 |
| Info Sehat |
|
Penyakit Menular Seksual? Kenali Gejalanya!
Jakarta - 09 Jun 00 16:24 WIB - (Astaga!com)
Walaupun sulit terdeteksi, bukan berarti gejala PMS (penyakit menular seksual) tidak bisa
dikenali. Mulai dari keputihan, infeksi saluran kencing, sampai munculnya bintil-bintil
berair.
kenali gejala PMS
Dari Hasil Diskusi Media III yang diselenggarakan Population Council Jakarta
beberapa waktu lalu, berikut ini beberapa gejala dan tanda-tanda beberapa jenis PMS yang
bisa dicermati.
Trikomoniasis, gejala yang muncul pada wanita biasanya keluarnya cairan vagina (keputihan)
encer, berwarna kuning kehijauan, berbusa dan berbau busuk. Vulva agak bengkak, kemerahan,
gatal, berbusa, dan merasa tidak nyaman. Pada pria, jenis PMS ini biasanya muncul tanpa
gejala. Tapi, beberapa muncul dengan tanda-tanda cairan keluar dari penis berwarna
keputihan atau kehijauan. Penderita pria juga sering merasa tak nyaman saat buang air
kecil (BAK).
Gonore/Kencing Nanah PMS yang disebabkan bakteri ini seringkali muncul tanpa gejala. Pada
wanita, bisa juga muncul beberapa tanda. Seperti cairan vagina (keputihan) kental berwarna
kehijauan/kuning dan berbau tak sedap, frekuensi BAK tidak normal dan nyeri, infeksi pada
leher rahim, infeksi saluran kencing, dan nyeri di rongga panggul. Sementara pada pria
biasanya muncul gejala seperti sakit ketika BAK, atau kencing nanah.
Klamidia Gejala yang muncul pada pria dan wanita pada umumnya sama seperti pada gonore.
Tapi, pada wanita biasanya juga muncul gejala perdarahan setelah hubungan seks dan terjadi
infeksi pada mulut rahim (serviks).
Sifilis/Raja Singa Gejala yang muncul pada pria pada umumnya sama dengan yang terjadi pada
wanita. Infeksi kronis dan sistemik muncul dalam tiga tahap gejala, yaitu :
1. Primer : Luka pada kemaluan, rektum, atau mulut tanpa rasa nyeri.
2. Sekunder : selama 4-8 minggu setelah luka, muncul bintil/bercak merah di tubuh. Juga
muncul demam dan tubuh terasa lemah.
3. Masa Laten: Biasanya tidak ada gejala. Sifilis tersier akan berkembang pada sekitar 1/3
kasus yang tidak diobati dan dapat menimbulkan kelainan jantung, saraf serta pembuluh
darah dan atau kulit. |
|
| Pilihan
Berita Lainnya |
Pilihan Berita :
|
|
 |
 |
|
 |