Real Time 

Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Halaman Utama | Tugas Akhir | Biodata | Portal | Berita dan Peristiwa
Info Artikel Politik
 
Mengendalikan Nafsu Politik

Adil - Kiranya tidak perlu diulangi lagi bahwa kekuasaan politik selalu cenderung untuk korup. Dan kekuasaan politik yang absolut atau tidak terkendalikan, hampir pasti akan melahirkan tindakan korupsi secara absolut atau mutlak pula. Kearifan seperti ini tampaknya perlu kita cermati dalam suasana bangsa Indonesia yang sedang bersama-sama membangun demokrasi politik, sosial, ekonomi, dan hukum agar tercapai keadilan multidimensional atau keadilan komprehensif.

Di samping itu, kearifan lain adalah bahwa tidak pernah dalam sejarah dunia --sejak Nabi Adam diutus ke muka bumi, yang menunjukkan bahwasannya kekuasaan yang dipenuhi dengan nafsu angkara dan keserakahan akan mampu bertahan lama dan dapat bermanfaat buat masyarakat banyak.

Terlalu banyak contoh dalam sejarah para penguasa di masa lampau, yang karena tidak mampu mengendalikan nafsu dan keserakahannya maka mereka justru menebar penderitaan bagi bangsanya. Dan pada akhirnya para pemimpin yang lupa diri itu jatuh dari kekuasaannya secara tragis. Tidak perlu jauh-jauh, contoh demikian itu pun terjadi di negara kita dalam tempo yang belum terlalu lama.

Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah majalah asing, yang memuat ulasan singkat tentang bagaimana penguasa selalu datang dan pergi. Bahkan penguasa yang mencoba bersikap dan berbuat demokrastis pun, biasanya juga ada batas atau limit --di mana pasti setelah batas atau limit itu tercapai akan muncul kekuasaan politik baru yang menggantikannya.

Bila para pembaca ADIL mencermati dua hikmah atau kearifan politik tersebut, maka Anda semua mengetahui bahwa sejauh yang saya lakukan saya selalu meneriakkan perlunya setiap keserakahan (terutama dalam bentuk korupsi, kolusi, kroniisme, dan nepotisme) harus dihentikan. Selanjutnya diganti dengan pola permainan politik yang lebih indah, yang berdasarkan transparansi, dan jauh dari nafsu serta keserakahan yang bagi makhluk bernama manusia ini memang tidak pernah ada batasnya.

Dalam majalah asing itu ditunjukkan bagaimana para pemimpin Asia telah datang dan pergi. Tidak cuma itu, bahkan telah terjadi yang seringkali sangat drastis dan dramatis di dalam ranking pengaruh mereka di kawasan negara-negara Asia.

Ada seorang yang dua tahun silam masih menjadi tokoh paling berkuasa di Asia, ternyata sekarang sudah tidak masuk lagi dalam daftar tokoh-tokoh berkuasa dan berpengaruh kawasan tersebut. Malahan dalam banyak hal, mereka sedang dirundung malang. Banyak juga tokoh-tokoh yang pernah ada di papan atas, dalam waktu satu dua tahun saja telah tiba-tiba turun menjadi tokoh juru kunci, dan bahkan di masa depan tidak tertutup kemungkinan akan musnah sama sekali.

Dalam kaitan inilah kita perlu merenungkan beberapa ayat suci Al-Quran yang mengingatkan betapa sementara dan nisbinya kehidupan kita di dunia ini. Semua akan hilang bersama waktu. Hanya perbuatan baik hamba-hamba Allah saja yang akan terus bisa menemaui para hamba Allah itu, tatkala menghadap sang Khalik di hari akhir.

Tampaknya kita semua tanpa terkecuali memang harus selalu mengkaitkan kiprah politik kita, apakah kita yang berada di legislatif, di eksekutif, yudikatif maupun di bidang pengawasan serta juga di bidang pers, untuk selalu ingat bahwa dunia yang kita geluti ini sekadar sawah ladang buat kehidupan yang lebih kekal di akhirat nanti.

