 |
| Info Perilaku |
|
Tetap Berteman Meskipun Bukan Kekasih
Sering terdengar ungkapan lama bila kita memutuskan hubungan dengan kekasih, Kita masih
bisa tetap berteman. Tetapi apakah itu benar-benar bisa? Berdasarkan pengalaman pribadi
maupun pengalaman banyak orang, hal demikian memang bisa terjadi. Inilah yang berhasil
dilakukan mereka untuk bisa tetap berteman dengan para mantan kekasihnya.
Pertama harus disadari bahwa tidak semua mantan layak dipertahankan. Jika hubungan Anda
penuh kekerasan atau meninggalkan begitu banyak luka, tutuplah pintu dan biarkan tetap
begitu. Hanya Anda yang bisa menentukan pilihan.
Masa yang segera kita alami setelah putus cinta biasanya masa-masa emosional. Ini
sepenuhnya normal dan manusiawi. Akan dialami juga perasaan duka, hampa, cemas, kecewa dan
bahkan marah. Dan tentu saja, ini mungkin menjadi kehilangan bagi salah satu dari kalian,
atau keduanya. Selama masa ini, disarankan untuk menenangkan diri. Dengan demikian tidak
ada yang akan mengatakan suatu saat ada hal-hal yang akan disesali dan menutup kemungkinan
bagi pertemanan di masa yang akan datang.
Ketika keadaan sudah tidak begitu menyakitkan, bagi salah satu atau keduanya, bisa mulai
membangun persahabatan baru. Mulailah dari yang kecil-kecil. Telepon dia dan tanyakan
bagaimana jalannya proyek di kantor atau pertanyaan-pertanyaan netral lainnya tentang
keadaan masing-masing.
Tulus dan tertariklah. Lakukanlah percakapan ringan dan tutuplah dengan mengatakan betapa
senangnya bisa berbicara lagi dengannya dan berharap Anda bisa melakukannya lagi dalam
waktu dekat. Seiring dengan berjalannya waktu, Anda bisa tetap melakukan hal ini hingga
pada suatu saat Anda bisa memintanya untuk bergabung dengan Anda atau teman-teman untuk
keluar malam atau pesta dengan teman-teman dekat. Pastikan bahwa ini bukanlah sebuah
kencan, kecuali tentu saja Anda punya motif-motif tertentu di balik itu. Yang penting,
Anda perlu meyakinkannya bahwa Anda adalah orang yang aman untuk diajak bicara. Anda
jangan menelponnya dan mengatakan "Hai, apa kabar?
bla..bla
Mengapa kamu
putus dengan saya?" Hindari terlibat dalam pembicaraan yang konfrontasional dan
tetaplah tanpa saling menyalahkan dan tuduh-menuduh. Mungkin lebih mudah mengatakan
daripada melakukukan, tetapi jika niat Anda memang untuk menciptakan persahabatan yang
berharga, ini adalah sebuah keharusan.
Ada cerita dari mereka yang telah putus hubungan dengan kekasihnya. Salah satu dari mantan
kekasihnya bahkan menjadi pendamping perkawinan mereka. Demikian pula sebaliknya, setelah
perkawinan tersebut dia yang telah menikah membantu mantan kekasihnya saat mengadakan
perkawinan. Bahkan ada yang justru bekerja sama dalam usahanya.
Yang penting disini, kita bisa bahagia memiliki dua orang teman yang bisa dipercaya ketika
dan jika saya membutuhkan bantuan. Jelas ada sesuatu di sana yang menciptakan hubungan
yang romantis dan meskipun itu tidak berhasil masih disukai kualitas yang sama dalam diri
mereka. Kedua, siapa yang mengetahui peluang seperti apa yang bisa hilang jika membuang
hubungan ini begitu saja?
Kita harus percaya bahwa kita selalu bisa memanfaatkan seorang teman. Jangan mengharapkan
itu akan terjadi dalam semalam. Juga penting untuk diingat bahwa persahabatan, seperti
cinta, adalah jalan dua arah. Jika seseorang tidak mau mencoba, maka mereka akan menjalani
masa-masa yang sulit atau itu tidak akan terjadi sama sekali. Buatlah dunia ini menjadi
lebih baik, setidaknya coba dan berbahagialah meskipun itu tidak berhasil. Setidaknya Anda
tahu bahwa Anda sudah melakukan usaha yang baik.(bs/rh)
|
|
| Pilihan
Berita Lainnya |
Pilihan Berita :
|
|
 |
 |
|
 |