 |
| Info Internet |
Wanita Muslim, Dipingit Tapi Bisa Akses Internet
New York - (Associated Press)
Internet akan menjadi solusi terbaik bagi perempuan Muslim yang sering dianggap hidup
dalam pingitan. Tidak sekedar informasi yang mereka peroleh, namun juga komunikasi dan
keuntungan bisnis. Aktivis perempuan pun, akan memanfaatkan Internet sebagai media
kampanye anti kekerasan gender.
Walau dipingit wanita Muslim bisa akses Internet dan cari yang Direktur United Nations
Development Fund for Women Noellen Heyzer, mengatakan hal tersebut kepada wartawan di
markas besar PBB di New York (2/6). Solusi itu dinamakan Heyzer dengan awalan E. Dapat
diartikan E-inclusion atau E-consultation atau juga E-campaign.
Kampanye itu akan diresmikan pada konferensi teknologi dan perempuan dalam masyarakat
Muslim, yang akan berlangsung pekan depan.
Perempuan Muslin menjadi fokus karena dengan perkembangan Internet yang sangat cepat,
namun wanita Arab yang menggunakan Internet tidak lebih dari 4%. Perempuan Arab, menurut
Heyzer dianggap representatif dari kaum hawa pemeluk agama Islam .
Badan PBB selenggarakan konferensi teknologi dan wanita
Dalam masyarakat muslim, menurut Heyzer, seringkali proses pingitan menjadi kendala bagi
perempuan untuk berhubungan dengan dunia luar. Internet dianggap sangat membantu membuka
akses informasi
Sementara itu, direktur Center for Women's Global Leadership di Rutger's University,
Charlotte Bunch, mengatakan, selain akses informasi, Internet juga telah menghubungkan
kelompok-kelompok perempuan di seluruh dunia yang memiliki keprihatinan yang sama.
"Organisasi perempuan bisa saling mendiskusikan strategi dan juga membentuk
solidaritas melalui Internet untuk memobilisasi dukungan dalam suatu kasus,"ujarnya.
Salah satu contohnya adalah kegiatan virtual working group itu adalah mensponsori UNIFEM.
Partisipan berdiskusi melalui e-mail mengenai cara mengakhiri tindak kekerasan terhadap
perempuan.
Selain akses informasi dan medium kampanye, Internet juga dimanfaatkan kaum perempuan yang
hidup dalam isolasi untuk mencari uang. Kelompok perempuan desa dari Maroko, misalnya,
membuka situs yang mengiklankan karpet hasil karyanya. (fransisca r.susanti)
|
| Pilihan
Berita Lainnya |
Pilihan Berita :
|
|
 |
 |
|
 |