 |
| Info Daerah |
Stiker 'Boikot Jawa Pos' Bertebaran di Surabaya
Reporter: Budi Sugiharto
detikcom - Surabaya, Perseteruan Jawa Pos-Banser sepertinya akan kian meruncing. Setelah
aksi pendudukan yang berujung mundurnya bos Jawa Pos, Dahlan Iskan. Mulai Sabtu
(20/5/2000) ini, di Surabaya beredar stiker bertuliskan "Boikot Jawa Pos". Siapa
yang berulah?
Stiker dengan dasar putih dan tulisan "Boikot Jawa Pos" berwarna merah tersebut
berukuran 4 cm kali 20 cm dan dibagikan kepada setiap pengendara yang lewat di Jl Raya
Darmo, Surabaya.
Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor membantah membuat stiker 'Boikot Jawa Pos'
tersebut. Menurut ketua DPW GP Ansor Jatim, HM. Rofiq, GP Ansor tidak pernah
mengkoordinasi pembuatan stiker tersebut.
"Pasti ada orang -orang yang menunggangi konflik Banser- Jawa Pos," kata ketua
GP Ansor Jatim, HM. Rofiq kepada detikcom di sela seminar "Nasionalisme dan Penguatan
Integritas Kebangsaan", yang diadakan GP Ansor Jatim, di Hotel Hilton, Jl. Gunung
Sari, Surabaya, Jatim, Sabtu (20/5/2000).
Rofiq sendiri mengaku kaget saat diberitahu beredarnya stiker tersebut di Surabaya. Rofiq
lantas menegaskan konflik Banser-Jawa Pos mempunyai banyak nuansa sehingga bisa
dimanfaatkan kelompok lain yang ingin menjatuhkan NU. "Kami akan segera melacak siapa
pembuat stiker itu,"kata Rofiq.
Hingga kini Ansor Jatim tengah menyiapkan materi untuk menggugat secara hukum Jawa Pos.
Langkah hukum tersebut juga mendapat dukungan dari Ketua Umum PB NU, Hasyim Muzadi.
"Kami secepatnya mengajukan gugatan. Itu karena penyelesaian kekeluargaan tidak
mungkin ditempuh, Jawa Pos selalu melanggar kesepakatan bersama," tegas Rofiq.(iy)
|
| Pilihan
Berita Lainnya |
Pilihan Berita :
|
|
 |
 |
|
 |