 |
| Info Intim |
|
Otot pubococcygeus, dan orgasme berkali-kali
satulelaki.com - Tak banyak yang tahu bahwa perempuan sebenarnya lebih perkasa
dibandingkan laki-laki dalam kemampuan mencapai orgasme. Perempuan sudah 'dari sononya'
mampu mencapai orgasme berkali-kali dalam rentang waktu singkat, apabila rangsangan
berlangsung intensif dan dilakukan dalam periode yang cukup lama.
Itu sebabnya, dalam alternatif pemecahan sementara, kalau anda hendak memuaskan pasangan
anda selama berkali-kali orgasme, cobalah pertahankan ereksi selama 10 sampai 15 menit,
minimal. Dengan asumsi anda melakukan pemanasan pendahuluan secara ciamik maka dalam
periode tersebut, anda bisa 'memaksanya' orgasme dua sampai tiga kali lagi.
Lelaki tidak dikaruniai kemampuan itu secara instinktif. Umumnya lelaki mencapai orgasme
bersamaan dengan ejakulasi, suatu proses di mana air mani memancar keluar dari ujung penis
secara tak terkendalikan.
Tetapi pernahkah anda mengalami dalam salah satu kesempatan orgasme secara berturut-turut
meski dalam rentang beberapa detik sekali, yang kemudian berujung pada ejakulasi? Itulah
pengalaman yang memberi aufklaerung (pencerahan) pada diri lelaki bahwa sebenarnya orgasme
tak mesti datang bersamaan dengan ejakulasi.
Dengan sedikit latihan, lelaki bisa mengatur dirinya orgasme berkali-kali tanpa mesti
mengalami ejakulasi yang berujung pada peleraian, suatu suasana selama beberapa detik
sampai 1-2 menit, saat mana lelaki merasa egois dan merasa emoh dengan pasangannya.
Triknya adalah dengan memperkuat otot pubococcygeus, jaringan yang berfungsi ketika kita
menahan kencing agar tidak keluar karena retsleting celana belum dibuka. Dengan latihan
beberapa kali menahan (atau lebih tepat: menutup) saluran kencing saat sedang berkemih
maka anda sudah bisa memfungsikan pubococcygeus untuk menahan air mani terlepaskan secara
tidak sengaja, yang mendorong terjadinya peleraian, atau keadaan lega pasca orgasme.
Dengan cara itu, tak menjadi masalah seberapa mendesak dorongan untuk orgasme duluan dalam
diri lelaki karena tak mesti diikuti dengan ejakulasi yang memicu peleraian, yang
melegakan sekaligus menyesakkan (bergantung situasi pasangan). Bahkan lelaki pun bisa
bersama-sama mengalami orgasme berkali-kali, dengan menyisakan ejakulasi pada saat yang
diinginkannya. [mgh]
|
|
| Pilihan
Berita Lainnya |
Pilihan Berita :
|
|
 |
 |
|
 |