Sebuah kekuasaan memang cenderung untuk selalu menambah dan memperbesar kekuasaan itu sendiri. Sehingga hampir dapat dipastikan --bahkan hampir merupakan sebuah aksioma, bahwa seseorang yang sedang berkuasa akan menjadi lupa diri, menjadi adigang, adigung, adiguna, dan seperti contoh-contoh sejarah lama maupun sejarah modern mereka kemudian akan berkhianat terhadap nuraninya sendiri. Dan bila para politisi sudah berkhianat pada nuraninya, pada gilirannya, tidak bisa tidak, pasti akan dia berkhianat pada kepentingan bangsa dan rakyatnya.

Saya sungguh terkejut, karena dalam skala dan kedalaman perilaku korupsi di muka bumi ini Indonesia menempati urutan yang paling parah, yaitu pada angka 98. Tingkat keparahan dan kedalaman perilaku korupsi di negara kita hanya bisa dikalahkan atau disaingi oleh sebuah negara di Afrika yang sangat bobrok, yang memang para pemimpinnya acuh tidak acuh pada pendekatan moral politik di negara bersangkutan.

Terutama bila pergi ke luar negeri, tatkala kita ditanya oleh tokoh-tokoh asing maupun para wartawan di mancanegara mengenai skala dan kedalaman korupsi di negara kita, tidak bisa tidak kita pasti akan klincutan atau penuh dengan perasaan malu karena jawaban apapun yang kita berikan biasanya diterima dengan senyum hambar oleh sang penanya.

Sebentar lagi kita menyongsong Sidang Tahunan MPR yang pertama kalinya akan diadakan, berbeda dengan MPR masa lalu yang bersidang hanya sekali dalam lima tahun. Saya sungguh mendambakan di dalam Sidang Tahunan MPR pada Agustus mendatang, kita semua baik yang di eksekutif, legislatif, yudikatif, maupun bidang pengawasan, betul-betul mengibarkan bendera kolektif anti-KKN. Karena dengan itu sajalah, usia politik pemerintahan kita sekarang ini bisa diperpanjang. Demikian juga yang lebih penting lagi, kehidupan rakyat bisa pulih dengan cepat.

Lebih dari itu, para investor asing yang sampai sekarang masih berat hati untuk datang ke Tanah Air kita, tentu akan segera berduyun-duyun mengalirkan investasinya di republik kita tercinta ini, setelah mereka melihat adanya kepastian hukum dalam pemberantasan KKN dan kepastian atau stabilitas politik. Wallahu a'lam.











Pilihan Berita Lainnya

Pilihan Berita :




Isi Dong !!!

Tulis Buku Tamu whatsnew.gif (278 bytes)
Lihat Buku Tamu


Isi Siteku

1. Tugas Akhir
2. Rincian Pengalaman
3. Persahabatan (Cinta)
4. Profil Usaha
5. Masa Kecil
6. Organisasi
7. Hobby & OlahRaga


whatsnew.gif (278 bytes) Cari dlm Site
Cari luar Web
 


Foto dan Peristiwa


Kasus Halmahera Utara


Tekno & Info Lain


Akses Internet Murah
Protokol Aplikasi Wereless
Rancangan Pesawat Boeing


Hikmah


Nilai Sebuah Do'a
Kesalahan yang dimaafkan


Kata Mutiara


Kata Mutiara 1
Kata Mutiara 2


Serba-Serbi

Anda Ingin Tahu tentang permasalahan Seks atau info intim yang lain, cari tahu silahkan lanjut .......



Halaman Utama

Mohon Saran dan Masukan Pembaca Semuanya dengan Mengisi Buku Tamu, Trim's


Halaman ini terakhir diperbarui pada 06/12/00

Design Webmaster TPI-D6 © June 1999-2000

Kontak Aku

Hosted by www.Geocities.ws

1