 |
| Info Intim |
Penyakit-penyakit Intraskrotal
Penyakit yang berhubungan dengan skrotum (kantung buah zakar) dibedakan menjadi :
Torsio Testis
Inflamasi
Hidrokel
Hernia skrotalis
Spermatokel
Varikokel
Keganasan
TORSIO TESTIS
Ini merupakan kondisi yang paling penting karena merupakan kasus emergensi yang harus
segera ditangani. Torsio testis sebagian besar (90%) diderita oleh laki-laki sampai umur
20 tahun. Insiden terbesar pada bayi berumur kurang dari satu tahun (jenis torsi
ekstravaginal) dan anak laki-laki pada masa pubertas (jenis torsi intravaginal). Torsio
testis jarang ditemukan di atas umur 25 tahun, namun demikian tetap harus dipertimbangkan
pada pasien dengan sakit di skrotum.
Torsio testis intravaginal terjadi karena korda spermatikus, juga testis, terpuntir
bersama tunika vaginalis. Faktor yang memperbesar kemungkinan terjadinya torsio testis
karena adanya kelainan pada saat turunnya testis dari rongga abdomen di mana terdapat
insersi yang tinggi lapisan parietal tunika vaginalis. Adanya kontraksi spasmodik
serat-serat otot kremaster menyebabkan terpuntirnya korda spermatikus dan testis.
Mekanisme yang memicunya tidak diketahui. Pada beberapa pasien berhubungan dengan
aktivitas fisik yang berat, namun pada beberapa pasien torsio timbul pada saat pasien
tidur, duduk atau pada situasi nonaktif lainnya.
Torsio testis intravaginal lebih sering terjadi pada sisi kiri karena korda spermatikus
kiri lebih panjang daripada yang kanan sehingga lebih mudah terjadi puntiran.
Apa gejalanya?
Gejala yang timbul adalah rasa sakit yang sedang sampai berat pada testis yang torsio.
Kadang-kadang rasa sakit menjalar sepanjang korda spermatikus ke panggul atau abdomen
bagian bawah. Sehingga kadang-kadang didiagnosis sebagai appendisitis. Oleh karena itu
setiap ada keluhan sakit perut bagian bawah, pasien harus diperiksa testisnya.
Gejala penting yang sangat membantu adalah adanya nyeri testis yang hilang timbul dengan
hilangnya rasa sakit secara spontan dalam waktu singkat. Keluhan biasanya disertai mual
dan muntah. Gejala-gejala salurah kemih sangat jarang ditemukan.
Apa yang diperiksa?
Untuk menegakkan diagnosis, pemeriksaan yang paling penting adalah pemeriksaan fisik.
Pada torsio intravaginal terdapat obstruksi vena yang menyebabkan pembesaran dan udema
testis. Bila torsio berlanjut terus suplai darah ke testis berkurang dan dapat menyebabkan
kerusakan bahkan kematian jaringan testis. Kerusakan yang menetap akan terjadi bila torsio
tidak ditangani dalam 5 12 jam sejak terasa sakit.
Dokter akan melakukan pemeriksaan palpasi (perabaan dengan jari-jari tangan). Apakah ada
penebalan korda spermatikus dan berapa derajat torsio yang terjadi. Pemeriksaan ini
dikonfirmasikan dengan sisi yang tidak sakit. Kemudian pasien akan diperiksa dalam keadaan
tidur terlentang, apakah elevasi (pengangkatan) testis akan meningkatkan rasa sakit.
Testis yang mengalami torsio biasanya terlihat menonjol dan retraksi (memendek) di dalam
skrotum.
Bagaimana penanganan Torsio Testis?
Secara klinis dan eksperimental infark (kematian jaringan) testis timbul bila suplai darah
terganggu selama 5-12 jam. Setelah diagnosis ditegakkan terapi harus segera dilakukan
untuk mencegah terjadinya infark testis.
Mula-mula dilakukan eksplorasi. Untuk mengetahui apakah dengan cara melakukan detorsi
(mengembalikan torsio ke keadaan semula), kemudian dilakukan kompres hangat. Setelah
observasi selama 20-30 menit diamati apakah testis yang semula berwarna biru kehitaman
kembali ke warna normalnya yang kemerahan. Beberapa urolog berpendapat bahwa meskipun
testis tidak cukup viable untuk proses spermatogenesis tetapi sel Leydig masih dapat
memproduksi testosteron. Sehingga testis hanya diangkat bila terjadi gangren (pembusukan).
Sebagian besar urolog meyakini bahwa testis sebaiknya diangkat kerena adanya fenomena
autoimun dari testis yang ditinggalkan. Bila testis tidak diangkat, harus dibuat sutura di
2-3 lokasi di dalam skrotum sehingga tidak terjadi torsio di kemudian hari. Pada testis
kontralateral (sisi yang lain) dilakukan hal yang sama karena biasanya faktor predisposisi
yang memungkinkan terjadinya torsio (insersi tunika vaginalis yang tinggi) terjadi
bilateral.
