 |
| Info Gaya Hidup |
Berita Buruk Lagi Untuk Perokok
Mungkin sudah begitu banyak alasan bagi anda untuk berhenti merokok, tapi anda masih saja
belum bisa menghentikan kebiasaan tersebut. Penelitian yang dipublikasikan oleh American
Heart Association ini mungkin dapat membuat anda memutuskan untuk tidak membakar
uang lagi selama-lamanya.
Tampaknya para perokok mempunyai kadar "senjata" kimia penting yang jauh lebih
rendah di dalam darah mereka, yang mana zat tersebut sebenarnya dapat melindungi mereka
terhadap penyakit jantung. Penemuan ini dapat membantu menjelaskan mengapa para perokok
mempunyai risiko serangan jantung lebih dari dua kali lipat dibanding yang bukan perokok.
Sebuah tim peneliti menguji 596 orang yang terkena penyakit jantung koroner dimana 139
orang tidak pernah merokok, 315 adalah bekas perokok dan 142 lagi masih merokok. Hasil tes
darah yang dilakukan terhadap mereka menunjukkan adanya penurunan bermakna dari
paraoksonase pada perokok dan mantan perokok yang baru berhenti merokok kurang dari tiga
bulan. Paraoksonase adalah suatu antioksidan penting yang dapat membantu mencegah
penimbunan lemak dan penyumbatan pembuluh darah.
Antioksidan bekerja melawan radikal bebas, suatu molekul tak stabil yang dihasilkan selama
proses yang disebut sebagai oksidasi. Radikal bebas bisa merusak sel tubuh. Ketika lemak
tubuh seperti LDL (kolesterol 'jahat') teroksidasi, mereka cenderung akan membentuk
lapisan lemak yang akan menyumbat aliran pembuluh darah.
Karena darah para perokok mengandung hanya sedikit paraoxonase, mereka lebih banyak
mengalami proses oksidasi ini dan tentu saja hal ini akan menyebabkan lebih banyak
timbunan kolesterol di pembuluh darah. Inilah yang akan memicu terjadinya serangan jantung
atau stroke.
Para peneliti telah mengetahui bahwa rokok mengandung radikal bebas yang dapat
mengoksidasi kolesterol dalam darah. Dengan penemuan baru ini berarti rokok mempunyai
dampak serangan ganda, yaitu merangsang penyumbatan pada arteri dan mensabotase
usaha-usaha tubuh untuk menangani masalah tadi.
Berita gembiranya adalah para peneliti juga menemukan bahwa begitu orang mulai
menghentikan kebiasaan merokok, tingkat paraoksonase mereka akan mulai kembali normal.
Kepala Riset, Dr. Richard James, dari Geneva University Hospital, mengatakan, "Dalam
waktu 2 tahun setelah berhenti merokok, konsentrasi dan aktifitas paraoksonase dari para
mantan perokok dapat disamakan dengan individu-individu yang tidak pernah merokok".
Paraoxonase akan menghambat proses oksidasi dari LDL sehingga otomatis risiko akibat
tingginya kadar LDL pun akan menurun..
Amanda Sandford, dari gerakan sosial anti-merokok Action on Smoking and Health (ASH)
mengatakan, "Studi ini menekankan keuntungan kesehatan yang diperoleh dengan berhenti
merokok, berapapun usia Anda. Berhenti merokok harus menjadi hal terbaik yang dapat Anda
lakukan demi kesehatan Anda"
Selama ini orang hanya takut terhadap karbonmonoksida dan nikotin dari rokok. Studi lebih
jauh terhadap paraoksonase mungkin akan memperlihatkan bukti-bukti selanjutnya, bahwa
rokok merupakan bahaya yang dapat membawa kesehatan jantung kita terbang
bersama asap.
Disamping merokok, kadar paraoxonase juga ditemukan rendah pada penderita kencing manis
dan usia lanjut. Penderita kencing manis tampaknya juga menjadi korban pengrusakan radikal
bebas yang lebih besar, tapi tentu saja hal ini harus diteliti lebih lanjut.
|
| Pilihan
Berita Lainnya |
Pilihan Berita :
|
|
 |
 |
|
 |