1 Maret Silam
By: Nyayu Khairunnisa Fidyata
“ yasin…walqur’anil hakim….”
“amin….”
Akhirnya Aku dan Ayah menyelesaikan pembacaan
yasin kami pada malam jum’at kali ini.Aku dan ayah pun kemudian
langsung menyambut solat isya’.Saat selesai solat isya’,Aku
melihat Ayah sangat bersedih.Mungkin ini penyesalan bagi nya
begitu pun bagiku.
Aku dan Ayah…
Ya… hanya aku dan Ayah..
Seperti biasa nya keluarga,keluarga yang
sederhana,sempurna dan bahagia,pasti terdiri dari seorang
ayah,ibu dan anak.Aku dan ayah..ya..hanya Aku dan Ayah.Keluarga
ku hanya terdiri dari Aku dan Ayah,tanpa adanya seorang Ibu
lagi.Sebenarnya Aku memiliki keluarga yang lengkap seperti
keluarga lain.Tetapi,semenjak kejadian 1 Maret,1 tahun yang
lalu,kini tinggallah Aku dan Ayah.
Kehilangan kasih sayng seorang Ibu,bukanlah hal
yang mudah bagi ku.Cukup sulit untuk melupakan masa-masa dimana
kasih sayng itu mengalir.Apa artinya ibu didalam hidupku..?
ya..sangat berarti..Ibu adalah segala nya bagi ku.
Perkenal kan namaku Asyifa Sahara.Aku biasa nya
di panggil Syifa oleh teman-teman ku.Aku sekarang sedang
menduduki bangku putih biru kelas 9.Aku terlahir dengan Ibu dan
Ayah yang lengkap.Dapat dikatakan,keluargaku adalah keluarga
yang cukup berada. Ayah adalah seorang pekerja di sebuah
kantoran sedangkan Ibu ku adalah Ibu rumah tangga biasa tetapi
juga terkadang Ibu mengurusi sebuah organisasi didesa kami,yaitu
sebagai ketua ibu-ibu PKK.
Yang aneh nya bagiku Aku tak mengetahui secara
detail apa pekerjaan yang ditekuni ayah ku.Dan ayah tak mau
meberitahu itu.Tetapi Aku akan hanya berpikir positif tentang
pekerjaan yang ditekuni oleh ayahku.
Masa-masa putih biru mungkin lah masa yang
rentan bagiku.Dimana Aku sedang menjalani kelas 9 pula dan akan
melaksanakan UN nanti nya.Kepada Ibu lah Aku mencurahkan seluruh
keluh kesal ku,senang sedih ku dan segala hal lainnya.Ibu
bagaikan seperti Buku Diary yang mempunyai sebuah nyawa.
Ibu
ku mempunyai hobi memasak.Menurut ku masakan Ibu ku adalah
masakan yang terbaik yang pernah ada.Ibu selalu menuruti menu
apa saja yang Aku mau.Ibu adalah ibu yang paling terbaik bagi ku.
Berlimpah-limpah kasih sayang selalu diberikan nya kepada ku,
anaknya satu-satu nya.
Besok adalah hari ulang tahun ku Ibu berjanji
padaku untuk membuatkan ku kue tar kesukaan ku.
“Ibu..besok hari ulang tahun ku bu.. Ibu mau
kasih kado apa buat Syifa?”,ujar ku.
“Ibu bakalan buatin kamu kue deh.. rasa coklat..”
jawab Ibu.
“Asyiikkk….!! Terima kasih ibu…” ucap ku dengan
hati yang gembira.
Pagi ini Ibu sudah mempersiap kan bahan- bahan yang akan ibu
gunakan untuk membuat kue siang ini bersama ku.Sepulang sekolah
Aku dan Ibu langsung membuat kue bersama.Wajah ku penuh dengan
gandum,begitupun ibu.Akhirnya kue kami pun matang.Aku dan Ibu
langsung mengangkat kue kami.Hmmm…aroma yang sedap,tak sabar
nafsu ku untuk menyantapnya.
Setelah kami selesai membuat kue untuk ulang
tahun ku besok,tiba-tiba Ayah pulang dari kerja dengan keadaan
tergesa-gesa.Ibu menanyakan hal apa yang terjadi pada
Ayah.Ternyata Ayah dikejar-kejar oleh beberapa preman yang
diperintah oleh Pemimpin perusahaan tempat ayah bekerja karena
Ayah ku di tuduh mencuri dana modal baru perusahaan
mereka.Untung nya para preman itu tidak mengetahui dimana rumah
kami.
