Konsumsi minyak bumi mendominasi sekitar 66 % kebutuhan energi dalam negeri Indonesia. Disusul gas bumi 15 %, batu bara 13 %, dan konsumsi energi lainya sebesar 6 % (www.esdm.com). Bila tidak ditemukan sumber  baru , cadangan minyak bumi akan habis pada tahun 2010, gas bumi pada tahun 2032, dan batu bara pada tahun 2052 (Ariyanto, 2004).

Produksi kilang minyak Indonesia saat ini sekitar 1 juta barrel perhari, sedangkan konsumsi minyak dalam negeri  kurang lebih 1,4 juta barrel perhari (Jawa Pos, 11 maret 2005).  Sehingga  Indonesia masih mengimpor minyak sebesar 400 ribu barrel perhari. Perkembangan ekonomi dan industri mengakibatkan semakin besarnya konsumsi masyarakat Indonesia terhadap produk minyak bumi. Kebutuhan minyak rata-rata naik 6 % pertahun (Atmomartoyo, 2005). Konsumsi terbesar adalah minyak diesel (solar) yang pada tahun 2002 saja mencapai 22 juta kiloliter. Hal ini diperkirakan akan terus meningkat pada tahun berikutnya, sehingga mengakibatkan persediaan minyak bumi Indonesia semakin menipis (Makmuri, 2003). Produksi kilang-kilang minyak Indonesia juga semakin menurun, bahkan produksi minyak bumi Indonesia saat ini tinggal 942.000 barrel perhari (Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, 2005). Kurang dari quota minimal yang ditetapkan oleh OPEC (Sukardi, 2005).    

Menurut Soedradjat (1999), jika tidak ditemukan atau dikembangkan sumber minyak baru, maka pada tahun 2010 Indonesia diperkirakan tidak lagi berstatus sebagai net exporter, atau bahkan menjadi net importer. Sari (2002) mengatakan bahwa jika Indonesia tidak bersiap, maka pada tahun 2012 Indonesia akan menjadi net oil importir BBM. Sepuluh tahun kemudian (2022) akan menjadi total oil importer, karena persediaan minyaknya habis sama sekali. sehingga nilai impor Indonesia akan lebih besar daripada nilai ekspornya. Oleh karena itu diperlukan upaya guna mendapatkan bahan bakar alternatif yang bersifat terbarukan, salah satunya adalah biodiesel (Rahayu, 2005; Zuhdi, 2004; Zuhdi dkk, 2003;  Zuhdi, 2002; Rahman, 1995; La Puppung, 1986).

Biodiesel merupakan bahan bakar dari minyak nabati maupun lemak hewan (Briggs, 2004) yang memiliki sifat menyerupai minyak diesel. Biodiesel terdiri dari mono-alkyl ester yang dapat terbakar dengan bersih (Howell dkk, 1996).  Biodiesel bersifat terbarukan, dapat menurunkan emisi kendaraan, bersifat melumasi dan dapat meningkatkan performance mesin.  Biodiesel dibuat dengan cara methanolisis minyak atau lemak dengan reaksi trans-esterifikasi ataupun esterifikasi, dengan katalis basa ataupun asam yang menghasilkan methyl ester. Dalam proses ini dengan satu kilogram bahan baku bisa diperoleh satu liter biodiesel  (www.bppt.go.id).

Pada dasarnya semua minyak nabati atau lemak hewan dapat digunakan sebagai bahan baku biodiesel. Pertimbanganya adalah dapatkah bahan tersebut dibudidayakan dan dikembangkan secara luas di Indonesia. Pada saat ini telah dilakukan penelitian dan pengembangan biodiesel di Indonesia. Bahan baku yang digunakan adalah minyak sawit, minyak jelantah, dan minyak jarak. Penelitian yang terbaru adalah alga sebagai bahan baku biodiesel (Zuhdi dan Sukardi, 2005).

Indonesia mempunyai potensi yang besar untuk pengembangan biodiesel dengan bahan baku seperti diatas. Kebutuhan minyak diesel yang besar otomatis akan membutuhkam bahan baku yang besar pula. Oleh karena itu diperlukan kalkulasi untuk menghitung berapa besar bahan baku biodiesel yang harus disediakan untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri. Kalkulasi juga diperlukan untuk mengetahui stok bahan baku yang dapat dikembangkan di Indonesia. Dengan mengetahui stok bahan baku yang dapat dikembangkan dan kebutuhan biodiesel pada masa yang akan datang, maka dapat diketahui posisi Indonesia pada masa yang akan datang. Yaitu sebagai net Importer, netral, ataukah net exporter.

Berikut adalah papaer-paper yang telah dipublikasikan, sebagian paper bisa dibaca langsung dan sebagian lagi hanya disampaikan ringkasannya saja. Namun dilampirkan dalam bentuk file pdf, apabila diperlukan silahkan di download:

  1. Pengaruh Pemanasan Mula pada Bahan bakar Waste Oil Terhadap Unjuk Kerja High Speed Marine Diesel Engine Dipublikasikan pada Jurnal Teknologi Kelautan Volume 6 No.2 hal 77-85, tanggal 22 Juli 2002

  2. Produksi dan karakteristik Biodiesel serta Teknik Pencampurannya dengan Minyak Solar (Gas Oil)

    Dipublikasikan pada Prosiding Seminar Nasional Teori dan Aplikasi Teknologi Kelautan 2002, 29 Oktober 2002, Fakultas Teknologi Kelautan ITS Surabaya.

  3. Aplikasi Penggunan Waste Methyl Ester pada High Speed Marine Diesel Engine

    Dipublikasikan pada Prosiding Seminar Nasional Teori dan Aplikasi Teknologi Kelautan 2002, 29 Oktober 2002, Fakultas Teknologi Kelautan ITS Surabaya.

  4. The Characteristict of Castor Oil as a Bio-diesel Fuel and its Effects on the Diesel Engine's Performance.

    Dipublikasikan pada Proceding the 68th Annual Meeting of Japan Institutions of Marine Engineering, November 19-22, 2002

  5. Studi Eksperimen Unjuk Kerja Motor Diesel Menggunakan Bahan bakar Jelantah Ethyl Ester.

    Dipublikasikan pada Prosiding Seminar Nasional Teori dan Aplikasi Teknologi Kelautan 2003, 15 Oktober 2003, Fakultas Teknologi Kelautan ITS Surabaya.

  6. Biodiesel Sebagai Alternatif Pengganti Bahan bakar Fosil pada Motor diesel

    Laporan Riset Unggulan Terpadu VIII, Bidang Teknologi Energi, Kementrian Riset dan Teknologi RI, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, 2003

  7. Uji Ketahanan Motor Diesel dengan Bahan Bakar Komposisi Castor Methyl Ester, Palm Methyl Ester dan Minyak Solar

    Dipublikasikan pada Prosiding Seminar Nasional Pasca Sarjana IV, Program Pasca Sarjana ITS, 2004.

  8. The Effect of Using of Waste Methyl Ester as Supplement Fuel of Diesel Oil to Durability of Diesel Engine.

  9. Proses Pembuatan dan Karakteristik Biodiesel dari Crude Palm Oil (CPO) Serta Teknik Blending dengan Minyak Solar.

  10. Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar Crude Palm Methyl Ester (CPME) Terhadap Produksi NOX dan Partikel Smoke.

  11. Alga Sebagai Salah Satu Alternatif  Bahan Baku Pembuatan Biodiesel di Indonesia

 

| Main Menu |

 

Hosted by www.Geocities.ws

1