INFLAMASI (PERADANGAN)
Keadaan lain yang sering terjadi adalah peradangan. Peradangan dapat menyerang epididimis
dan atau testis.
Epididimitis yang terjadi pada golongan usia muda sebagian besar merupakan penjalaran dari
uretritis (infeksi uretra). Oleh karena itu perlu diketahui riwayat aktivitas seksual yang
berhubungan dengan terjadinya epididimitis. Juga ditanyakan riwayat trauma skrotum
sebelumnya yang dapat menyebabkan epididimitis traumatik. Epididimitis dapat juga timbul
karena blood borne infection (infeksi yang penyebarannya melalui darah) dari fokus primer
yang jauh, seperti kulit, gigi, telinga dan tenggorokan. Kadang-kadang juga terdapat
hubungan dengan riwayat infeksi virus sebelumnya (seperti penyakit Gondong) yang terjadi
di tempat lain pada tubuh kita.
Apa gejalanya?
Gejala epididimitis yang tipikal adalah perkembangannya yang ringan dan lambat. Mula-mula
timbul rasa tidak nyaman di testis dan perut bagian bawah yang dalam beberapa jam sampai 2
hari kemudian menjadi rasa sakit yang hebat di testis.
Pemeriksaan yang dilakukan?
Dilakuan pemeriksaan palpasi (perabaan dengan jari tangan). Pada palpasi terdapat rasa
nyeri yang terlokalisisr di epididimitis dengan suhu yang sedikit meningkat karena aliran
darah meningkat di daerah tersebut. Bila keadaan ini berlanjut, peradangan dapat
melibatkan testis sehingga menjadi epididimo-orkitis. Pada keadaan ini rasa sakit lebih
hebat, kenyal dan terdapat pembesaran skrotum dan isinya. Biasanya pada keadaan
epididimitis atau epididimo-orkitis yang akut terdapat sedikit peningkatan suhu tubuh.
Pemeriksaan Urin
Kadang-kadng terdapat nanah dalam urin dan kemungkinan juga terdapat bakteri. Juga perlu
diperiksa cairan prostat untuk mengetahui adanya penjalaran ke prostat.
HIDROKEL
Pembesaran pada skrotum paling sering disebabkan oleh hidrokel. Hidrokel adalah
terkumpulnya cairan di antara lapisan parietal dan viseral tunika vaginalis. Bila tunika
vaginalis berinsersi di tempat yang sangat tinggi pada korda spermatikus dan testis, dapat
terjadi hidrokel testis dan korda.
Hidrokel Kongenital
Terjadi karena adanya hubungan terbuka antara rongga abdomen sehingga cairan dari rongga
abdomen keluar dan terkumpul di antara lapisan parietal dan lapisan viseral tunika
vaginalis. Hal ini hampir selalu disertai dengan hernia inguinal tak langsung. Terapinya
adalah operasi untuk menutup kantong hernia karena ia tidak akan menutup secara spontan.
Jenis kedua terjadi karena adanya sejumlah cairan yang terjebak di dalam tunika vaginalis
sesaat sebelum menutupnya prosesus vaginalis. Hidrokel jenis ini disebut hidrokel non
komunikans. Pada hidrokel jenis ini cairan akan diserap dalam waktu satu tahun, sehingga
tidak memerlukan perlakuan khusus.
Apa penyebabnya?
Lapisan viseral dan parietal tunika vaginalis adalah membran yang memproduksi sekret
(cairan) secara kontinu berupa plasma transudat. Cairan ini kemudian akan diserap melalui
saluran limfatik. Hidrokel terjadi akibat adanya obstruksi (penyumbatan) limfatik yang
menyebabkan berkurangnya penyerapan.
Penyebab terjadinya obstruksi limfatik tidak diketahui dengan jelas dan tidak mudah
didiagnosis. Pada penderita berusia lebih tua bisa terjadi karena ekstensi lokal dari
kanker prostat atau buli-buli.
Hidrokel dapat juga terjadi karena meningkatnya produksi cairan oleh membran yang
merupakan fenomena yang relatif sering terjadi. Kerusakan pada testis sering menyebabkan
peningkatan produksi cairan yang mengakibatkan hidrokel. Infeksi atau trauma epididimis,
juga karsinoma testis dapat menyebabkan hidrokel sekunder. Pada banyak kasus akan terjadi
penyerapan spontan bila proses yang menstimulasi produksi cairan yang berlebihan telah
hilang.
Apa yang didapat pada pemeriksaan fisik?
Skrotum akan tampak lebih besar dari yang lain. Palpasi pada skrotum yang hidrokel terasa
ada fluktuasi, dan relatif kenyal atau lunak tergantung pada tegangan di dalam hidrokel.