Aku merasa takut dengan keadaan ayah yang seperti
ini.Aku terus menanyakan hal ini kepada Ibu.Tetapi Ibu
meyakinkan ku bahwa tidak mungkin ayah ku berbuat seperti
itu.Ditengah perbincangan kami.Ibu menangis dihadapan ku.Tak
pernah sebelumnya Aku melihat Ibu menangis seperti ini.Seorang
Ibu yang Aku sayangi ternyata memang lah benar-benar Ibu yang
luar biasa.Ibu sangat mencintai ayah sampai-sampai ia berkata
bahwa ia tak mau kehilangan ayah untuk dipenjara.
“Ibu sayang kamu nak,Ibu bangga pada mu.Kita
doakan ayah semoga tidak akan terjadi apa-apa pada ayah mu nak”
,ucap Ibu sambil menangis terhisak.
Malam ini Aku,ayah dan ibu berkumpul diruang
tengah keluarga.Seperti biasa kami selalu sharing,bermain dan
bercanda. Inilah yang kurindukan saat ini.Mungkin hal inilah
juga yang sampai-sampai membuat ayah menangis di dalam solat
kami malam ini yang hari ini juga tepat nya 1 Maret.
Keesokan hari nya adalah tanggal 1 Maret yaitu
hari ulang tahun ku yang ke-14 tahunAku pikir ulang tahun kukali
ini adalah ulang tahun yang sangat membahagiakan bagi ku,tetapi
ternyata ini adalah hari ulang tahun yang menyedihkan.Sebuah
kejadian histeris terjadi.
“Happy Birthday Syifa…Happy Birthday Syifa…”,Ayah
dan Ibu bernyanyi
untukku.
Sungguh bahagia hati ku ,kami makan kue
bersama,bernyanyi-nyanyi dan bercanda tawa.Setelah acara ulang
tahun ku selesai,dimalam hari disaat Aku,ayah dan Ibu sedang
tidur,tiba –tiba..
“Dubraaakkk….!!!”
“suara apa itu ?”,pikirku yang langsung
terbangun karena terkejut.
Aku merasa aneh dengan suara itu.Aku langsung
melihat jam,sekarang pukul 10.55.Aku berpikir sejenak,suara
apakah itu tadi.Sepertinya itu suara pintu rumah yang dibuka
secara paksa.Lalu tiba-tiba..
“Angkat tangan..!!!”,Hentak seorang lelaki
bertopeng.
“Siapa dia..?” pikir ku dalam hati.
Dengan menyodorkan pisau nya yang tajam ke
leher ku,Aku dipaksa oleh lelaki itu keluar dari kamar dan Aku
didorong nya hingga jatuh di ruang tengah rumah.Begitupun Ayah
dan Ibu ku.
Aku terjatuh dan duduk dipojok pintu,sambil
menangis.Ayah dan Ibu seper tinya di instropeksi.Sepertinya itu
adalah preman yang mengejar ayah kemarin.Lalu Ayah lanmgsung
diseret kembali dan didorong kea rah ku.Ayah pun terjatuh.Dan
ada apa dengan Ibu pikir ku.Ibu masih tetap duduk menangis
disana, didekat meja televisi.Aku tak bisa berbuat apa-apa.Aku
hanya bisa berdoa semoga tidak terjadi apa-apa dengan Ibu.
Lalu tiba-tiba ujung pisau yang tajam itu
menancap di dada Ibu ku.Oh tuhan apa yang salah pada ibu ku.Air
mata ini tak berhenti mengalir.Aku tahu,pasti Ibu merelakan diri
nya demi ayah yang didesak untuk menyerah kan diri nya untuk
mengaku bahwa ayah ber buat itu.Tetapi mungkin Ibu tetap
menyanggah itu,sehingga ibu bisa ter bunuh dengan cara yang
tidak wajar bagi ku.
“Ibu…..maaf kan syifa yang tidak bisa berbuat
apa-apa untuk ibu…!!” teriakku sambil menangis..
Kemudian Lelaki bertopeng itu langsung
pergi.Ayah langsung memanggil polisi dan ambulance.Suara sirine
ambulance membuat ku takut.Polisi dimana-mana.Akupun
menyembunyikan diriku didalm kamar.aku masih trauma melihat Ibu
ku yang sangat Aku cintai terbunuh begitu saja.
Begitu lah cerita 1 Maret 1 tahun yang
lalu.Tanggal 1 Maret yang biasa nya tanggal bahagia ku,sekarang
menjadi tanggal terburuk bagi ku.Tepat dimana tanggal Aku
dilahirkan dan juga tepat nya tanggal dimana Ibu ku wafat.
Pengorbanan Ibu ku ini sangat membuat ayah menyesal.Tapi Aku
berusaha menguat kan ayah dan sekarang walaupun tanpa Ibu,Aku
dan ayah akan terus semangat hidup berdua bersama.