 |
| Info Intim |
|
Apa ukuran sukses pria dalam seks?
satulelaki.com - Lelaki selalu mengukur sukses dalam seks dengan orgasme. Jika wanita
pasangannya tidak mencapai orgasme, lelaki akan merengut selama berjam-jam. Itulah
sebabnya mengapa wanita merasa terpaksa berbuat sebaik-baiknya dalam seks sekalipun dia
tidak sedang bernafsu. Untuk menyenangkan pasangannya, wanita bahkan rela berpura-pura
merasakan kenikmatan (orgasme).
Meskipun wanita ingin memuaskan lelaki pasangannya, tetapi kepuasan lelaki bukan sebab
utama yang dirasakan wanita. Itu tidak memberikan rangsangan fisik yang diperlukan wanita
untuk mencapai orgasme. Kepuasan total dalam seks yang dirasakan wanita adalah apabila
wanita berhasil memuaskan lelaki, sekaligus dirinya sendiri juga puas karena lelaki
pasangannya mampu membuatnya orgasme.
Sebaliknya, kepuasan dan kenikmatan sang lelaki ditimbulkan oleh kepuasan wanita
pasangannya. Jika sang wanita tidak mencapai orgasme, lelaki secara keliru akan menganggap
wanita pasangannya tidak puas. Kecenderungan ini dapat diatasi jika sang lelaki memahami
bahwa wanita dapat dipuaskan tanpa harus membuatnya orgasme.
Sudah tentu akan melegakan kedua pasangan ketika pihak lelaki memahami bahwa wanita
kadang-kadang dapat saja dipuaskan tanpa harus membuatnya orgasme. Jadi, lelaki dapat
menghentikan pengukuran terhadap keberhasilan seksualnya dengan ukuran tercapainya orgasme
oleh wanita pasangannya. Sebagai gantinya, sang lelaki dapat mengukur keberhasilannya
dengan kepuasan yang dirasakan sang wanita dengan atau tanpa orgasme.
Lelaki ingin wanita pasangannya merasa terpuaskan, tetapi secara keliru menganggap bahwa
apa yang membuatnya bahagia juga akan membuat wanita bahagia. Kepuasan seks pada wanita
lebih kompleks daripada lelaki. Wanita memerlukan lelaki yang memiliki sentuhan yang
terampil, waktu yang banyak, dan sikap penuh kasih sayang. Bagi lelaki, pada saat nafsu
seksnya bangkit, maka sudah menjadi bakat alamiahnya bahwa dia ingin cepat-cepat mencapai
orgasme.
Memang, dari sudut pandang lelaki, wanita terlalu lama untuk mencapai orgasme. Sedang dari
sudut pandang wanita lelakilah yang terlalu cepat . Masalah ini mudah dipecahkan jika
lelaki mulai memahami bagaimana cara memperpanjang pengalaman seksual untuk memuaskan
kebutuhan dasar wanita pasangannya. Sekali wanita pasangannya terpuaskan, maka pada
kesempatan lain sang wanita akan lebih mendukung jika sang lelaki tidak mau hubungan
seksnya berlangsung terlalu lama.
Lelaki harus pintar mengatur ritme seksualnya. Kadang-kadang dia perlu memperpanjang waktu
bercintanya agar wanita dapat mencapai orgasme. Lain kali, ketika wanita tidak dalam
suasana hati yang cocok untuk mencapai orgasme, sang lelaki dapat menikmati kebebasannya
untuk mencapai orgasme secepatnya. Dia ibarat pelari estafet yang berlari ke garis finis.
Pada saat lain, dia bagaikan pelari jarak jauh dan harus mengatur napasnya agar tahan lama
sampai ke garis finis [hnl].
|
|
| Pilihan
Berita Lainnya |
Pilihan Berita :
|
|
 |
 |
|
 |