Animated Gifs
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     
 Winnie The Pooh 2

YOUR  DREAM  IN  YOUR  HAND                                               WELCOME  TO  MY  SITE                                                    NYAYU  KHAIRUNNISA  FIDYATA                                                  ENJOY  MY  SITE                                               THANK  YOU  FOR  YOUR  VISITING

 

     HOME         BIOGRAPHY         FAMILY         ACTIVITIES         EDUCATION         GALLERY

 

 

 Flag Counter

 

 

  Contact me on :

 link
 link






    

 

 

 

 

 

 

1 Maret Silam
By: Nyayu Khairunnisa Fidyata
 

               “  yasin…walqur’anil hakim….”
               “amin….”
              Akhirnya Aku dan Ayah menyelesaikan pembacaan yasin kami pada malam jum’at kali ini.Aku dan ayah pun kemudian langsung menyambut solat isya’.Saat selesai solat isya’,Aku melihat Ayah sangat bersedih.Mungkin ini penyesalan bagi nya begitu pun bagiku.
               Aku dan Ayah…
               Ya… hanya aku dan Ayah..
               Seperti biasa nya keluarga,keluarga yang sederhana,sempurna dan bahagia,pasti terdiri dari seorang ayah,ibu dan anak.Aku dan ayah..ya..hanya Aku dan  Ayah.Keluarga ku hanya terdiri dari Aku dan Ayah,tanpa adanya seorang Ibu lagi.Sebenarnya Aku memiliki keluarga yang lengkap seperti keluarga lain.Tetapi,semenjak kejadian 1 Maret,1 tahun yang lalu,kini tinggallah Aku dan Ayah.
               Kehilangan kasih sayng seorang Ibu,bukanlah hal yang mudah bagi ku.Cukup sulit untuk melupakan masa-masa dimana kasih sayng itu mengalir.Apa artinya ibu didalam hidupku..? ya..sangat berarti..Ibu adalah segala nya bagi ku.
                Perkenal kan namaku Asyifa Sahara.Aku biasa nya di panggil Syifa oleh teman-teman ku.Aku sekarang sedang menduduki bangku putih biru kelas 9.Aku terlahir dengan Ibu dan Ayah yang lengkap.Dapat dikatakan,keluargaku adalah keluarga yang cukup berada. Ayah  adalah seorang pekerja di sebuah kantoran sedangkan Ibu ku adalah Ibu rumah tangga biasa tetapi juga terkadang Ibu mengurusi sebuah organisasi didesa kami,yaitu sebagai ketua ibu-ibu PKK.
               Yang aneh nya bagiku Aku tak mengetahui secara detail apa pekerjaan yang ditekuni ayah ku.Dan ayah tak mau meberitahu itu.Tetapi Aku akan hanya berpikir positif tentang pekerjaan yang ditekuni oleh ayahku.
                Masa-masa putih biru mungkin lah masa yang rentan bagiku.Dimana Aku sedang menjalani kelas 9 pula dan akan melaksanakan UN nanti nya.Kepada Ibu lah Aku mencurahkan seluruh keluh kesal ku,senang sedih ku dan segala hal lainnya.Ibu bagaikan seperti Buku Diary yang mempunyai sebuah nyawa.
                
