 |
| Info
Intim |
|
Posisi Terbaik untuk Bercinta
Posisi bercinta berikut ini menenangkan, mudah dan – jika Anda melakukannya dengan benar – dapat juga menjadi yang paling memuaskan. Walau terkadang Anda butuh selingan yang lain.
Mungkin agak aneh kedengarannya bila orang menyebut posisi ini sebagai posisi misionaris. Tetapi entah mengapa banyak pula yang menyukai posisi ini. Adapun gayanya cukup sederhana. Yaitu Anda dan pasangan bercinta sambil berbaring dengan suami berada di atas. Jadi posisi ini memang merupakan posisi yang nyaman dan cukup dikenal.
Konsultan seks mengatakan hal ini seperti sekerat daging dan kentang dalam manual seks. Jika Anda lapar, ini akan memuaskan Anda. Jika Anda lelah, Anda masih mampu untuk sesuap lagi. Anda tahu akan terlihat seperti apa, akan terasa seperti apa dan berapa lama yang dibutuhkan untuk menghabiskannya. Dan jika Anda ingin membuatnya terlihat bergaya, Anda selalu dapat menambahkan dengan improvisasi.
Bagi kebanyakan pasangan, posisi misionaris adalah seks. Misalnya saja pengakuan wanita berikut ini. "Ketika kanak-kanak, jika saya membaca mengenai seks atau melihat adegan cinta di televisi sebelum orangtua saya mengubah saluran, biasanya pasangan tersebut berada dalam posisi misionaris. Sang pria berada di atas, dan sang wanita memandang pada pria tersebut dengan penuh kekaguman. Namun kemudian memasuki tahun 70-an. Pria di bawah dan wanita di atas. Bahkan, wanita-di-atas wajib secara virtual dan siapa pun yang tidak mengikuti Kama Sutra harus menanggung malu," ujarnya.
Apakah ini berkaitan dengan peran kaum feminis yang begitu gencar berkampanye, tiada yang tahu pasti. Namun kaum feminis dan para ahli seks memang bersatu dalam pandangan bahwa posisi misionaris membuat wanita pasif dan terlalu memandang tinggi sang pria. Dan tak mengherankan kita tidak selalu mencapai klimaks. Karena dalam posisi tersebut klitoris mungkin tidak terstimulasi, demikian juga dengan G-spot.
"Sepanjang malam, berbaring terlentang merupakan kesalahan. Jika Anda ingin berkuasa dan keren, Anda harus keluar dari bawah dan mengambil alih kendali, atau membuang kesempatan Anda untuk mendapatkan orgasme selamanya," demikian saran kaum feminis. Namun apakah kita mendapatkan orgasme lebih atau lebih baik dengan perubahan posisi yang membuat leher dan tubuh kita pegal-pegal ini? Sudahkah kebugaran serta improvisasi kita memperbaiki kualitas bercinta kita? Pada akhirnya semua butuh sebuah pertimbangan ulang. (*/nk)
|
|
| Pilihan
Berita Lainnya |
Pilihan Berita :
|
|
 |
 |
|
 |