Permukaan biasanya halus. Langkah diagnostik yang paling penting adalah transiluminasi
massa hidrokel dengan cahaya di dalam ruang gelap. Hidrokel berisi cairan jernih,
straw-colored dan mentransiluminasi (meneruskan) berkas cahaya. Kegagalan transiluminasi
dapat terjadi akibat penebalan tunika vaginalis karena infeksi kronik atau massa di
skrotum tersebut bukan hidrokel.
Palpasi hidrokel seperti balon yang berisi air. Bila jumlah cairan minimum, testis relatif
mudah diraba. Sedangkan bila cairan yang terkumpul banyak, testis akan sulit diraba. Juga
penting dilakukan palpasi korda spermatikus di atas insersi tunika vaginalis. Normalnya
korda spermatikus tidak terdapat penonjolan, yang membedakannya dengan hernia skrotalis
yang kadang-kadang transiluminasinya juga positif. Pada hernia skrotal yang besar dapat
dikonfirmasi dengan terdengarnya bising usus dalam skrotum, terdapat sedikit udara usus
pada foto Rontgen (sinar x), dan massa dapat berkurang dengan mendorong ke dalam rongga
perut pasien pada posisi tiduran dengan kepala lebih rendah daripada kaki.
Bagaimana terapinya?
Beberapa hernia seperti hernia traumatik pada anak-anak, akan diserap spontan dalam satu
minggu sampai satu bulan. Pada kasus seperti ini dilakukan terapi konservatif. Pada
kelompok usia yang lebih tua, hidrokel dapat diserap secara spontan bila timbul akibat
overproduksi cairan seperti yang ditemukan sekunder karena epididimitis akut pada
penderita dewasa di mana hidrokel terjadi karena ketidakseimbangan antara produksi cairan
dan resorbsinya hidrokel tidak dapat hilang spontan. Pada pasien seperti ini aspirasi
jarum pada hidrokel bukan merupakan terapi yang adekuat karena hidrokel akan timbul lagi.
Terapi yang tepat dan adekuat adalah pembedahan. Dilakukan reseksi dan pengangkatan
sebagian besar lapisan parietal tunika vaginalis sehingga membran yang bersekresi dan
ruang untuk penumpukan dihilangkan, sehingga mencegah rekurensi hidrokel.
HERNIA INGUINOSKROTAL
Hernia inguinoskrotal adalah kantong hernia indirek yang menonjol ke dalam skrotum melalui
kanal inguinal, dan cincin inguinal esternal. Sehingga tampak sebagai massa di dalam
krotum. Diagnosis ditegakkan berdasarkan penebalan sepanjang korda spermatikus akibat
penekanan kantong hernia dan isinya. Hernia dapat berisi omentum atau usus atau keduanya.
Pada hernia yang berisi bagian usus ditemukan bising usus di dalam skrotum kecuali bila
terdapat ileus. Pada pemeriksaan x-ray didapatkan gambaran tipikal dari udara usus halus
di dalam skrotum. Biasanya transiluminasi positif meskipun tidak sejernih pada hidrokel.
Bila hernia dapat masuk kembali atau didorong ke dalam rongga perut biasanya pasien tidak
memepunyai keluhan. Bila tidak dapat dimasukkan kembali dipikirkan adanya hernia
inkarserata yang memerlukan pembedahan. Bila terjadi strangulasi (dengan berkurangnya
suplai darah kebagian usus) pasien mengeluhkan gejala sumbatan usus dan benjolan akan
terasa sangat sakit. Pada pasien seperti ini harus dilakukan operasi segera.
SPERMATOKEL
Spermatokel adalah kista retensi bagian kepala epididimis atau tubulus rete testis.
Spermatokel dapat meneruskan cahaya pada pemeriksaan transiluminasi. Hal yang penting
untuk diagnosis adalah terabanya spermatokel yang dapat dengan mudah dibedakan dengan
testis. Pada palpasi spermatokel teraba kenyal,berbentuk bulat atau lonjong dan pada
umumnya tidak sakit. Bila spermatokel masih kecil tidak memerlukan terapi khusus. Tetapi
bila spermatokel membesar atau menimbulkan rasa sakit memerlukan tindakan operasi
pengangkatan.
KARSINOMA TESTIS
Karsinoma testis dapat berkembang menjadi hidrokel sekunder, epididimitis, atau bahkan
hematokel. Testis normal teraba kenyal. Bila terdapat area pada testis yang lebih keras
dari area lain pada testis harus dipikirkan adanya keganasan. Pembesaran bagian testis
seperti bagian bawah atau lainnya yang berhubungan atau tidak berhubungan dengan
pengerasan bagian tersebut harus dicurigai sebagai karsinoma. Pada pasien ini dilakukan
pemeriksaan ultrasonografi untuk membantu penegakan diagnosis. Bila diagnosis masih tidak
jelas sebaiknya segera dilakukan operasi eksplorasi.
|
| Pilihan
Berita Lainnya |
Pilihan Berita :
|
|
 |
 |
|
 |