 |
| Info Intim |
Memahami Seluk Beluk Vagina
Dahulu membicarakan tentang alat kelamin dan seks adalah tabu. Kini seiring dengan
perkembangan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan, justru alat kelamin dan seks telah
dijadikan salah satu bidang kajian keilmuan. Sebut saja ilmu kedokteran yang mempelajari
tentang penyakit kelamin dan kelainan seks.
Mengiringi kemajuan itu, para wanita perlu mengetahui tentang seluk beluk alat kelamin dan
reproduksinya agar dapat memahami seutuhnya apa yang terjadi jika melakukan hubungan
seksual atau mengandung dan melahirkan anak.
Selain bentuknya yang berbeda dengan penis, vagina juga lebih tersembunyi. Secara garis
besar vagina terbagi menjadi dua yaitu bagian luar (vulva) dan bagian dalam yang lebih
terkait erat dengan alat reproduksi.
Vulva terdiri dari beberapa bagian seperti berikut.
Bukit Venus dikenal dengan istilah mons vubis/veneris yaitu jaringan gembung di atas
tulang kemaluan. Mulai masa pubertas, bagian ini ditumbuhi rambut.
Labia Majora (bibir luar), yakni dua jaringan tebal yang melindungi lubang kemaluan dan
lubang kencing.
Labia minora (bibir dalam), yakni bibir kecil yang bentuknya sangat halus dan berlipat,
tanpa rambut dan sangat peka jika disentuh. Lipatan bibir kecil ini membelah menjadi dua
lipatan dan membentuk tudung kelentit, yang di bawahnya terletak klitoris atau kelentit,
merupakan sebuah benjolan daging kecil yang mirip sebuah putik. Klitoris ini akan membesar
jika sang wanita mencapai puncak orgasme. Dan uretha atau lubang kencing sebelah luar yang
berhubungan langsung dengan kandung kemih.
Vagina adalah liang masuk dari sebelah luar kemaluan wanita. Juga memiliki bagian-bagian
seperti berikut.
Himen atau selaput perawan, selaput tipis yang berada pada liang vagina.
Kelenjar bartholin atau kelenjar serambi terletak pada kedua sisi liang vagina itu.
Kelenjar ini yang sering terkena infeksi seperti gonore dan sifilis.
Perinem adalah kawasan kulit berbentuk segitiga yang letaknya di antara ujung labia minora
dengan lubang dubur.
Lubang dubur yang terletak di bawah perinem, sebagai saluran pembuangan kotoran.
Sedangkan vagina bagian dalam terdiri dari beberapa bagian.
Vagina dengan liang masuk bagian dalam, merupakan sebuah saluran dengan otot-otot.
Rektum atau dubur bagian dalam, letaknya menjurus dari vulva arah ke atas membentuk
semacam segitiga terhadap rahim. Panjangnya sekitar 10-12,5 cm dan mampu melar sebanyak
mungkin, seperti ketika menyergap penis atau mengeluarkan bayi pada saat melahirkan.
Cervin atau leher rahim, merupakan bagian sebelah bawah pada rahim.
Os atau mulut rahim, merupakan sebuah lubang kecil pada mulut rahim yang berfungsi sebagai
saluran ke dalam rahim.
Saluran rahim merupakan sebuah gua yang dikelilingi otot bentuknya mirip buah pir. Di
sinilah tempat janin bayi berkembang.
Endometrium adalah selaput lendir yang melapisi rahim.
Tabung fallopi menjurus arah ke luar dan kembali dari kedua sisi bagian ujung atas rahim.
Panjangnya kurang lebih 10 cm dan mencapai ujung luarnya pada indung telur.
Indung telur merupakan sumber sel telur wanita, yang dapat disejajarkan dengan buah zakar
pada pria.
Dengan mengerti organ dalam dan luar vagina termasuk organ reproduksi, para wanita tidak
lagi perlu kaget atau panik dengan perubahan yang mungkin terjadi pada alat kelaminnya.
Tidak perlu melakukan percobaan-percobaan bodoh yang akhirnya justru membuat luka atau
infeksi pada alat kelaminnya sendiri. (*/dr/nk)
|
| Pilihan
Berita Lainnya |
Pilihan Berita :
|
|
 |
 |
|
 |