 |
| Info Internet |
Seminar dan Diskusi Warnet
Dilarang Buka Warnet di Daerah?
Reporter: Donny B.U.
detikcom - Jakarta, Apa sih yang penting dari sebuah warnet? Berdasarkan kesimpulan dari
hasil seminar warnet yang dihadiri lebih dari 200 peserta bertempat di Mal Ambasador
Kuningan - Jakarta Sabtu (3/5/2000), ada lima kriteria yang mendukung suksesnya berbisnis
warnet menurut Onno W. Purbo.
"Kecepatan akses, lokasi, fasilitas, harga dan pelayanan terhadap pelanggan sangat
berpengaruh bagi sebuah warnet untuk menjaga loyalitas pelanggannya", ujar Onno.
Ditambahkan oleh Onno bahwa dari kelima hal tersebut, yang harus paling diperhatikan
adalah pelayanan terhadap pelanggan. "Apabila ada pelanggan bertanya kepada petugas
warnet tetapi petugas tersebut tidak tahu apa-apa, bisa-bisa pelanggan tersebut akan kapok
ke warnet kita", tambah Onno.
Dalam diskusi yang dimoderatori oleh Michael S. Sunggiardi (Korwil Bogor Asosiasi Warnet
Indonesia) dan Soegiharto (Deputi Sekjen Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia), banyak
hal terungkap dari beberapa pertanyaan dan masukan peserta seminar. Salah satu yang
menarik adalah diungkapkan bahwa ISP Wasantara-Net melakukan monopoli atau melarang pihak
lain membuka warnet.
Salah satu peserta seminar dari Bangka mengeluhkan kebijakan Wasantara-Net tersebut.
Ternyata, menurut Onno, banyak sekali ditemui kasus di daerah-daerah yang serupa seperti
yang terjadi di Bangka.
"Kasus tersebut sudah dilaporkan ke Dirjen Postel, mereka sendiri menyangkal telah
mengeluarkan kebijakan tersebut", jawab Onno. Pada satu kesempatan diskusi di
Dikmenjur Depdiknas Kamis (25/5/2000), sempat diungkapkan oleh wakil dari Asosiasi
Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bahwa yang melakukan monopoli bukanlah
Wasantara-Net, tetapi Kantor Pos Besar setempat.
Lepas dari kasus yang memprihatinkan kalangan TI tersebut dan pihak mana yang melakukan
pelarangan tersebut, diharapkan warnet dapat melakukan perjuangan-perjuangan untuk dapat
memajukan dirinya. Beberapa usulan yang disampaikan antara lain dengan meningkatkan
promosi melalui media massa dengan cara barter, meningkatkan pemasaran, membuat
program-program khusus bagi pelanggan dan melakukan kerjasama dengan pihak lain.
Tetapi kalau belum apa-apa sudah ada monopoli atau pelarangan seperti yang terjadi di
atas, tampaknya ini menjadi perjuangan bersama masyarakat TI Indonesia.(dbu)
|
| Pilihan
Berita Lainnya |
Pilihan Berita :
|
|
 |
 |
|
 |