 |
| Info Tambang |
Sintang Miliki Kandungan 10 Ribu Ton Uranium
Pontianak - (Astaga.com)
Berdasarkan hasil eksplorasi Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) sejak sekitar 1980 lalu,
potensi bahan galian Uranium di kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) mencapai 10
ribu ton yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan teknologi nuklir. Penelitan yang
dilakukan di desa Kalan, kecamatan Ela, kabupaten Sintang, itu menunjukkan kandungan
Uranium yang ada di sana terdapat dalam bentuk Uranium Trioksyda-Oksigen Okta Oksyda
(U3O8).
"Sekarang potensinya 10 ribu ton, namun jika ada dana dan eksplorasi terus dilakukan
mungkin jumlahnya lebih," kata Kepala Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN), Ir H M Iyos
R Subki kepada pers di Pontianak, Sabtu (26/5).
Lebih lengkapnya, kandungan tersebut dalam bentuk U(235) atau U(238) sesuai standar,
karena menurut alam, U(238) kandungannya 99,9 persen dan U(235) 0,7 persen, katanya.
"Itu bukan ukuran maksimal dan minimal, tetapi hasil dari Litbang BATAN, dan untuk
mengetahui lebih dari itu perlu dana lagi," kata kepala BATAN yang hadir di Pontianak
guna melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Pemda dan Universitas Tanjungpura
(Untan).
Menurut dia, dalam upaya mengeksplorasi sumber galian Uranium itu memerlukan dana yang
besar. Dan untuk melanjutkan eksplorasi harus dilakukan penelitian lebih lanjut.
Jika dihitung secara komersial, harus bekerjasama dengan perusahaan investasi, baik itu
BUMN maupun swasta Nasional dan Internasional, katanya.
Masih menurut Subki, adapun jumlah biaya untuk melakukan investasi dapat mencapai jutaan
dollar. Dan jika tidak ada pasar yang menerima Uranium maka percuma jika dilakukan
eksplorasi kembali. "Jadi sekarang yang dilakukan, yakni penelitian dan pengamanan
ditinjau dari keselamatan radiasi di tambang," katanya.
Berkaitan dengan hasil Litbang BATAN terhadap tambang Uranium di Sintang, dikeluarkan
rekomendasi kepada Pemerintah yakni menyangkut hasil penelitian dan kandungan Uranium yang
ada. Jika mempunyai dana lebih maka dapat dilakukan penelitian lebih lanjut.
"Tetapi jika pasar tidak berminat maka lebih baik Uranium itu tetap disimpan di dalam
perut bumi," katanya.(antara)
|
| Pilihan
Berita Lainnya |
Pilihan Berita :
|
|
 |
 |
|
 |