Real Time 

Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Halaman Utama | Tugas Akhir | Biodata | Portal | Berita dan Peristiwa
Info Kehidupan

Agar Tetap Survive, Tak Segan Bunuh Keturunan Sendiri

Jakarta - 07 Jun 00 16:32 WIB - (Astaga!com)
Demi upaya survival, beberapa binatang tak segan menghancurkan telurnya sendiri. Temuan dua ilmuwan Norwegia tersebut menghancurkan teori yang diyakini selama seperempat abad.

Selama seperempat abad, para ilmuwan meyakini bahwa spesies yang memiliki produktivitas tinggi akan selalu menghasilkan telur berukuran besar. Sementara spesies yang kurang produktif akan memiliki telur yang berukuran lebih kecil.

Semakin besar telur maka semakin tinggi tingkat survival dan begitu sebaliknya. Namun uniknya, beberapa binatang justru menghancurkan sendiri telur yang berukuran besar.

Membunuh Untuk Survive
Ahli biologi dan evolusi J.B.S Haldane menjelaskan fenomena ini terkait dengan masalah evolusi yaitu bagaimana mahluk hidup mempertahankan dirinya supaya bisa tetap survive, namun dengan bentuk yang sempurna. Karena hal inilah maka wajar jika induk yang memiliki produktivitas tinggi justru cenderung memiliki telur berukuran kecil. Sementara yang kurang produktif memiliki telur yang berukuran lebih besar.

Keputusan untuk menentukan survive tidaknya suatu spesies bukan tergantung pada spesies lain, namun terletak di tangan sang induk sendiri. Jika induk beranggapan bahwa ia tidak bisa merawat keturunannya maka telur-telur tersebut akan dihancurkan sebelum menetas.

Teori Haldane tersebut mungkin akan segera menjadi usang dan dilupakan orang jika tidak muncul dua ilmuwan Norwegia Sigurd Einum dan Ian A.Fleming yang melakukan penelitian pada ikan Atlantic Salmon (Salmo salar).

Dalam laporan penelitian yang dimuat dalam jurnal Nature pekan ini, dua ilmuwan asal Norwegian Institute for Nature Research, Trondheim, Norwegia tersebut membiakkan Atlantic Salmon dalam lingkup tertutup.

Atlantic Salmon dikenal sebagai spesies yang sangat produktif karena mampu menghasilkan 1700-20 ribu telur sekali bertelur. Pembiakan di ruang tertutup ternyata membuat ukuran telur yang dihasilkan lebih bervariasi daripada jika ia bertelur di laut lepas.

Hal ini justru memungkinkan peneliti melakukan uji coba pada telur ukuran besar yang memiliki asal-usul yang sama. Dari sinilah mereka memiliki gambaran tentang bagaimana ukuran tersebut mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya di masa depan.

Hasilnya, keturunan dari telur yang lebih besar memang cenderung lebih survive setidaknya dalam minggu pertama. Namun, karena sang induk beranggapan bahwa ia harus memiliki keturunan yang sempurna, maka beberapa telur yang berukuran terlalu besar atau terlalu kecil dihancurkan. Ini kedengarannya meman tidak masuk akal dan sadis, tapi barangkali induk lebih tahu bagaimana cara terbaik untuk survive. (fransisca r.susanti)










Pilihan Berita Lainnya

Pilihan Berita :




Isi Dong !!!

Tulis Buku Tamu whatsnew.gif (278 bytes)
Lihat Buku Tamu


Isi Siteku

1. Tugas Akhir
2. Rincian Pengalaman
3. Persahabatan (Cinta)
4. Profil Usaha
5. Masa Kecil
6. Organisasi
7. Hobby & OlahRaga


whatsnew.gif (278 bytes) Cari dlm Site
Cari luar Web
 


Foto dan Peristiwa


Kasus Halmahera Utara


Tekno & Info Lain


Akses Internet Murah
Protokol Aplikasi Wereless
Rancangan Pesawat Boeing


Hikmah


Nilai Sebuah Do'a
Kesalahan yang dimaafkan


Kata Mutiara


Kata Mutiara 1
Kata Mutiara 2


Serba-Serbi

Anda Ingin Tahu tentang permasalahan Seks atau info intim yang lain, cari tahu silahkan lanjut .......



Halaman Utama

Mohon Saran dan Masukan Pembaca Semuanya dengan Mengisi Buku Tamu, Trim's


Halaman ini terakhir diperbarui pada 06/09/00

Design Webmaster TPI-D6 © June 1999-2000

Kontak Aku

Hosted by www.Geocities.ws

1