah ku itu adalah laki-laki. Terpaksa Aku duduk di
sebelah nya, habis nya tidak ada satupun lagi tempat duduk yang
kosong.
Aku merasa sedikit malu duduk di sebelah
laki-laki itu dan sedikit agak risih.Karena sebelum-sebelum nya
Aku tidak pernah duduk di sebelah teman laki-laki.Sebenar nya
Aku ingin mengajaknya berkenalan,tapi entah mengapa Aku merasa
malu.Tiba-tiba ibu guru masuk ke kelas kami .Ibu mempernalkan
namanya dan kemudian menyuruh kami memperkenalkan diri satu per
satu.
Tibalah
saat nya Aku memperkenalkan diriku dan setelah Aku selesai
kemudian giliran laki-laki disebelahku itu.Inilah yang ku
tunggu-tunggu.
“Perkenalkan namaku Faugi ferdiansyah,kalian bisa
memanggilku Faugi atau ugi’ atau
ferdi.Terimakasih,”
Begitu bahagia nya diriku kali ini dapat
mengetahui namanya.Aduuhh ada apa ini dengan diriku…?? Rasa nya
seneng banget. Ugi’..Ugi’..Ugi’…kata-kata itu saja yang selalu
hinggap di pikiranku.Aku tak tahu apa yang Aku rasakan saat ini.
Apakah ini yang nama nya Jatuh Cinta? Aku tak tahu,karena
sebelum nya Aku tak pernah mengenal apa itu artinya cinta.Baru
kali ini Aku melihat hati ku senang banget.Mungkin ini lah
cinta,yang Aku dapat rasakan di masa-masa putih abu-abu.
Tak terasa sudah 4 bulan Aku tinggal di asrama.Di
sana,Aku menjalani hari-hariku dengan baik.Sekarang Aku sudah
mengenal sangat dekat kakak-kakak kelas yang ada dikamarku
bahkan Aku juga sudah sangat begitu kenal dengan teman-teman
setingkat ku.Tiap hari Aku di bekali ilmu dari sekolah,dan semua
guru sudah tak asing lagi bagi ku.Seluruh isi sekolah pun telah
ku ketahui.Dan tidak lupa Ugi’, Aku telah mengenal nya cukup
dekat.Sampai-sampai Aku tahu apa saja yang dia punya dan dia
selalu pakai,yaitu gelang kuning yang sangat keren bagi
nya.Setiap hari kami selalu belajar bareng,memecahkan masalah
bersama,tapi yang Aku pikirkan,mungkin dia hanya menganggap ku
biasa saja tanpa ada perasaan sedikitpun.Tidak seperti yang Aku
rasakan kepada nya.
Dan baru-baru ini Ugi’ juga bercerita kepadaku
bahwa dia menyukai seseorang di sekolah ini.Sungguh remuk hati
ku hancur berkeping-keping mendengar curhatan nya itu.Tapi aku
terus berusaha untuk menguat kan hati ku untuk mendengar kan
segala curhatan-curhatan nya itu.
Tetapi di balik itu, setiap hari sepulang sekolah
aku selalu menemukan beberapa surat,bahkan terkadang kado di
depan pintu kamar ku dari penggemar rahasia ku.Aku tak tahu
siapa dia.Begitu aneh pikirku,setiap hari pasti ku temukan
didepan pintu kamarku.Setiap hari juga Aku berusaha untuk
mengetahui siapa dia.Dan pada suatu hari Aku mencoba untuk
mencari tahu siapa penggemar rahasia ku itu.
Setelah Aku intai beberapa hari,akhirnya Aku sedikit
mengetahui siapa penggemar rahasia itu.Laki-laki yang mengenakan
jaket merah misterius itu tertangkap tanpa sengaja oleh mataku meletakkan
surat di depan pintu kamar ku.Tapi Aku tak tahu secara pasti
siapa dia dan bagaimana wajah nya.Hal ini membuat ku semakin
penasaran.Hari berganti bulan,bulan berganti tahun,surat yang
kuterima sudah sangat banyak.Semakin hari surat yang ada di
dalam laciku bertambah sangat banyak.
Tak terasa 3 tahun sudah Aku menuntut ilmu di
sekolah tercintaku itu,dan 2 bulan lagi Aku akan melewati
graduation.Dimana hari terakhir Aku dan teman-teman ku untuk
bersekolah.Semua kurasa tak sia-sia,di sekolah ku itu Aku telah
bisa menghapal seluruh isi Al-qur’an.Apa yang di harap kan oleh
ayah ku, tak mengecewakan.Betapa senang hati ku bisa
mengabulkan semua harapan orang tua ku.
Sejak beberapa bulan Aku mulai masuk sekolah sampai
sekarang,yang masih menjadi sebuah tanda tanya besar bagi ku
adalah siapakah lelaki berjaket merah itu?apakah ini akan terus
menjadi tanda tanya besar bagiku sepanjang hidupku? Ini adalah
sebuah hal yang membuat ku penasaran selama tiga tahun Aku
bersekolah di MA ini. Aku harus mencari tahu siapa dia.
“Al….??!!”
Aku langsung terbangun dari lamunanku.Ternyata itu
adalah suara Gita temanku yang memanggilku dari lantai bawah.Dia
mengajakku untuk latihan persiapan graduation yang akan di gelar
3 hari lagi.Aku dan teman-temanku menikmati hari-hari terakhir
di sekolah.Canda tawa sedih senang suka duka,itu lah yang akan
ku rindukan nanti.
Inilah hari terakhirku di sekolah,Hari
Graduation.Di dalam benakku masih ada suatu hal yang
mengganjal,Lelaki berjaket merah.Tapi Aku mencoba melupakan hal
ini.Aku menikmati hari ini, dimana Aku dapat bertemu orang tua
ku yang selama 3 tahun belakangan ini jarang sekali
bertemu.Sangat senang sekali rasa nya hati ini dapat bertemu
mereka.Dan ketika Aku berjabat tangan dengan teman-teman
ku,tanpa sengaja Aku melihat lelaki berjaket merah berdiri tegak
di depan pintu masuk Gedung sekolah kami membelakangi ku.
Aku pun langsung menghampirinya. Sekitar 10 meter
cukup dekat dari nya,Aku pun menatap nya dengan tajam.Aku tak
tahu,entah dia mengetahui ku ada di belakang nya atau tidak.Rasa
nya aku ingin memanggil nya dan bertanya kepada nya.Aku terus
menatapi dirinya yang membelakangi ku.Pada saat Aku terus
menatap nya,Aku melihat sebuah gelang berwarna kuning terpasang
di pergelangan tangan nya.Secara tiba-tiba ia membalikkan
badannya dan aku sungguh terkejut bahwa ternyata dialah
penggemar rahasia ku selama ini.