 |
| Info Perilaku |
Andakah Pengguna Otak Kiri?
- 06 Jun 00 16:45 WIB (Astaga.com)
Otak bukan hanya sekumpulan benda lembut yang terdiri dari jaringan saraf. Sebab,
fungsinya adalah mengatur dan mengkoordinasi seluruh aktivitas tubuh. Cerebrum, bagian
terbesar dari otak (dan yang kita bayangkan pada saat berpikir tentang otak) adalah pusat
dari segala kesadaran: pikiran, ingatan, alasan, penilaian, dan emosi.
Tapi, apa bedanya otak kanan dan otak kiri? Cerebrum memiliki 2 hemisphere yang berbeda -
yang kanan dan kiri - yang terhubung oleh sekumpulan serat saraf (disebut corpus
callosum). Biarpun otak kanan dan kiri seperti bayangan di cermin, tanggungjawabnya
berbeda. Keduanya memang menyumbang banyak akan cara kita belajar, bertingkahlaku dan
menjalankan hidup, tapi banyak orang menggunakan sebelah otaknya lebih banyak ketimbang
belahan yang lain.
Karakteristik otak kiri
Sisi kiri memproses informasi dari bagian kecil sampai keseluruhan, langkah demi langkah,
dengan susunan yang sistematis. Para pengguna otak kiri biasanya punya daftar prioritas
dan menikmati melengkapi tugas sesuai tatanan.
Mereka juga analitis, pencinta kertas dan kata-kata, simbol serta angka, dalam memproses
pikiran dan ide. Mereka sangat memperhatikan detail dan pandai mengekspresikan diri lewat
kalimat. Keputusan mereka didasarkan pada fakta, dan menyimpulkan sesuatu secara logis.
Karakteristik otak kanan
Hemisphere sebelah kanan menginterpretasikan informasi secara visual, kreatif dan
emosional, dan dalam berbagai hal tampak tidak logis. Pengguna otak kanan melihat
keseluruhan gambar besar sebelum meneliti detail. Mereka bahkan mengalami kesulitan dalam
mengungkapkan sesuatu lewat kata-kata, dan sering menggunakan lambaian tangan ketika
berbicara.
Mereka juga cenderung memakai intuisi ketimbang logika. Proses belajarnya, dilewati dengan
melihat, merasakan, dan menyentuh. Kecenderungan yang lain adalah berespons terhadap nada
suara dari pada apa yang dikatakan, serta lebih mengingat wajah ketimbang nama.
Bagaimana membuat keduanya bekerjasama
Teori dominasi otak menyebutkan bahwa, sekali kita mengerti bagaimana setiap sisi
berfungsi dan mengenal kecenderungannya, kita dapat menggunakan strategi dan kompensasi
yang spesifik untuk mengkompensasi bagian yang 'lebih lemah'. Para ahli menyarankan cara
ini:
Untuk menolong pengguna otak kiri:
Sering berdiskusi, menggunakan gambar dan simbol (bukan kata-kata) dalam mengemukakan ide,
mempercayai intuisi, mencoba mengekspresikan emosi, berlatih mengatakan sesuatu dengan
cara lain (atau dengan kalimat lain), berbicara lebih pelan dengan menggunakan kata lebih
sedikit, serta menulis puisi dan lagu yang terdiri dari gambar, citra, dan tidak bersajak.
Untuk menolong pengguna otak kanan:
Membuat daftar prioritas, lebih memperhatikan detail, mempelajari keahlian manajemen
waktu, menganalisis keputusan lewat proses yang logis dan beralasan, menyelesaikan apa
yang telah dimulai, menggunakan kata-kata atau outline dalam mengemukakan ide, dan menulis
puisi yang bersajak. (berbagai sumber/hannie k. wardhanie)
|
| Pilihan
Berita Lainnya |
Pilihan Berita :
|
|
 |
 |
|
 |