 |
| Info Politik |
|
Poros Indonesia Bukanlah Parpol
Reporter: Djoko Tjiptono, Fotografer: Yayus Yuswoprihanto
detikcom - Jakarta, Akhirnya impian para penggagas Poros Indonesia (PI) menjadi kenyataan.
Acara launching ormas yang lahir 1 Juni 2000 itu, akan dilakukan di Hotel Indonesia
Jakarta, Senin (12/6/2000). Ditegaskan, Poros Indonesia bukan partai politik.
Sampai hari ini tidak ada keinginan menjadikan PI sebagai partai politik. Ormas ini
didirikan dengan tujuan meningkatkan kualitas partai-partai politik yang telah ada,
ujar penggagas PI Eros Djarot dalam jumpa pers di Hotel Cipta Dua Jl Buncit Raya, Jakarta,
Minggu (11/6/2000).
Anggota PI terdiri dari anggota berbagai partai politik di Indonesia. Namun mereka tidak
boleh membawa atribut partai.
Beberapa fungsionaris parpol yang menjadi anggota PI adalah Ade Komarudin dan Syafri
Hutahuruk dari Partai Golkar, Arief Ashari Siagian (PKB), Zulfan Lindan, Haryanto Taslam,
Meilono Soewondo (PDIP). Sedangkan Faisal Basri dan Bara Hasibuan masih belum mengambil
keputusan.
Latar belakang pembentukan PI, kata Eros, untuk membantu partai-partai politik
meningkatkan kualitasnya. Kita akan mengajak mereka untuk tidak hanya
mengeksploitasi lapisan bawah yang biasanya digunakan menjelang pemilu, kata Eros.
Poros Indonesia, lanjut Eros akan memfokuskan diri untuk meningkatkan kualitas institusi
politik dan demokrasi. Kita akan tegas, siapapun pemerintahnya, pemberantasan KKN
merupakan rekening yang harus dibayar, tegas Eros.
Meskipun baru akan launching besok, PI sudah memiliki cabang di beberapa daerah di
Indonesia, diantaranya di Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan
Lampung.(rif)
|
|
| Pilihan
Berita Lainnya |
Pilihan Berita :
|
|
 |
 |
|
 |