               
Ibu ku mempunyai hobi memasak.Menurut ku masakan Ibu ku adalah masakan yang terbaik yang pernah ada.Ibu selalu menuruti menu apa saja yang Aku mau.Ibu adalah ibu yang paling terbaik bagi ku. Berlimpah-limpah kasih sayang selalu diberikan nya  kepada ku, anaknya satu-satu nya.
                Besok adalah hari ulang tahun ku Ibu berjanji padaku untuk membuatkan ku kue tar kesukaan ku.
               “Ibu..besok hari ulang tahun ku bu.. Ibu mau kasih kado apa buat Syifa?”,ujar ku.
               “Ibu bakalan buatin kamu kue deh.. rasa coklat..” jawab Ibu.
               “Asyiikkk….!! Terima kasih ibu…” ucap ku dengan hati  yang gembira.
Pagi ini Ibu sudah mempersiap kan bahan- bahan yang akan ibu gunakan untuk membuat kue siang ini bersama ku.Sepulang sekolah Aku dan Ibu langsung membuat kue bersama.Wajah ku penuh dengan gandum,begitupun ibu.Akhirnya kue kami pun matang.Aku dan Ibu langsung mengangkat kue kami.Hmmm…aroma yang sedap,tak sabar nafsu ku untuk menyantapnya.
               Setelah kami selesai membuat kue untuk ulang tahun ku besok,tiba-tiba Ayah pulang dari kerja dengan keadaan tergesa-gesa.Ibu menanyakan hal apa yang terjadi pada Ayah.Ternyata Ayah dikejar-kejar oleh beberapa preman yang diperintah oleh Pemimpin perusahaan tempat ayah bekerja karena Ayah ku di tuduh mencuri dana modal baru perusahaan mereka.Untung nya para preman itu tidak mengetahui dimana rumah kami.
              Aku merasa takut dengan keadaan ayah yang seperti ini.Aku terus menanyakan hal ini kepada Ibu.Tetapi Ibu meyakinkan ku bahwa tidak mungkin ayah ku berbuat seperti itu.Ditengah perbincangan kami.Ibu menangis dihadapan ku.Tak pernah sebelumnya Aku melihat Ibu menangis seperti ini.Seorang Ibu yang Aku sayangi ternyata memang lah benar-benar Ibu yang luar biasa.Ibu sangat mencintai ayah sampai-sampai ia berkata bahwa ia tak mau kehilangan ayah untuk dipenjara.
              “Ibu sayang kamu nak,Ibu bangga pada mu.Kita doakan ayah semoga tidak akan terjadi apa-apa pada ayah mu nak” ,ucap Ibu sambil menangis terhisak.
              Malam ini Aku,ayah dan ibu berkumpul diruang tengah keluarga.Seperti biasa kami selalu sharing,bermain dan bercanda. Inilah yang kurindukan saat ini.Mungkin hal inilah juga yang sampai-sampai membuat ayah menangis di dalam solat kami malam ini yang hari ini juga tepat nya 1 Maret.
               Keesokan hari nya adalah tanggal 1 Maret yaitu  hari ulang tahun ku yang ke-14 tahunAku pikir ulang tahun kukali ini adalah ulang tahun yang sangat membahagiakan bagi ku,tetapi ternyata ini adalah hari ulang tahun yang menyedihkan.Sebuah kejadian histeris terjadi.
                “Happy Birthday Syifa…Happy Birthday Syifa…”,Ayah dan Ibu bernyanyi
untukku.
                Sungguh bahagia hati ku ,kami makan kue bersama,bernyanyi-nyanyi dan bercanda tawa.Setelah acara ulang tahun ku selesai,dimalam hari disaat Aku,ayah dan Ibu sedang tidur,tiba –tiba..
                “Dubraaakkk….!!!”
                “suara apa itu ?”,pikirku yang langsung terbangun karena terkejut.
                Aku merasa aneh dengan suara itu.Aku langsung melihat jam,sekarang pukul 10.55.Aku berpikir sejenak,suara apakah itu tadi.Sepertinya itu suara pintu rumah yang dibuka secara paksa.Lalu tiba-tiba..
                 “Angkat tangan..!!!”,Hentak seorang lelaki bertopeng.
                 “Siapa dia..?” pikir ku dalam hati.
                 Dengan menyodorkan pisau nya yang tajam ke leher ku,Aku dipaksa oleh lelaki itu keluar dari kamar dan Aku didorong nya hingga jatuh di ruang tengah rumah.Begitupun Ayah dan Ibu ku.
                Aku terjatuh dan duduk dipojok pintu,sambil menangis.Ayah dan Ibu seper tinya di instropeksi.Sepertinya itu adalah preman yang mengejar ayah kemarin.Lalu Ayah lanmgsung diseret kembali dan didorong kea rah ku.Ayah pun terjatuh.Dan ada apa dengan Ibu pikir ku.Ibu masih tetap duduk menangis disana, didekat meja televisi.Aku tak bisa berbuat apa-apa.Aku hanya bisa berdoa semoga tidak terjadi apa-apa dengan Ibu.
               Lalu tiba-tiba ujung pisau yang tajam itu menancap di dada Ibu ku.Oh tuhan apa yang salah pada ibu ku.Air mata ini tak berhenti mengalir.Aku tahu,pasti Ibu merelakan diri nya demi ayah yang didesak untuk menyerah kan diri nya untuk mengaku bahwa ayah ber buat itu.Tetapi mungkin Ibu tetap menyanggah itu,sehingga ibu bisa ter bunuh dengan cara yang tidak wajar bagi ku.
                “Ibu…..maaf kan syifa yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk ibu…!!” teriakku sambil menangis..
                Kemudian Lelaki bertopeng itu langsung pergi.Ayah langsung memanggil polisi dan ambulance.Suara sirine ambulance membuat ku takut.Polisi dimana-mana.Akupun menyembunyikan diriku didalm kamar.aku masih trauma melihat Ibu ku yang sangat Aku cintai terbunuh begitu saja.
                 Begitu lah cerita 1 Maret 1 tahun yang lalu.Tanggal 1 Maret yang biasa nya tanggal  bahagia ku,sekarang menjadi tanggal terburuk bagi ku.Tepat dimana tanggal Aku dilahirkan dan  juga  tepat nya tanggal dimana Ibu ku wafat. Pengorbanan Ibu ku ini sangat membuat ayah menyesal.Tapi Aku berusaha menguat kan ayah dan sekarang walaupun tanpa Ibu,Aku dan ayah akan terus semangat hidup berdua bersama.
     
 
   

 

 

   

    ©Nyayu Khairunnisa Fidyata 2013. All rights reserved